Latest Products

M.Amiruddin SE: Menunaikan Ibadah Haji, Pengertian Ibadah, Pelaksanaan Ibadah Haji

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Ayat tentang kewajiban melaksanakan ibadah Haji sudah turun sejak tahun keenam Hijriyah. Sedangkan Rasulullah SAW bersama 124 ribu shahabat baru melakukannya di tahun kesepuluh Hijriyah. Itu berarti telah terjadi penundaan selama empat tahun, dan empat tahun itu bukan waktu yang pendek. Padahal Rasulullah SAW sejak peristiwa Fathu Mekkah di tahun kedelapan hijriyah sudah sangat mampu untuk melaksanakannya. Sabtu (19/09/2015).

M.Amiruddin SE Pendiri Organisasi Masyarakat (Ormas) Moderen Indonesia Bersatu (MIB), salah satu Pendiri Partai Moderen Indonesia Bersatu sekaligus Ketua Umum yang akan dibentuk serta dideklarasikan dan Penyusun Buku Multi Level Dakwah dalam waktu dekat ini akan diluncurkan mengatakan Seandainya orang yang menunda ibadah haji itu berdosa bahkan diancam akan mati menjadi Yahudi atau Nasrani, tentu Rasulullah SAW dan 124 ribu shahabat beliau adalah orang yang paling berdosa dan harusnya mati menjadi Yahudi atau Nasrani “ Katanya.

Lanjut M.Amiruddin, Sebab mereka itu menjadi panutan umat Islam sepanjang zaman. Namun karena haji bukan ibadah yang sifat kewajibannya fauri (harus segera dikerjakan), maka beliau Nabi Muhammad SAW mencontohkan langsung bagaimana haji memang boleh ditunda pelaksanaannya, bahkan sampai empat tahun lamanya.

Allah berfirman sebagai berikut :
“Mengerjakan ibadah haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Siapa mengingkari, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya dari semesta alam.”(QS. Ali Imran : 97)

Ada dua pendapat di kalangan para ulama tentang masalah ini. Pertama, haji wajib segera dilaksanakan apabila seseorang telah memiliki kemampuan untuk pergi ke Baitullah. Pendapat ini didukung oleh para ulama madzhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali. Pendapat kedua, haji wajib dilaksanakan dengan kelonggaran waktu. Artinya, meski seseorang sudah mampu menunaikan ibadah haji namun ia boleh melaksanakannya di lain kesempatan. Pendapat ini didukung oleh ulama madzhab Syafii “ Ucapnya.(Hamnas).


BMKG Nyatakan Jarak Pandang Semakin Terbatras, Kabut Asap Riau Sampai Ke Singapura

Order Detail
Jakarta.Metro Sumut
Akibat dampak kabut asap tidak hanya dirasdakan olehg maysarakat Indonesia saja. Dampak kabut Asap akibat Pembakaran lahan dan Hutan Di Sumatra kian memburuk. Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru Pada hari Jumat 11 September 2015 pagi menyakatakan kabut asap semkin parah dsan mengganggu jarak pandang di bebrapa Kota di Riau. Jumat (18/09/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Kabar mengenai Kabut asap Tersebut tealh sampai ke Singapura. Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru Sugarin merincuikan bahwa Jarak pandang dan kualitas udara di sejumlah kota terminator semakin mengkhawatirkan, diantaranya di Pekanbaru, Rengat, Dumai, serta Pelalawan, yang menjadi Kota terparah akibat kabut asap.

Andhito Pihak Kantor BMKG Tanjung Pinang mengatakan jarak oandang hanya 2,500 meter (m) dan sudah menggangu penrbangan dan transportasi “ Katanya.

Lanjut Andhito, Bahwa asap dari Riau juga mencemari Udara Malaysia, namun kondisinya jauhg lebih baik dibandingkan singapura. Secara umum jarak pandang di Malaysia msih mencapai 10 kilometer (km) namun tepatnya di Johor, yang dekat dengan kepulauan Riau mencapai jarak pandang hanya 4.000 meter (m) “ Ucapnya.

Menurut Andhito, Semantara jarak pandang di Riau sendiri khususnya pekan baru mencapai 2.000 meter (m) saja. Asap tersebut berasal dari kebakaran hutan di Rengat dan Kerintang Riau. Karena di daerah tersebut terdapat 5 titik api “ Ungkapnya.

Andhito menjelaskan, BMKG memantau Situasi kabut melalui Satelit Himawari 8. Dari Pantauan asap riau yang mencemari udara berpotensi dibawa angina menuju Singapura. BMKG untuk mengatasi hal tersebut sudah menerjunkan pasukan untuk memadamkan di Lokasi yang terbakar. upaya lainnya seperti hujan buatan sebaiknya dilakukan di wilayah daratan Sumatera karena angin tidak kencang. Namun untuk kepulaian Riau sendiri membuat hujan buatan akan sia sia “ Jelasnya.

Andhito menambahkan, Pada kepulauan Riau sendiri Titik panas terpusat di Inhu sebanyak enam Titik panas, inhil tiga titik panas, dan Pelalawan dua titik panas. Hingga saat ini Riau Juga masih mendapatkan Kiriman Asap dari Daerah dan Provins yang lain “ Tambahnya.(Melvy).
dikit, Tidak jarang sumber air lokasinya jauh dari titik api. Selain sumber air, peralatan juga kurang memadai. Misalnya hanya ada satu mesin pompa air dengan panjang selang yang terbatas di Tanjung Beringin.

Peralatan yang minim tidak membuat anggota TNI patah semangat untuk memadamkan api agar tidak meluas. Letkol Dwi meminta pihak perkebunan untuk memperdalam kanal yang ada dengan cara mengeruk menggunakan eksavator. Sehingga air keluar untuk menyiram api di lahan yang terbakar.(Melvy).



Kebakaran Hutan Di Sumatera Sebabkan Malaysia Dan Singapura Terkena Polusi Udara Kabut Asap

Order Detail
Jakarta.Metro Sumut
Semua sekolah di lima wilayah diliburkan oleh Kementerian Pendidikan Malaysia, Lantaran Indeks pencemaran udara makin buruk karena kebakaran hutan di Indonesia. Jumat (18/09/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Lima wilayah tersebut adalah Kuala Lumpur, Putrajaya, Negara Bagian Selangor, Negara bagian Melaka, dan Negara bagian negeri Sembilan. Kementerian Pendidikan menegaskan semua sekolah di wilayah tersebut ditutup mulai 15 September. Terkait IPU (Indeks Pencemaran udara) mendekati 200.

Sebelumnya Menteri pendidikan, Datuk Seri Mahdzir Khalid menyatakan sekolah akan ditutup jika IPU mendekati tingkat 200.

Bahkan di Singapura IPU mencapai 222 pada hari Senin, 14 september. Hal ini akibat asap kebakaran hutan di Indonesia.

Kualitas udara di Kota Pekanbaru dan Palembang termasuk dalam kategori berbahaya. Jumlah titik api di Sumatra meningkat hampir 1.143 titik panas.

Sekitar 1.500 dari 6.000 hektare lahan gambut di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Ogan Ilir Sumatera Selatan dipadamkan oleh anggota TNI dan Brimob Polda Sumsel. Pemadaman ini berhasil dilakukan selama 4 hari.

Sementara informasi ini disampaikan oleh Dansub Satgas Pengendalian Kebakaran Lahan dan Hutan wilayah Ogan Komering Ilir dan Ogan Ilir dan Dandim 0402 OKI/Ogan Ilir Letkol Kav Dwi Irbaya Sandra di lokasi kebakaran lahan gambut Desa Tanjung Beringin Kecamatan Tanjung Lubuk OKI, pada Senin 14/9.

Menurut Letkol Dwi Irbaya Sandra masalah utama pada proses pemadaman yaitu sumber air yang terbatas di lokasi kebakaran.

Walaupun kadang ada sumber air namun jumlahnya sedikit, Tidak jarang sumber air lokasinya jauh dari titik api. Selain sumber air, peralatan juga kurang memadai. Misalnya hanya ada satu mesin pompa air dengan panjang selang yang terbatas di Tanjung Beringin.
Peralatan yang minim tidak membuat anggota TNI patah semangat untuk memadamkan api agar tidak meluas. Letkol Dwi meminta pihak perkebunan untuk memperdalam kanal yang ada dengan cara mengeruk menggunakan eksavator. Sehingga air keluar untuk menyiram api di lahan yang terbakar.(Melvy).



Kapolres Pelabuhan Belawan Beri Penghargaan Kepada Kanit Reskrim Polsek Belawan Dan Kanit Resum

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Dalam upacara penaikan Bendera yang dilaksanakan oleh Polres Pelabuhan Belawan, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Edy Suwandono, SIK memberikan penghargaan kepada personil Polres Pelabuhan Belawan yang berprestasi dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. Jumat (18/09/2015).

Infomasi yang dihimpun Media ini, Personil Polres Pelabuhan Belawan yang mendapatkan penghargaan pada hari itu sebanyak 12 orang dan diantaranya terdapat Kanit Reskrim Polsek Belawan AKP Adi Haryono, SH dan Kanit Resum Sat Reskrim Pores Pelabuhan Belawan Ipda A.R. Riza, SH, yang berprestasi dalam pengungkapan kasus curat, curas dan curanmor atau sering disebut juga dengan kasus 3C.

Kapolres Pelabuhan Belawan mengatakan pemberian penghargaan tersebut dilakukan sebagai bentuk pembinaan dan perhatian terhadap personil yang berprestasi dalam melaksanakan tugasnya sehari - hari, sehingga personil tersebut tetap semangat dalam melaksanakan tugasnya “ Katanya.

Lanjut Kapolres, Selain Kanit Reskrim Polsek Belawan dan Kanit Resum, personil lain yang mendapatkan penghargaan pada hari itu adalah Panit Reskrim Polsek Medan Labuhan Ipda Rudi Handoko, SH, Bripka GCB Daely, Bripka Ardiansyah Saragih dan Brigadir Iswandi, yang mendapatkan penghargaan dalam pelaksanaan tugas yang sama, yaitu mengungkap kasus 3C “ Ucapnya.

Kapolres menjelaskan, Kemudian Aiptu Syahrul Wahid yang aktif melaksanakan sambang kepada tokoh agama, Aiptu Hermanto yang aktif melakukan patroli di lokasi rawan kejahatan, Aiptu Keppe Sembiring yang banyak menyelesaikan berkas perkara Narkotika, Aipda Gusti yang disiplin dan konsisten dalam bertugas, Aiptu Titus Siahaan yang aktif berperan dalam perangkat Desa dan Bripka Agung Swita yang melaksanakan tugas deteksi dini terbaik dalam rangka Ops Mantap Praja Toba 2015 “ Jelasnya.


Kapolres Pelabuhan Belawan menambahkan, bahwa pemberian penghargaan terhadap personil Polres Pelabuhan Belawan, kedepannya akan terus dilakukan setiap bulannya untuk memacu kedisiplinan dan kinerja yang tinggi bagi seluruh personil Polres Pelabuhan Belawan “ Tambahnya.(Hamnas).

Polsek Medan Labuhan Ungkap 4 Kasus Dalam Sepekan

Order Detail
Medan Labuhan.Meto Sumut
Jajaran Polsek Medan Labuhan yang dipimpin oleh Kapolsek Medan Labuhan Kompol Boy J. Situmorang, SH. SIK. MH berhasil mengungkap 4 kasus atensi selama sepakan dari tanggal 9 sampai 15 September 2015. Hal itu terungkap pada siaran pers yang dilaksanakan oleh Polsek Medan Labuhan.Jumat (18/09/2015).

Dalam siaran pers tersebut Kapolsek Medan Labuhan yang didampingi oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan Iptu Musa Alexandershah, Panit I Reskrim Ipda Rudi Handoko, SH, dan Panit II Reskrim Iptu J. Rudianto, SH memaparkan hasil tangkapan dan pengungkapan kasus yang menjadi atensi Kapolres Pelabuhan Belawan selama sepekan dari tanggal 9 sampai 15 September 2015 di halaman tengah Polsek Medan Labuhan.

Kasus atensi yang berhasil diungkap oleh Polsek Medan Labuhan pada siaran pers tersebut antara lain, kasus pembobolan toko alfamart yang dilakukan oleh TSK MRN dan EZ dengan barang bukti uang tunai 34 juta rupiah, kasus narkoba yang dilakukan TSK AR dengan barang bukti 4 bungkus besar shabu, 4 bungkus sedang shabu, 8 bungkus kecil shabu dan 35 butir ekstasi.

Selanjutnya kasus street crime berupa bajing loncat yang dilakukan TSK YP, yang mengambil TV dari truk yang melintas di jalan kayu putih dengan barang bukti 1 unit TV merk LG diaman juga ditangkap 2 orang TSK penadahannya  yaitu Si dan Sh dan terakhir kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan oleh TSK BTRH, dengan barang bukti 1 unit sepeda motor Honda Supra BK 2198 CD.

Kapolsek Medan Labuhan menambahkan, bahwa keberhasilan pengungkapan kasus atensi tersebut berkat kerja keras yang dilakukan oleh Unit Reskrim Polsek Medan Labuhan yang bekerja siang dan malam dalam mengungkap tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polsek Medan Labuhan. Selain itu juga berkat intrsuksi dari Kapolres Pelabuhan Belawan untuk membentuk tim khusus dalam pengungkapan kasus atensi serta kasus curat, curas dan curanmor.(Hamnas).



Terkait Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI Di PT Pelindo Tahun 2014

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Pada Semester II Tahun 2014, BPK melakukan pemeriksaan terhadap 37 objek pemeriksaan BUMN dan badan lainnya. Pemeriksaan tersebut meliputi 4 objek pemeriksaan laporan keuangan, 8 objek pemeriksaan kinerja, dan 25 objek pemeriksaan dengan tujuan tertentu. Jumat (18/09/2015).

Informasi yang dihimpun Media ini dari LHP Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Jalan Jendral Gatot Subroto No.31 Jakarta Pusat Jakarta, Maret 2015 (IHPS II Tahun 2014), Pelaksanaan bongkar muat general cargo dan curah cair Pelindo I Cabang Belawan dan Dumai belum sepenuhnya memadai.

Permasalahan tersebut terutama pencapaian realisasi waktu kerja efektif Cabang Pelabuhan Belawan selama 2012-Semester I Tahun 2014 “kurang baik”, begitu juga dengan pencapaian realisasi produktivitas bongkar muat general cargo dan curah cair/CPO Cabang Dumai pada Tahun 2012, 2013, dan Semester I Tahun 2014 “kurang baik”, Akibatnya kinerja waktu efektif kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Belawan tidak memenuhi standar minimal waktu

yang ditetapkan sesuai Keputusan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan maupun Kepala Otoritas Pelabuhan Belawan; dan kinerja bongkar
muat Pelabuhan Dumai tidak memenuhi standar kinerja bongkar muat/ produktivitas minimal yang ditetapkan oleh Dirjen Hubla.

Atas permasalahan tersebut, BPK merekomendasikan Direksi Pelindo I Agar  Menerapkan berthing windows secara optimal dan mengenakan punishment atas ketidaksesuaian pelaksanaan bongkar muat dengan berthing windows.

Berkoordinasi dengan pihak Otoritas Pelabuhan untuk meningkatkan pengawasan atas kinerja pelaksanan kegiatan bongkar muat, dan melakukan monitoring atas pelaksanaan penerapan pengenaan denda progresif sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati/ ditetapkan di Cabang Pelabuhan Belawan dan Dumai.(Red).



DPRD Medan Minta Pelabuhan Belawan Harus Di Lengkapi Echo X Ray

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Tentang produk-produk Ilegal sangat berpotensi masuk melalui Pelabuhan Belawan, Salah satu penyebabnya, karena Pelabuhan Belawan belum memiliki infrastruktur, termasuk belum adanya echo x ray untuk memeriksa isi kontainer yang setiap hari masuk melalui Pelabuhan tersebut. Kamis (17/09/2015).

Ketua Komisi A DPRD Medan Drs Hendrik Halomoan Sitompul MM mengatakan Selama ini pelabuhan hanya mengandalkan pemeriksaan secara kasat mata memeriksa isi-isi kontainer yang jumlahnya cukup banyak. Artinya pemeriksaan itu tidak akan berjalan maksimal dan memakan waktu yang lama. Makanya kita mendesak agar pemerintah segera menyediakan echo x ray agar produk-produk ilegal yang berpotensi masuk melalui Pelabuhan Belawan bisa diminimalisir. Masak sekelas Pelabuhan Belawan belum memiliki echo x ray “ Katanya.

Lanjut Hendrik, sudah sepantasnya Pelabuhan Belawan memiliki echo x ray mengingat jalur masuk barang melalui Pelabuhan Belawan setiap hari cukup banyak. Hal ini didukung dengan posisi Pelabuhan Belawan yang cukup strategis karena berdekatan dengan Malaysia dan Singapura. Bahkan Hendrik lebih setuju agar pintu masuk impor ditutup sampai tersedianya echo x ray," Ini juga menyangkut soal stabilitas negara. Karena bisa saja kelemahan yang dimiliki pelabuhan kita itu dimanfaatkan oknum-oknum tidak bertanggungjawab untuk menyelundupkan narkoba, senjata atau barang-barang berbahaya lainnya. Ini yang perlu kita cermati. Bila perlu kegiatan impor di Belawan ditutup sampai adanya echo x ray itu. Persoalan ini jangan dianggap sepele. Kecuali saat pemeriksaan barang itu seluruh aparat penegak hukum dilibatkan tidak hanya pihak Bea Cukai saja “ Ucapnya.

Hendrik menjelaskan, persoalan di pelabuhan termasuk Pelabuhan Belawan memang masih banyak memerlukan pembenahan. Seperti halnya terkait dengan dwelling time (bongkar muat) barang. Hendrik pun sangat mengapresiasi pembentukan Satgas Dwelling Time mempercepat proses bongar muat barang. Hanya saja Hendrik masih pesimis Satgas Dwelling Time bisa berjalan maksimal termasuk juga di Pelabuhan Belawan," Kita minta Satgas tidak hanya mengurusi Tanjung Priok dan Pelabuhan di Makassar, tetapi juga di Belawan. Walaupun saya yakin hal tersebut tidak akan mudah karena akan menghadapai kekuatan besar dari konspirasi yang telah terbangun di sana “ Jelasnya.


Menurut Hendrik, berdasarkan temuan di lapangan pihaknya ada menemukan adanya intervensi dan konspirasi dari pengusaha dan juga penguasa. Konspirasi ini, mendorong mereka untuk menjalankan bisnis dengan segala cara termasuk yang ilegal," Satgas akan berhadapan dengan para mafia. Kita juga khawatir dwelling time hanya menjadi modus. Satgas tidak gampang kerjanya. Karena ini seperti disengaja untuk membangun peluang bisnis, ya kalau bisa diperlambat ngapain dipercepat “ Ungkapnya.(Red).

Ribuan Balok Masuk Di Pelabuhan Belawan Diduga Hasil illegal logging

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Masuknya ribuan batang kayu balo ke Pelabuhan Belawan diduga sarat dengan kongkalikong antara pihak terkait bersama Dinas Kehutanan.  Ironisnya sesampainya ribuan batang kayu balok di Pelabuhan Gudang Merah Belawan tanpa ada perlakukan ukur ulang oleh petugas Dishut melainkan petugas hanya mengetik dokumen yang sudah ada. Rabu (16/09/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Masuknya Balok yang diduga Hasil illegal logging tersebut diangkut oleh Tongkang Bina sarana II yang tiba di dermaga Pelabuhan Belawan pada hari sabtu asal dari Maluku yang sangat meresahkan para pengguna jasa lainnya, bahkan sangat membahayakan buruh yang sedang bekerja apalagi kayu balok yang diturunkan serta diangkut itu ukurannya sangat panjang.  Lagi pula tanpa ada pemeriksaan ketat serta ukur ulang dari Dinas Kehutanan Belawan dan Sumut sehingga dikhawatirkan terjadinya praktik manipulasi tonase yang berujung menimbulkan kerugian dari pihak buruh (Tenaga Kerja Bongkar Muat) di Pelabuhan Belawan.

Menurut Ketua DPP Forkomwari melalui seketarisnya Abu Hasan Asy'ari  kepada media ini di Medan minta kepada intansi terkait melakukan monitoring serta pengawasan yang ketat, pasalnya kayu balok yang masuk di pelabuhan belawan kuat dugaan hasil illegal loggging “ Katanya.

Lanjut Abu, Dinas terkait dan pihak Pelabuhan agar melakukan pemeriksaan kembali izin terhadap ribuan batang kayu balok tersebut dan jumlah tonasenya. Hak Pengusahaan Hutan (HPH) mereka harus diperiksa dinas terkait, apakah mereka juga didalam HPH juga turut melakukan kegiatan penanaman, pemeliharaan atau hanya mereka itu hanya membabat hutan saja. Sebagaimana yang tertuang dalam Permen Kehutanan RI nomor : P.50/Menhut-II/2010 “ Ucapnya.

Abu menjelaskan, Lebih parahnya lagi kayu balok jenis meranti tersebut juga tampak masih berdiameter kecil dan sedang yang diduga juga belum layak untuk dipotong dan tidak tampak petugas kehutanan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran ulang, Bukan tidak mungkin ribuan batang kayu balok tersebut hasil ilegal loging dan permainan oknum-oknum nakal, apalagi saat ini pemerintah dibawah pemerintahan Presiden Jokowi lagi gencarnya membrantas para penebang atau pelaku ilegal loging “ Jelasnya.

Sementara ribuan batang kayu balok jenis meranti tersebut juga tampak masih berdiameter kecil dan sedang yang diduga juga belum layak untuk dipotong dan tidak tampak petugas kehutanan untuk melakukan pemeriksaan dan pengukuran ulang.

Salah seorang petugas EMKL (ekspedisi mauatan kapal laut) saat ditemui  media ini di lokasi mengatakan perusahaan bongkar muat (PBM) PT PUM dengan  Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) PT Surya agung sejahtera (milik oknum Anggota DPRD Kota Medan_red). kayu balok tersebut berasal dari Maluku yang di kirim PT.Maluku Sentosa dan PT.Potensi Nusa sedangkan penerima tujuan balok tersebut kepada PT.Karya Wisesa yang beralamat di Tanjung Morawa dengan atas nama pemilik Antin Muliono yang di bawa Tongkang Bina Sarana II dengan jumlah 1561 batang atau  6318 m3 yang sandar di dermaga Pelabuhan Lama Gudang Merah sekira sabtu (12/9/2015) kemarin, Kayu balok ini dari Maluku dan akan dibawa kedaerah binjai dan daerah Tanjung Morawa “ Terangnya. 

Ribuan  batang kayu balok tersebut dibongkar dengan alat berat crane dan dibawa dengan truk trado. Bahkan batang kayu balok yang terlalu panjang ukurannya dipotong para pekerja EMKL tersebut di atas dermaga gudang merah Pelabuhan belawan lama dengan menggunakan alat pemotong jenis senso


Dari Pantauan dilokasi Ribuan batang kayu balok yang dikirim oleh PT maluku sentosa dan PT Wahana Potensi Nusa tersebut, dibongkar dan dibawa ke daerah Binjai dan Tanjung Morawa yang diangkut dengan menggunakan truk trado.(Hamnas).

PT Pelindo 1 Belawan Gerah Lihat Warung Remang-Remang, Pohon Penghijauan Pemko Medan Jadi Korban

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Melihat warung remang-remang dan pedagang liar yang marak berada didepan gedung eks Balai Pendidikan dan Latihan (BPL) Pelindo I Belawan menimbulkan gerah, akhirnya puluhan pohon penghijauan milik Pemko Medan Provinsi Sumatera Utara, jenis pohon damar, sawit dan lainnya malah menjadi korban ditebangi pihak Pelindo tanpa izin Camat Medan Belawan. Rabu (16/09/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Pohon hijau tersebut tergolong masih muda berumur 12 tahunan, seharusnya pihak PT Pelindo 1 Cabang Belawan terlebih dahulu mengantongi izin dari Dinas Pertamanan maupun Dinas Lingkungan Hidup apalagi keberadaan pohon hijau dipinggir jalan guna menciptakan lingkungan indah dan mengurangi polusi udara yang ada di kawasan Belawan.

Armen Tanjung salah satu aktivis di Belawan mengatakan pihak PT Pelindo 1 Cabang Belawan telah bertindak sewenang-wenang terhadap peraturan yang ada sesuai Perda dan Perwal tentang penghiajuan kota, dimana ada 3 alasan kuat bila pohon itu terpaksa ditebang diantaranya karena pohonnya mau tumbang, menganggu fasilitas umum ataupun sudah tua “ Katanya.

Lanjut Armen, Kalau niatnya mau menertibkan warung liar seharusnya yang ditertibkan warung liar itu saja jangan malah pohon-pohon yang berada dipinggir jalan depan gedung BPL tersebut. Ia menduga pohon penghijauan dipinggir jalan senggaja dikorbankan pihak Pelindo kemungkinan ada kaitannya menjelang akan dibangunnya kantor besar milik PT Pelindo yang baru di Belawan tersebut “ Ucapnya.(Hamnas).



BPS: Ekspor Dan Impor Melalui Pelabuhan Belawan Turun

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Nilai ekspor melalui pelabuhan muat di wilayah Sumatera Utara untk Juli 2015 mengalami penurunan dibandingkan bulan Juni 2015, yaitu dari 678,28 juta dolar AS (Amerika Serikat) menjadi 651,94 juta dolar AS atau turun sebesar 3,88 persen. Rabu (16/09/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Namun bila dibandingkan dengan Juli 2014, maka ekspor Sumut mengalami penurunan sebesar 15,90 persen, Jika dihitung akumulasi sepanjang Januari hingga Juli 2015, maka total nilai ekspor Sumut mencapai 4,46 miliar dolar AS, mengalami penurunan sebesar 18,82 persen dibandingkan dengan periode sama tahun sebelumnya.

Kepala BPS (Badan Pusat Statistik) Sumut melalui Kabid Statistik dan Distribusi Bismark Pardamean mengatakan penurunan nilai ekspor terbesar Juli 2015 terjadi pada komoditi kopi, teh, rempah-rempah sebesar ,12,96 juta dolar AS atau 25,90 persen. Sedangkan peningkatan nilaiekspor  berasal dari golongan produk kimia sebesar 8,22 juta dolar AS (16,75 persen) “ Katanya.

Bismark menjelaskannya, ekspor keTiongkok Juli 2015 mencapai angka terbesar yakni, 83,21 juta dolar AS disusul Amerika Serikat sebesar 81,22 juta dolar AS dan India 56,94 juta dolar AS dengan kontribusi ketiganya mencapai 33,94 persen “ Jelasnya.

Menurut Bismark, dari kawasan Asia lainnya merupakan yang terbesar dengan nilai  267,20 juta dolar AS (40,99 persen). Sedangkan untuk nilai impor melalui Sumut di bulan Juli 2015 atas dasar CIF (Cost Insurance dan Freight) sebesar 253,35 juta dolar AS atau turun sebesar 20,78 persen dibandingkan Juni  2015 yang mencapai 319,80 juta dolar AS. “Bila dibandingkan dengan bulan sama tahun sebelumnya nilai impor Sumut turun sebesar 35,03 persen “ Jelasnya.

Lanjut Bismark, produk yang mengalami penurunan nilai impor terbesar yakni golongan berbagai produk kimia sebesar 9,54 juta dolar AS (63,20 persen), sedangkan golongan barang mengalami peningkatan nilai impor terbesar yakni gandum-ganduman sebesar 4,68 juta dolarAS (73,68 persen) “ Ucapnya.


Bismark menambahkan, nilai impor bulan Juli 2015 dari Singapura merupakan terbesar yakni sebesar 63,23 juta dolar AS dengan perannya mencapai 24,96 persen dari total impor Sumut, diikuti Tiongkok sebesar 49,87 juta juta dolar AS(19,68 persen) dan Malaysia 24,72 juta dolar AS (9,76 persen) “ Tambahnya.(Red).

Pemagaran Lahan Oleh PT SUU Nyaris Ricuh

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Pihak PT Supra Uniland Utama (SUU) mengklaim memiliki lahan seluas 71 hektar dan melakukan pemagaran di Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, mendapat perlawan warga penggarap sehingga antara warga penggarap dengan para pekerja nyaris terlibat kericuhan. Rabu (16/09/2015).

Jalunggu Sianipar dan Lacir Pakpahan Dua warga penggarap meminta pemagaran lahan dengan beton itu supaya tidak dilakukan sebelum PT SUU memberikan ganti rugi kepada mereka yang selama ini bermukim di atas lahan itu “ Pintanya.

Sementara pemagaran lahan tetap berlangsung setelah aparat dari TNI AD, TNI AL, Brimob, dan personel Polres Pelabuhan Belawan turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan sekaligus mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Ir Simion Tarigan didampingi Humas Khairuddin Pasaribu, Dedi Sofyan Armaya, Rahmad Hidayat Matondang, dan Taufiq Hidayat Perwakilan PT SUU mengatakan bahwa tanah seluas 71 Ha itu sudah dibeli PT SUU tahun 1983 dari ahli waris Sultan Deli.

Berdasarkan Surat Hak Milik (SHM) No 42 dan 44 yang dikeluarkan BPN Kota Medan, lahan tersebut sah menjadi milik PT SUU dan tanggal 1 Juli 2015 Dinas TRTB Kota Medan mengeluarkan Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di atas lahan itu," Pihak PT SUU memagar tanah miliknya adalah sah demi hukum. Jadi warga penggarap, pemilik sembilan rumah di dalamnya (lahan) tidak berhak meminta ganti rugi sebab tidak memiliki legalitas " Kata Khairuddin.

Menurutnya, tanah seluas 71 Ha itu dibeli dari putra-putri Sultan Deli dengan 8 sertifikat. Lahan itu dibeli dalam keadaan kosong tanpa ada bangunan. Kemudian supaya lahan bermanfaat, maka disewakan kepada PT Berkat Nugraha Sinar Lestari seluas 4 Ha untuk mendirikan pabrik kertas hingga sekarang.

Pihak PT SUU sudah berkali-kali memberikan peringatan kepada warga penggarap supaya tidak mendirikan bangunan di tanah milik PT SUU, tapi tidak diindahkan.

Bahkan meski beberapa kali dilakukan pertemuan di Kantor Camat Medan Belawan, warga penggarap tetap tidak mengindahkan permintaan pihak PT SUU.(Hamnas).



Kasus Dweling Time Penyebab Utama Manajemen Pelindo 1

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Terkait kasus dwelling time atau lamanya waktu bongkar muat peti kemas  di Pelabuhan bukan hal baru di Pelabuhan Belawan dan pelabuhan lainnya di wilayah Sumatera bagian utara.

Armen Tanjung menanggapi masalah dwiling time di wilayah kerja Pelindo I mengatakan Praktik itu sudah berlangsung lama tapi susah untuk diungkap karena dilakukan sangat rapi oleh mafia peti kemas yang sudah mengakar di manajemen PT Pelindo I (Persero) selaku  penguasa pelabuhan di Sumbagut “ Katanya.
Lanjut Armen, penyebab utama lamanya waktu bongkar muat peti kemas di pelabuhan wilayah Sumbagut terletak di manajemen Pelindo I. Sebab importir tidak mungkin mau barangnya berlama-lama tertahan di pelabuhan. Apalagi dipastikan mereka sudah mendapat izin memasukkan barang dari negara asal. Hanya saja masih ada perizinan yang harus diurus seperti surat persetujuan impor (SPI) “ Ungkapnya

Menurut Armen, Saat proses pengurusan perizinan itulah diduga terjadi gratifikasi dan penyuapan dwelling time bongkar muat peti kemas pelabuhan terjadi, Sebagai contoh, Kapal MV Ding Xiang Hai bermuatan 31.500 ton jagung asal Argentina yang dimpor PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk sudah sandar di Lampu Satu Pelabuhan Belawan sejak 18 Juli 2015. Namun hingga 13 Agustus 2015 kapal tersebut belum diizinkan sandar di Dermaga Pelabuhan Belawan karena diterbitkan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (Kementan) tanggal 10 Agustus 2015 lalu “ Ucapnya

Armen menjelaskan, Diduga hal itu terjadi karena ada konspirasi untuk saling menguntungkan yang dilakukan instansi terkait seperti Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, bea cukai, dan Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I," Dengan lamanya dwiling time maka berpeluang terjadi gratifikasi dan penyuapan kepada oknum sehingga cost barang semakin tinggi dan yang dirugikan masyarakat “ Jelas Armen.

Sementara Kasi Pengawasan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan Misman ketika dikonfirmasi mengatakan pemilik barang tersebut telah mengantongi izin dari Kementan dengan No 10134/PI.500/F/08/2015 yang dikeluarkan pada tanggal 10 Agustus 2015. Seyogianya, dalam 25 hari jagung itu sudah sampai ke gudang, tapi nyatanya masih ada di laut terombang-ambing “ Katanya.

Terpisah, Staf Unit Usaha Jasa Bongkar Muat Primkop TKBM Pelabuhan Belawan Samosir ketika dikonfirmasi mengakui Pelindo I sangat berperan penting dalam lama-cepatnya dwilling time,” Dapat dimuat dan bongkar peti kemas ditentukan manajemen PT Pelindo I “ Ucapnya.(Hamnas).


Pagar Tol Belmera 60 Persen Rusak Parah

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Sekitar 60 persen pagar yang membatasi lahan warga dengan Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa (Belmera) mengalami rusak parah, Kondisi ini sangat rawan menyebabkan kecelakaan maupun gangguan lalu lintas di jalan bebas hambatan itu, sebab masyarakat dapat dengan mudah menyeberangi jalan tol karena tidak ada lagi pagar pembatas.Rabu (16/09/2015).

Manager Lalu Lintas PT Jasa Marga Cabang Jalan Tol Belmera Nurmawan saat dikonfirmasi membenarkan kerusakan pagar Tol Belmera yang diakuinya sudah mencapai 60 persen itu, Pihaknya mengakui membangun pagar tol tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi warga di sekitar jalan tol merusaknya bahkan ada yang mencuri material besi pagar, tanpa memikirkan risikonya bagi pengguna jalan tol maupun warga sendiri “ Katanya

Lanjut Nurmawan, Apalagi di lintasan tol yang sangat dekat dengan permukiman padat penduduk, kondisi pagar tol bukan saja rusak parah karena tangan-tangan jahil warga, tetapi juga ada beberapa ruas pagar yang nyaris musnah karena materialnya dicuri “ Ucapnya

Nurmawan berharap kepada masyarakat di sekitar pinggiran Tol Belmera supaya menjaga pagar demi kepentingan bersama, terutama menyelamatkan nyawa manusia dari laka lantas “ Harapannya

Nurmawan menjelaskan, Tujuan membangun pagar itu bukan untuk mengekang kebebasan masyarakat sekitar jalan tol, tapi untuk menghindari supaya warga tidak dapat menyeberang jalan tol karena sangat rawan memicu lakalantas " Jelas Nurmawan.(Hamnas).


Dugaan Korupsi Pengadaan Barang Terbanyak, Mark Up Di PT Pelindo 1 Cabang Belawan

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Pada umumnya dalam pengadaan barang dan jasa, tindak pidana korupsi yang terjadi adalah mark up harga barang. Kebanyakan mark up itu terjadi karena penentuan owner estimate atau harga patokan dibuat tidak sesuai dengan prosedur.Selasa (15/09/2015).

Manager Umum PT Pelindo 1 Cabang Belawan Muhammad Natsir saat dikonfirmasi hape selulernya 081375253366 beberapa kali tidak ada jawaban dan tidak bisa dihubungi

Sementara Chairul SH Dewan Penasehat LSM Tipikor Medan mengatakan Harga sudah dibuat demikian tinggi sehingga memungkinkan untuk terjadi mark up. Ini perlu dilihat, dalam rangka pencegahan kita berupaya membuat standar-standar harga “ Katanya.

Chairul mencontohkan, pembuatan standar harga pengadaan barang dan jasa, Pelayanan Admininstrasi Perkantoran PT Pelindo 1 Cabang Belawan Tahun 2014 Dan Tahun 2015 dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur PT Pelindo 1 Cabang Belawan Tahun 2014 Dan Tahun 2015 seperti Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor, Penyediaan Komponen Instalasi Listrik/Penerangan Bangunan Kantor, Penyediaan Makanan dan Minuman, Pemeliharaan Rutin/Berkala Kendaraan Dinas/ Operasional, Pemeliharaan Rutin/Berkala Perlengkapan Gedung Kantor, Pemeliharaan Rutin/Berkala Taman,Tempat Parkir dan Halaman Kantor “ Ucapnya.

Lanjut Chairul, Dugaan 35 persen anggaran negara berpotensi dirugikan dari pengadaan barang dan jasa ini “ Ungkapnya.

Cahirul menambahkan, Pengadaan barang dan jasa ini tidak menutup kemungkinan 30 persen dari situ juga akan menimbulkan kerugian keuangan Negara akibat perbuatan korupsi “ Tambahnya.(Hamnas).



Akses Jalan Menuju Pelabuhan Belawan Butuh Perbaikan

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Pelabuhan Belawan merupakan salah satu pusat aktifitas pereke­nomian yang memerlukan sejumlah besar ken­deraan angkutan baik barang-barang maupun penumpang. Banyak­nya ken­deraan keluar-masuk pelabu­han se­kitarnya menyebabkan macet yang luar biasa setiap hari, kond­isi jalan yang sangat parah, jalan menjadi kubangan dimana-mana se­panjang dari Simpang Kam­pung salam sampai Depan Perusahaan Per­mata Hijau Group (PH), depan SPBU yang menuju masuk jalan tol belawan Besarnya ku­ba­ngan sa­ngat parah dan jika kita me­ngendarai mo­bil sedan akan sangat kesulitan melewatinya. Senin (14/09/2015).

Haris Kelana Damanik Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Medan Marelan dan salah seorang pengusaha muda mengatakan Pemerintah selalu mengumandangkan pembangunan yang sukses, akan tetapi persoalan jalan rusak seperti ini yang berulang kali setiap tahun mengalami rusak parah,  khususnya dimusim penghujan menyebabkan kerugian masyarakat dan pemerintah sendiri yang tidak sedikit,  dan jalan menjadi se­perti tidak mempunyai  tuan yang memperhatikan dan mengurusnya “ Kata Haris.


Menurut Haris, Pemerintah Kota Medan untuk melihat ini dan segera melakukan tindakan perbaikan, Jangan biarkan masyarakat selalu menderita menahankan kondisi yang tidak me­ngenakkan ini, Lakukanlah perbaikan berkualitas jika perlu beton bertulang karena Belawan tanahnya tidak stabil. Jika hanya tambal sulam, maka persoalan yang sama akan muncul setiap tahun, Horas Medan “ Ucap Haris.(Hamnas).

Jalan Menuju Pelabuhan Rusak Parah

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
Akibat dilintasi kenderaan ber­muatan berat, Jalan Pelabuhan Raya Kelurahan Belawan II, Jalan menuju tol belawan dan Kelurahan Bagan yang merupakan jalan lintas menuju pelabuhan Belawan mengalami rusak parah. Akibatnya, di ruas jalan itu kerap terjadi kemacetan. Senin (14/09/2015).

Haris Kelana Damanik Ketua PAC Partai Gerindra Kecamatan Medan Marelan dan seorang pengusaha mengatakan jalan menuju pelabuhan Internasional Belawan sudah tidak pantas lagi diaspal dengan menggunakan Hotmix (aspal beton), melainkan harus memakai cor beton, karena kenderaan yang melintas di jalan tersebut adalah truk-truk yang mengangkut segala jenis benda berat seperti semen, besi tepung, beras, garam dan barang lainnya dan mengakibat antrian panjang truk- truk bila masuk ke jalan Tol Belawan, karena kenderaan yang melintas semuanya melebihi tonase “ Kata Haris.

Lanjut haris, Meminta kepada instansi terkait secepatnya memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak itu, karena dengan kondisi macet panjang di kawasan tersebut dapat dimanfaatkan oleh para penjahat jalanan untuk malakukan kejahatan terhadap setiap kenderaan yang melintas “ Ungkap Haris.

Kita berharap pemerintah respon untuk memperbaiki jalan rusak itu, agar situasi macet tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab untuk menjarah kenderaan yang lewat di sana,” ungkapnya.

Menurut Haris, Pelabuhan Belawan menjadi salah satu pintu masuk bagi pelaku perdagangan dan pariwisata luar negeri di wilayah barat Indonesia, Pelabuhan Belawan memiliki wilayah sekitar 12.072,33 hektar, terdiri atas beberapa pelabuhan kecil, yaitu Pelabuhan Belawan Lama, Pelabuhan Ujung Baru, Pelabuhan Citra, Terminal Peti Kemas, Konvensional Gabion, dan Terminal Penumpang. Pelabuhan ini memiliki empat dermaga besar. Bahkan, dua dermaga diantaranya mampu menampung kapal dengan bobot 7000 ton jika berlabuh di sana. Padatnya lalu lintas pengangkutan barang membuat fasilitas jalan menuju dan keluar pelabuhan cepat rusak sehingga diperlukan kualitas jalan yang lebih baik “ Ucap Haris.

Haris berharap, Pemerintah respon untuk memperbaiki jalan rusak itu, agar situasi macet tidak dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk menjarah kenderaan yang lewat disana “ Harapannya.


Dari pantauan Media Metro Sumut.Com, Terlihat rusaknya jalan mencapai lebih kurang 3 kilometer. Banyak truk bermuatan lebih (over kapasitas) melintas ruas jalan itu, Kondisi itu disinyalir membuat aspal jalan tidak sanggup menanggung beban setiap kenderaan yang lewat disana, sehingga jalan cepat rusak.(Hamnas).

KPK Turun Ke Medan Untuk Periksa Anggota DPRD Sumut

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Ditangkapnya Gubernur Sumut non aktif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi atas kasus suap terhadap Hakim dan Panitera PTUN Medan, mulai menyeret anggota DPRD Sumut, KPK akan memeriksa 70 lebih anggota DPRD Sumut di Mako Brimob, jalan KH Wahid Hasyim Medan. Senin (14/09/2015).

Informasi yang dihimpun Media ini, Pemanggilan ini dibenarkan oleh Ketua DPRD Sumut, H. Ajib Shah. Dikatakannya bahwa anggota dewan akan dipanggil oleh untuk dimintai klarifikasi terkait jalannya Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara  dalam kurun waktu tahun 2013-2015.

Bahkan pemanggilan mantan dan anggota DPRD Sumut itu banyak yang berbeda, termasuk Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Sosial (Bansos) hingga pengajuan hak interplasi terhadap Gubernur Sumatera Utara non-aktif Gatot Pujo Nugroho,“ Tujuannya untuk klarifikasi, didengar keterangan terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan dan atau pemberian uang atau barang sesuatu yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera pada tahun anggaran 2013-2015 “ Katanya

Selain itu, pemanggilan anggota dewan sebanyak tujuh orang termasuk empat orang merupakan unsur pimpinan DPRD Sumut yang duduk pada periode 2009-2014, satu orang anggota DPRD Sumut dan dua pimpinan Fraksi yang kini masih duduk di DPRD Sumut,” Yang jelas tujuan dilakukan pemanggilan tersebut adalah hanya klarifikasi penerimaan dan barang sesuatu yang dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) tahun 2011-2013 “ Ucapnya.

Terkait isu pembatalan interpelasi yang selama ini sudah dimaklumi publik akibat beredarnya suap terhadap anggota dewan, Ajib Shah dengan tegas membantah bahwa politik transaksional lah yang menyebabkan batalnya interpelasi terhadap Gatot tersebut.(Red).




Sat Reskrim Polsek Biru-Biru Tangkap Tarigan Pencuri Ikan Mas

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Terlalu nekat menguras ikan sekolam milik Jenda Mehuli Tarigan (53) warga Dusun 7 Tanjung Mbarolan, Desa Ajibaho, Kecamatan Biru Biru, Kander Tarigan (34) warga yang sama diseret alias diamankan ke Kantor Polsek Biru Biru. Minggu (13/09/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Cerita korban Mehuli Tarigan didampingi istrinya Boru Barus saat ditemui di Polsek Biru Biru, ia mengetahui ikan mas miliknya dikuras oleh Kander Tarigan yang masih memiliki hubungan darah denganya tersebut, pada hari Minggu (6/9) sekira 06.30 WIB.

Saat itu, Mehuli Tarigan bersama istrinya pergi ke sawah berencana hendak memberi makan ikan Mas miliknya. Sesampainya disawah, alangkah terkejutnya Mehuli Tarigan melihat air kolam ikanya telah kering dan ribuan ekor ikan yang telah dipelihara selama 4 bulan telah hilang.

Melihat hal itu, Mehuli Tarigan bersama sang istri berupaya mencari pelaku yang mencuri ikanya. Terakhir, diketahui kalau pelaku adalah Kander Tarigan, masih keluarga dekat dengan korban.

Singkatnya,  Mehuli Tarigan mengendus keberadaan Kander Tarigan sedang berada di Desa Sidodadi Kecamatan Biru Biru. Mendapat informasi tersebut, korban langsung mencari keberadaan Kander Tarigan. Begitu ketemu, tersangka langsung ditangkap dan diintrogasi. Kander Tarigan tidak bisa berkelit dan mengakui perbuatanya. Selanjutnya, Kander Tarigan diseret ke Polsek Biru Biru," Kander Tarigan Itu sebenarnya adalah anak saudara saya. Pun demikian, saya sudah menganggap anak saya sendiri. Tapi saya sudah tidak tahan lagi, karena dia sudah berulang kali mencuri barang saya “ Kata Mehuli Tarigan di Polsek Biru Biru.

Sementara menurut Kander Tarigan, ia nekat mencuri ikan milik bapak tuanya tersebut karena tidak ada uang untuk beli beras," Uangnya sudah habis kubuat untuk membeli beras untuk makan anak dan istriku “ Ucap Ayah anak empat ini sambil tertunduk.

Sementara kanit reskrim Polsek Biru Biru Ipda Baheramsyah SH ketika dikomfirmasi membenarkan telah mengamankan seorang tersangka yang terlibat dalam pencurian ikan," Sudah diamankan, setelah diserahkan korbanya. Korban juga sudah membuat laporan. Soalnya, akibat pencurian yang dilakukan tersangka, korban merugi hingga Rp 6 juta rupiah “ Kata Baheramsyah.(Ruli).


Razia Kos-Kosan Yang Di Gelar BNNP Sumut, 19 Dibawa Untuk Di Assesment

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Pemberantasan peredaran narkoba kembali digaungkan oleh aparat dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara. Kemarin, BNNP Sumut kembali menyasar kos-kosan, targetnya memeriksa urine penghuni kos-kosan di Jalan Kangkung dan Jalan Sei Serayu. Sabtu (12/09/2015).

Informasi yang dihimpun Media ini, Dari dua lokasi ini, tim BNNP yang berasal dari sejumlah dokter dan psikolog membawa sembilan belas penghuni kos yang ternyata di tubuhnya positif mengandung narkoba.

Pejabat Hubungan Masyarakat (Humas) BNNP mengatakan Benar tadi kami melakukan pemeriksaan urine di rumah kos. Ada dua lokasi, di Jalan Kangkung dan Jalan Sei Serayu. Dalam pemeriksaan itu, ada sembilan belas penghuni kos yang positif gunakan narkoba “ Kata Ajun Komisaris Besar Polisi S Sinuhaji.

Lanjutnya, Dalam pemeriksaan di 2 lokasi itu, Sinuhaji menyatakan pihaknya tidak menemukan barang bukti narkoba, Seluruhnya dibawa ke kantor BNNP Sumut untuk pemeriksaan “ Ucapnya.

Sebelumnya Sinuhaji menjelaskan bahwa operasi pemeriksaan urine dengan sasaran diskotik dan rumah kos-kosan ini merupakan bagian dari operasi yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, yang menargetkan 100 ribu korban narkoba untuk direhabilitasi,“ Untuk Sumut ditargetkan 5.000 yang akan direhabilitasi, dan sampai saat ini BNNP Sumut sudah berhasil mengamankan 1.000 lebih pengguna narkoba dan setelah diassesment dikirim untuk direhabilitasi ke sejumlah panti rehabilitasi “ Jelasnya.(Red).


Sekitar 21 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat

Order Detail
Jakarta.Metro Sumut
Jenderal TNI Gatot Nurmantyo Panglima TNI Jenderal TNI menerima pelaporan Korps Kenaikan Pangkat 21 Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 14 Pati TNI AD, 5 Pati TNI AL dan 2 Pati TNI AU, bertempat di Ruang Panglima TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2, Jakarta Pusat. Sabtu (12/09/2015).

Informasi yang berhasil dihimpun Media ini, Ke 21 Pati TNI yang naik pangkat yaitu TNI AD:  Letjen TNI Torry Djohar Banguntoro (Wakabin), Mayjen TNI Mulyanto (Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI), Mayjen TNI Sudirman (Pangdivif-1 Kostrad), Mayjen TNI Ganip Warsoto (Pangdivif-2 Kostrad), Brigjen TNI Nurchahyanto (Danpussen Arhanud Kodiklat TNI AD), Brigjen TNI Robert R. Lumempouw (Bandep Lingkungan Alam Setjen Wantannas), Brigjen TNI Bambang Busono (Dirlat Kodiklat TNI AD), Brigjen TNI dr. Achmad Dewanto, Sp.PD (Wakapuskes TNI), Brigjen TNI Afanti S. Uloli, S.E., M.Si. (Bandep Pertahanan dan Kemanan Setjen Wantannas), Brigjen TNI Anang Dwitono, S.E., M.M. (Danpussenkav Kodiklat TNI AD), Brigjen TNI Taat Agus Budianto (Dirbekangad), Brigjen TNI Fabin Albert Emran (Kababek TNI), Brigjen TNI Madsuni (Danrem 033/WP (Tanjung Pinang) Kodam I/BB) dan Brigjen TNI Dudung Abdurachman, S.E. (Wagub Akmil).

Sementara TNI AL : Laksda TNI drg. Bambang Haryono R., Sp., Ort. (Kapuskes TNI), Laksma TNI Eko Yulianto, S.E., M.A.P. (Kadisbekal), Laksma TNI Supradono, S.H. (Kadiskumal), Laksma TNI Samsudin Safari Panjaitan (Danlantamal XIV/Sorong) dan Laksma TNI drg. Bambang Sucahyo, Sp., Ort (Kaladokgi REM Diskesal), adapun TNI AU : Marsda TNI Benedictus Widjanarko, M.Si. (Han) (Wakabais TNI) dan Marsma TNI Agustinus Sukendro B., S.E., M.M. (Kadismatau).

Dalam kata sambutannya Panglima TNI menyatakan bahwa, kenaikan pangkat adalah bukan kegiatan rutinitas, bukan jatah-jatahan, tetapi kenaikan pangkat merupakan akumulasi dari kinerja, motivasi dan loyalitas dari institusi yang sudah diukir oleh para Perwira Tinggi yang sudah mengabdi selama puluhan tahun di TNI. Selain itu, kenaikan pangkat ini adalah pasti ada seseorang yang mendukung dengan penuh yaitu istri,“ Melalui kenaikan pangkat, tunjukkan integritas, loyalitas, motivasi juang yang tinggi, sehingga menambah motivasi anak buah untuk berkeinginan yang sama mencapai pangkat sesuai dengan pimpinannya masing-masing “ Kata Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lanjutnya, Untuk itu TNI harus siap melaksanakan tugas apapun panggilan negara dan sampaikan kepada seluruh prajurit dan keluarganya untuk benar-benar memahami situasi saat ini. Pimpin para prajurit dengan segenap hati dan pikiranmu agar mereka patuh dan menyadari apa tugasnya sebagai seorang prajurit dan turut serta mewujudkan Indonesia yang aman dan nyaman “ Ucap Panglima TNI.(Melvy).


Dunia Internasional Setuju Pencurian Ikan Musuh Global

Order Detail
Jakarta.Metro Sumut
Dunia internasional setuju bahwa pencurian ikan adalah salah satu permasalahan atau musuh global yang harus diatasi. Jumat (11/09/2015).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan Semua dubes (duta besar) setuju IUU Fishing (pencurian ikan) adalah musuh global," kata Susi dalam Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertajuk Laut Masa Depan Bangsa " Katanya.

Menurut Susi, ia telah memanggil berbagai dubes negara-negara tetangga untuk jamuan makan siang bersama dan menyatakan kepada mereka bahwa Indonesia bakal menegakkan proses hukum terhadap pelaku pencurian ikan di kawasan perairan Indonesia. Menteri Susi berpendapat, selama ini praktik pencurian ikan sudah terjadi selama bertahun-tahun sehingga menjadi hal yang biasa sehingga seperti dilazimi bahwa seolah-olat laut RI itu zona internasional “ Ucapnya.

Dia juga mengingatkan bahwa banyak pula kejahatan yang terkait dengan pencurian ikan yang dinilai luar biasa dan bertahap-tahap karena bukan hanya ikan yang hilang, tetapi juga hal lain seperti BBM solar.


Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan aksi penenggelaman kapal pencuri ikan yang dilakukan aparat pemerintah merupakan aksi kedaulatan yang memperkokoh persatuan bangsa Indonesia,” Aksi penenggelaman ini sebagai efek gentar bagi para pelaku illegal fishing, agar kedaulatan bangsa atas laut dapat terus ditegakkan. Kedaulatan atas laut kita menjadi salah satu kunci, untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa " Ungkap Susi Pudjiastuti beberapa waktu lalu.(Melvy).

Warga Minta Lokasi TPA Medan Marelan Segera Di Pindahkan

Order Detail
Medan Marelan.Metro Sumut
Tempat pembuangan akhir (TPA) di Paluh Nibung Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, warga meminta agar lokasi TPA dipindahkan karena limbahnya kerap meresahkan mereka. Jumat (11/09/2015).

Sarwono (37), seorang warga pendemo mengatakan selama 5 tahun belakangan ini tumpukan sampah di TPA Paluh Nibung, Marelan kian meresahkan. Bahkan, limbah cair berbau busuk membuat kesehatan warga khususnya yang berdomisili di Lingkungan 1 Kelurahan Paya Pasir, Marelan terganggu,“ Tumpukan sampahnya setiap hari mengeluarkan bau busuk, air sumur pun tercemar. Kami minta supaya lokasi TPA ini segera dipindahkan “ Katanya.

Lanjut Sarwono, Atas Keluhan warga juga sudah mengajukan surat keberatan kepada Pemko Medan. Pasalnya, selain mengganggu kesehatan warga, lahan-lahan pertanian juga mengalami kerusakan akibat tercemar limbah sampah,“ Banyak lahan-lahan pertanian disini rusak, dan sudah tidak bisa ditanam padi lagi. Kalau terus seperti ini warga yang dirugikan “ Ungkapnya.


Terpisah, Ketua PAC Partai Gerindra Marelan Haris Kelana Damanik didampingi Ishak Setia Budi O.K.K/Wakil Ketua PAC Partai Gerinda Kecamatan Medan Marelan dan Ramli Harahap Dewan Penasehat PAC Partai Gerindra Marelan menanggapi hal tersebut, meminta Pemko Medan segera mencari solusi atas keresahan yang dialami masyarakat. Apalagi, dampak dari tumpukan sampah mulai mengancam kesehatan warga,“ Kalau masalahnya sudah sampai pada tingkat meresahkan, pemerintah harus segera mencari solusinya. Apalagi, dampak limbahnya membuat warga terjangkit penyakit “ Ucapnya.(Hamnas).
Portal Resmi Media Online Media Metro Sumut, Penerbit : PT Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW), SIUP-PM : No.01451/1.824.271, NPWP : 21.057.287.1-013.000, SK.Menkum HAM RI : AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. metrosumut.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger