Latest Products

Optimalisasi Lahan HGU Jadi Salah Satu Strategi Satgas PPR Percepat Huntap

Order Detail

Jakarta.Metro Sumut
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mengakselerasi penyediaan hunian tetap (huntap) bagi penyintas bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah pemanfaatan lahan Hak Guna Usaha (HGU) sebagai opsi relokasi hunian yang aman dan berkelanjutan.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan, lahan HGU menjadi salah satu opsi bagi penyediaan huntap dengan skema komunal, jika pemerintah daerah setempat kesulitan menyediakan lahan pembangunan huntap dan tidak tersedia lahan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di daerah tersebut.

“Perintah Presiden, semua tanah pemerintah diprioritaskan untuk korban bencana. Kalau tidak ada, kita lihat opsi lain, termasuk HGU. Prinsipnya tanah itu milik negara, hanya hak guna usaha saja, sehingga diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat terdampak,” ujar Tito usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Berdasarkan data pemetaan areal relokasi hunian dari Kementerian Kehutanan serta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, potensi lahan HGU yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan huntap sangat signifikan. Di Provinsi Aceh terdapat 52 lokasi HGU dengan luas mencapai 81.551 hektare, di Sumatera Utara sebanyak 18 HGU seluas 24.418 hektare, dan di Sumatera Barat 33 HGU dengan luas 88.405 hektare.

Satgas PRR juga telah mengidentifikasi kebutuhan lahan relokasi hunian seluas 4.778 hektare yang tersebar di tiga provinsi, terdiri dari 1.039 hektare di Aceh, 3.577 hektare di Sumatera Utara, dan 162 hektare di Sumatera Barat.

Optimalisasi lahan HGU menjadi salah satu cara penyediaan lahan bagi huntap dengan skema komunal yang merelokasi penyintas bencana ke kawasan baru yang aman dari potensi bencana. Huntap komunal nantinya akan dibangun oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman.

“Pemda yang daerahnya tidak ada (lahan BUMN), tapi ada HGU di situ, kebun sawit misalnya, itu sedang dikomunikasikan. Karena prinsip dasarnya itu adalah tanah punya negara, mereka hanya miliki HGU, tolonglah terketuk hatinya untuk masyarakat,” tutur Tito.

Selain dengan skema komunal, Satgas PRR juga menyiapkan huntap dengan skema in situ atau pembangunan kembali di area lahan milik masyarakat, yang pekerjaannya dilakukan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, dalam skema itu, Satgas PRR juga menyiapkan bantuan perbaikan rumah sebesar Rp60 juta yang diberikan dalam dua tahap, bagi penyintas yang ingin membangun kembali rumahnya secara mandiri. 

Data Satgas PRR per 9 April 2026 menunjukkan sebanyak 39.007 unit huntap akan dibangun di tiga provinsi terdampak. Saat ini, sebanyak 230 huntap sudah selesai dibangun dan 1.240 unit lainnya sedang dalam proses pembangunan. (Satgas PRR).

Persatuan Warga Batak Indonesia Apresiasi Kejati Kaltim, Ungkap Korupsi Miliaran Rupiah

Order Detail


Jakarta.Metro Sumut
Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) di bawah pimpinan Prof. Supardi mencatatkan capaian signifikan dalam penegakan hukum pada awal 2026, khususnya terkait kasus korupsi pertambangan. Kejati berhasil menyita uang tunai senilai Rp 214,2 miliar, mata uang asing, dan aset mewah terkait kasus korupsi lahan transmigrasi di Kutai Kartanegara. 

Terkait itu, Persatuan Warga Batak Indonesia memberikan apresiasi yang gemilang dibawah kepemimpinan Supardi.

"Langkah yang dilakukan Kejati Kaltim adalah tindakan baik dalam upaya melindungi aset negara. Ini patut diapresiasi,” ujar Tulus Simanjuntak dalam jumpa persnya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Pejuang suku Batak itu juga menyatakan dukungannya agar Kejati Kaltim menuntaskan kasus tersebut hingga ke akar-akarnya. Ia berharap, perkara yang turut menyeret oknum itu dapat menjadi pelajaran penting agar tidak ada lagi pihak yang menyalahgunakan aset negara untuk kepentingan pribadi.

"Sudah jelas dalam Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945, bahwa bumi, air, dan kekayaan alam dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Jadi tidak boleh ada yang memanfaatkannya untuk memperkaya diri sendiri,” tegas Tulus.

Ia juga memuji langkah cepat Kejati Kaltim yang telah menyita uang sebesar Rp214.2 miliar dalam kasus tersebut. Menurutnya, tindakan itu menunjukkan keseriusan aparat penegak hukum dalam memberantas korupsi di Tanah Air.

“Harus sat set dalam penegakan hukum. Ini contoh baik. Ke depan, kita berharap langkah seperti ini terus dilakukan,” katanya.

Lebih lanjut, Tulus mendorong Kejati Kaltim agar tidak berhenti pada kasus ini saja, melainkan terus menindak berbagai praktik korupsi lain di wilayah Kalimantan Timur.

“Kita mendukung penuh langkah Kejati Kaltim untuk membongkar kasus-kasus korupsi lainnya di daerah ini,” pungkasnya. (Eb).


Mendagri Tito dan Jajaran Lengkap Ikuti Rapat Kerja Pemerintah

Order Detail

Jakarta.Metro Sumut
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menghadiri Rapat Kerja Pemerintah yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026). Kehadiran Mendagri didampingi tiga Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), yakni Ribka Haluk, Bima Arya Sugiarto, dan Akhmad Wiyagus. Selain itu, hadir seluruh pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Rapat tersebut dihadiri anggota Kabinet Merah Putih, seluruh pejabat eselon I kementerian/lembaga, serta para direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Forum ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus penguatan konsolidasi pemerintah dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

Dalam taklimatnya, Presiden Prabowo Subianto mengapresiasi capaian pemerintah dalam menjaga dan mengendalikan arah pembangunan nasional, khususnya di tengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian.

“Di tahun pertama kita tidak dapat dipungkiri, kita telah mencapai tonggak-tonggak prestasi yang nyata, prestasi yang nyata. Di tengah prestasi yang nyata ini kita menghadapi keadaan dunia yang penuh dengan ketidakpastian, dengan penuh konflik, peperangan di mana-mana yang telah mengakibatkan goncangan-goncangan stabilitas dunia,” tuturnya.

Presiden juga menyampaikan bahwa pemerintah mampu mengendalikan arah pembangunan nasional dan melewati berbagai tantangan global dengan baik. Dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir, pemerintah dinilai berhasil menunjukkan kinerja baik dalam melaksanakan program dan kebijakan untuk kepentingan bangsa.

“Alhamdulillah kita dapat mengendalikan arah perkembangan bangsa. Kita mampu melewati berbagai risiko, dan telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, handal, serta mampu melaksanakan tugas bernegara dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa meskipun dunia tengah menghadapi berbagai krisis, kondisi Indonesia relatif tetap stabil. “Saya telah mempelajari angka-angka dan laporan dari para menteri. Ternyata kondisi kita cukup aman. Ada tantangan, ada kesulitan, tetapi kita mampu menghadapi dan mengatasinya,” tandasnya.

Rapat kerja ini menjadi penegasan bahwa seluruh jajaran pemerintahan harus terus memperkuat sinergi, meningkatkan kecepatan eksekusi, serta memastikan setiap kebijakan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan rakyat. (Puspen Kemendagri).


Lebih Dari 500 Titik Lumpur Dibersihkan, Aktivitas Warga Berlangsung Normal

Order Detail

Medan.Metro Sumut
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera melaporkan perkembangan signifikan pembersihan lumpur akibat bencana longsor dan banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Data Satgas PRR pada 6 April mencatat sebanyak 527 lokasi terdampak bencana yang tertimbum lumpur telah rampung dibersihkan. Rinciannya, di Aceh sebanyak 480 lokasi selesai dibersihkan dari 519 lokasi sasaran pembersihan. Di Sumut, 18 lokasi sudah dibersihkan dari 24 lokasi sasaran. Sementara di Sumbar, seluruh 29 lokasi sasaran telah selesai dibersihkan. 

Capaian saat ini menunjukkan lebih dari 92 persen lokasi tertimbun lumpur akibat bencana hidrometeorologi di Sumatera telah berhasil dibersihkan. Capaian tersebut juga menunjukkan progres pembersihan lumpur dibandingkan pada 2 April  2026 saat baru 445 lokasi telah dibersihkan dari lumpur.

Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian menegaskan pembersihan lumpur tetap menjadi prioritas pemulihan pascabencana Sumatera.

Proses pembersihan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berfokus pada pembukaan akses jalan nasional yang telah rampung 100 persen dan dapat kembali terbuka secara fungsional sejak 25 Januari 2026.

Sementara pada tahap kedua, kegiatan akan menyasar pada pembersihan lumpur yang fokus pada tiga jenis lokasi, yaitu sekolah, kawasan perkantoran, serta fasilitas umum seperti puskesmas, masjid, dan lainnya.

Satgas PRR secara khusus juga menerjunkan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk membantu pembersihan lumpur di Kabupaten Aceh Tamiang. Gelombang ketiga Praja IPDN diterjunkan pada Sabtu (4/4/2026), sebanyak 731 personel disertai 37 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Dalam Negeri untuk membersihkan lumpur di 42 lokasi, termasuk kawasan pemukiman, drainase, serta fasilitas umum dan fasilitas sosial. 

"Target utamanya adalah menyelesaikan persoalan yang masih terkena lumpur ada yang sudah mengeras, termasuk situs sejarah (Istana Benua Raja), ini kemudian juga ada rumah masyarakat, drainase dan lain- lain," kata Tito saat memimpin apel pembukaan PKL gelombang ketiga Praja Pratama IPDN di Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). (Satgas PRR).





Bekerja Dengan Seimbang, Bertumbuh Dengan Kuat Di Pelindo Multi Terminal

Order Detail

Medan.Metro Sumut
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), subholding PT Pelabuhan Indonesia (persero) bidang operasional terminal nonpetikemas, terus memperkuat implementasi program employee well-being sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan kesehatan fisik, mental, finansial, dan sosial pekerja di lingkungan perusahaan. Kamis (09/04/2026).

Upaya ini menjadi penting di tengah dinamika sektor logistik yang semakin kompleks, di mana produktivitas tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga kesiapan mental dan ketahanan individu, serta kemampuan untuk tetap adaptif dan tidak rapuh (anti-fragile) dalam menghadapi perubahan.

Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto menuturkan, pelabuhan memiliki peran strategis sebagai mata rantai logistik, baik di tingkat nasional maupun daerah. Kelancaran arus barang yang terjadi di pelabuhan bukan hanya hasil kerja individu tertentu, melainkan kontribusi dari seluruh pihak yang terlibat dalam ekosistem tersebut.

"Kita patut bersyukur dapat menjadi bagian dari sektor logistik yang memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas distribusi barang. Namun demikian, kita juga harus menyadari bahwa dunia saat ini terus mengalami perubahan yang dinamis, disertai berbagai tantangan dan tekanan yang tidak dapat dihindari," jelasnya dalam kegiatan Sharing Session BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) edisi April series ke-31 dengan tema “Resilience & Mindfulness: Stronger, Together, One Pelindo” pada Selasa (7/4/2036) di Grha Pelindo Medan serta diikuti secara virtual oleh insan perusahaan di seluruh wilayah melalui Zoom Meeting.

Lebih jauh Edi mengungkapkan, dalam menghadapi kondisi tersebut, diperlukan sikap resiliensi. Resiliensi bukan sekadar tentang kekuatan untuk bertahan, melainkan kemampuan untuk bangkit setiap kali menghadapi kegagalan atau kesulitan dan tidak rapuh (anti fragile) di tengah tekanan dan perubahan. Karena pada kenyataannya, setiap individu pasti pernah mengalami jatuh dalam prosesnya.

"Melalui resiliensi, pengendalian diri, serta fokus dalam bekerja, kita akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat," pungkasnya.

Coach Trie Setiatmoko yang akrab disapa Tiko, Professional Coach dari ESQ Coaching Academy memaparkan pentingnya ketahanan diri, kesadaran penuh, serta keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental dalam mendukung kinerja yang optimal. Ia mengajak peserta memahami bahwa tantangan yang dihadapi harus diimbangi dengan kapasitas diri yang terus dikembangkan. Ia juga menjelaskan keterkaitan antara tubuh, perasaan, dan pikiran, serta bagaimana kondisi mental yang baik dapat berdampak langsung pada produktivitas kerja. 

Berdasarkan riset University of Oxford (2019), karyawan yang bahagia terbukti 13% lebih produktif, sementara Global Human Capital Trends (2020) menunjukkan bahwa karyawan dengan kualitas hidup yang baik cenderung lebih loyal dan memberikan pelayanan yang lebih baik.

“Seringkali energi negatif muncul karena kita terjebak pada masa lalu atau terlalu khawatir dengan masa depan. Padahal, yang paling penting adalah bagaimana kita hadir sepenuhnya di saat ini. Itulah yang disebut mindfulness. Dengan mengelola respon kita melalui konsep event + response = outcome, serta menerapkan metode 3R yaitu Relax, Release, dan Refocus, kita dapat mengarahkan pikiran menjadi lebih fokus dan menghasilkan outcome yang lebih positif,” jelas Tiko.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Tiko mengajak seluruh peserta untuk langsung mempraktikkan konsep 3R yang telah dipaparkan melalui sesi relaksasi terpandu. Dalam sesi ini, peserta diajak untuk menenangkan diri (relax), melepaskan beban pikiran (release), serta mengarahkan kembali fokus dan energi positif (reconnecting). Kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemberian afirmasi positif yang bertujuan memperkuat mental dan membangun kesadaran diri, sehingga peserta dapat mengimplementasikan nilai-nilai resilience, mindfulness, serta sikap adaptif dan tidak rapuh (anti fragile) secara nyata, baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, Pelindo Multi Terminal berharap seluruh insan perusahaan dapat semakin resiliensi, mampu mengelola pikiran dan emosi dengan baik, serta menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, dan penuh energi positif yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama juga perusahaan menyerahkan penghargaan kepada sembilan purnabakti dari berbagai unit kerja sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi selama masa kerja. Penghargaan yang diberikan menjadi simbol penghormatan atas pengabdian para insan perusahaan yang telah memasuki masa purna tugas. (Hamnas).


Satgas PRR Terus Dorong Realisasi Jaminan Hidup Agar Penyintas Semakin Berdaya

Order Detail

Medan.Metro Sumut
Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus meningkatkan penyaluran aneka bantuan sosial (bansos) untuk menopang kehidupan penyintas pascabencana banjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Bansos yang disalurkan terdiri dari bantuan jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, serta stimulan sosial dan ekonomi. Paket bantuan ini disalurkan untuk mendukung percepatan pemulihan sekaligus membantu pemenuhan kebutuhan ekonomi penyintas bencana.

Data laporan harian Satgas PRR per 6 April mencatat penyaluran bantuan jadup, isi hunian, dan stimulan ekonomi telah menjangkau 60.373 jiwa dari total alokasi 66.008 jiwa yang direncanakan. Total dana tersalurkan mencapai Rp483.959,85 miliar.

Secara rinci, Aceh mencatatkan realisasi tertinggi dengan penyaluran menjangkau 47.483 jiwa dan total dana tersalurkan mencapai Rp366.298 miliar. Di Sumut, bantuan telah menjangkau 11.091 jiwa dengan total dana mencapai Rp101.371,3 miliar. Kemudian di Sumbar bantuan telah menjangkau 1.799 jiwa dengan total dana mencapai Rp16.290,550 miliar.

Skema penyaluran jadup disalurkan dengan senilai Rp15.000 per jiwa/hari selama tiga bulan. Sementara bantuan isi hunian disalurkan dengan skema senilai Rp3 juta per kepala keluarga. Adapun bantuan stimulan sosial dan ekonomi diberikan senilai Rp5 juta per keluarga.

Bantuan jadup, isi hunian, dan stimulan ekonomi merupakan salah satu skema bantuan pascabencana yang diberikan untuk menjamin keberlangsungan hidup penyintas bencana. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses pemulihan tidak hanya menyentuh intrastruktur fisik tetapi juga daya beli masyarakat yang harus pulih pascabencana.

Selain itu, untuk melengkapi kebutuhan dasar penyintas bencana, Satgas PRR juga menggelontorkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas bencana yang tidak memilih tinggal di hunian sementara (huntara). Besaran bantuan DTH yang dikucurkan adalah Rp600.000 per bulan untuk jangka waktu tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total dana sebesar Rp1,8 juta.

Hingga saat ini, seluruh rekening penerima DTH telah menerima transfer dana dengan tingkat penyaluran mencapai 100 persen untuk 14.775 penerima di tiga provinsi. Adapun rinciannya di Aceh terdiri dari 8.709 penerima, kemudian di Sumut 4.162 penerima dan di Sumbar 1.904 penerima.

Sebelumnya, saat meninjau penyintas bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan aneka bantuan tersebut paralel disalurkan kepada penyintas bencana seiring dengan pembangunan hunian layak.

Tito menjelaskan selama huntap belum rampung dibangun, penyintas bencana akan mendapat bantuan lauk-pauk Rp15.000 per orang per hari selama tiga bulan. Skema ini disesuaikan dengan target pambangunan huntap yang lebih kurang memakan waktu tiga sampai empat bulan.

"Selama huntap belum jadi, masyarakat jangan khawatir, karena huntara kan ada. Nanti dana uang lauk pauk sebesar Rp15.000 per orang per hari tetap jalan terus. Kalau huntap belum jadi 3 bulan, tetep saja akan (dilanjutkan) diberikan," kata Tito di Desa Sekumur, Sekerak, Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). (Van).

Pelindo Regional 1 Terima Kunjungan Kerja Komite II DPD RI, Bahas Penguatan Implementasi UU Pelayaran

Order Detail

Medan.Metro Sumut
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menerima kunjungan kerja Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia pada hari Selasa, 07 April 2026 di Gedung Graha Pelindo Regional 1 dalam rangka pelaksanaan fungsi pengawasan dan advokasi terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran. Rabu (08/04/2026).

Kunjungan tersebut dihadiri oleh Direktur Kelembagaan Pelindo, Capt. Hendri Ginting, bersama Ketua Komite II DPD RI, Badikenita BR Sitepu, beserta jajaran anggota Komite II. Kehadiran rombongan disambut oleh manajemen Pelindo Regional 1, termasuk General Manager Pelindo Regional 1 Belawan beserta jajaran.

Turut hadir dalam kegiatan ini unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya perwakilan Pemerintah Daerah dan Kapolres, serta pemangku kepentingan terkait seperti Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan, Bea Cukai, PT Jasa Marga, serta asosiasi kepelabuhanan seperti ASDEKI dan PEPINDO.

Kunjungan kerja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi strategis antar pemangku kepentingan guna memastikan efektivitas implementasi regulasi di sektor pelayaran. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan kinerja sektor kepelabuhanan serta mewujudkan sistem logistik nasional yang semakin terintegrasi.

Manager Hukum dan Humas Pelindo Regional 1, Fadillah Haryono, menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah positif dalam memperkuat sinergi antara regulator, operator, dan seluruh pemangku kepentingan di sektor kepelabuhanan. “Melalui koordinasi yang erat, diharapkan setiap kebijakan yang dihasilkan dapat lebih implementatif serta mampu menjawab tantangan di lapangan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai isu strategis dan dinamika operasional di lapangan menjadi fokus pembahasan. Diskusi yang berlangsung menghasilkan sejumlah masukan dan rekomendasi konstruktif sebagai bagian dari upaya penyempurnaan kebijakan di bidang pelayaran dan kepelabuhanan.

Pelindo Regional 1 menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan peran secara profesional, adaptif, dan berdaya saing global. Selain itu, Pelindo juga mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang unggul, aman, dan berkelanjutan. (Hamnas).




Sinergi Babinsa Dan Masyarakat Desa Pojok Bersihkan Irigasi Demi Pertanian Lancar

Order Detail

Blitar.Metro Sumut
Babinsa Desa Pojok Koramil 0808/02 Garum Sertu Kasiyato melaksanakan kegiatan gotong royong pembersihan saluran irigasi bersama warga di Dusun Talok RT. 03 RW. 02 Desa Pojok Kecamatan Garum, Rabu (8/4/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menjaga kelancaran aliran air bagi kebutuhan pertanian warga setempat.

Dalam kegiatan tersebut, Sertu Kasiyato bersama masyarakat tampak kompak membersihkan sampah, rumput liar, dan endapan lumpur yang menyumbat saluran irigasi. Dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul, sabit, dan sekop, pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan penuh semangat gotong royong.

Sertu Kasiyato menyampaikan bahwa pembersihan saluran irigasi sangat penting dilakukan secara rutin guna mencegah terjadinya penyumbatan yang dapat menghambat distribusi air ke lahan pertanian. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk mengantisipasi potensi banjir saat musim hujan.

Warga Dusun Talok menyambut baik kehadiran Babinsa yang selalu aktif turun langsung ke lapangan membantu berbagai kegiatan masyarakat. Mereka merasa terbantu dan termotivasi untuk terus menjaga kebersihan lingkungan serta mempererat kebersamaan antar warga.

Melalui kegiatan gotong royong ini, diharapkan hubungan antara TNI dan masyarakat semakin harmonis serta mampu menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga lingkungan. Sinergi yang terjalin diharapkan dapat terus berlanjut demi mendukung kesejahteraan dan kemajuan desa. (Dim0808).




Lurah Teluk Merbau Sebut Jadi Korban Fitnah Oknum LSM Dalam Pembangunan 9 Unit WC Individual

Order Detail

Rokan Hilir.Metro Sumut
Lurah Teluk Merbau, Lailatul Mardiah SPd.MM membantah dan memberikan klarifikasi terkait tudingan salah satu oknum LSM di halaman akun tiktok bernama Rudi Independen Rohil yang menuduh Lurah Teluk Merbau terlibat korupsi program pembangunan 9 Unit WC individual Tahun Anggaran 2025 di Kelurahan Teluk Merbau, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir.

Lurah Teluk Merbau mengaku, tidak pernah terlibat dalam pemindahan rekening masyarakat ke toko bangunan, dan tidak mengetahui adanya bon kosong yang dibuat toko bangunan sebagaimana yang dituduhkan.

"Narasi yang dituduhkan kepada saya terlalu tendensius, tak berdasar, dan itu jelas fitnah bagi saya," kata Lurah Teluk Merbau, Lailatul Mardiah, SPd.MM kepada Metro Sumut (MS) Rabu (8/4/2026).

Diterangkan Lurah, terkait pembangunan 9 unit WC individual di Kelurahan Teluk Merbau dengan anggaran Rp 11 juta per unit  berawal dari konsultan atas nama, Rian menghubungi dirinya yang menyatakan bahwa Kelurahan Teluk merbau mendapatkan bantuan pembangunan WC sebanyak 9 penerima manfaat.

"Kemudian seiring berjalan waktu, saya menerima informasi dari konsultan untuk menyampaikan kepada 9 penerima manfaat agar membuka buku tabungan di bank Riau Kepri Cabang kubu," jelasnya.

Lebih jauh diterangkan Lurah, setelah tabungan penerima manfaat siap, dirinya diarahkan oleh konsultan untuk memegang buku tabungan tersebut dengan alasan takut disalah gunakan oleh penerima manfaat.

"Setelah rekening siap, saya di hubungi konsultan melalui via telpon untuk memberikan buku tabungan 9 penerima manfaat itu kepada anggotanya bernama Zaudi, kemudian setelah itu saya selaku lurah tidak lagi di libatkan konsultan dalam progres pekerjaan di lapangan, jadi apa yang dituduhkan kepada saya adalah fitnah," ujarnya. 

Lurah juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Rohil, H.Bistamam dan Wakil Bupati Rohil, Jhony Charles, serta  Dinas Perkim Rohil atas adanya program pembangunan bantuan 9 unit  WC individual di Kelurahan Teluk Merbau.

"Atas nama masyarakat Kelurahan Teluk Merbau, kami ucapkan ribuan terimakasih kepada Pemkab Rohil atas bantuan 9 unit WC Individual, kami berharap agar program serupa kedepannya agar dapat kembali di direalisasikan karena masyarakat Kelurahan Teluk merbau masih banyak yang belum memiliki jamban sehat," akunya. 

Diuraikan Lurah, berdasarkan keterangan dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Rokan Hilir, pengerjaan 9 unit WC individual di Kelurahan Teluk Merbau tersebut masa pengerjaan sampai di bulan Juni-2026  mendatang secara swakelola Non tunai.

"Pengerjaan program pembangunan 9 unit MC di Kelurahan Teluk Merbau samapi bulan Juni mendatang, masih ada waktu pengerjaan sekitar dua bulan lagi, jadi apa yang diberitakan tentang pembangunan WC mangkrak itu tidak benar, karena masih dalam tahap progres pengerjaan," pungkasnya. (Rusman Wapemred).

Jadi Gerbang Diplomasi Maritim, KRI Bima Suci Sandar Di Pelabuhan Belawan

Order Detail


Medan.Metro Sumut
PT Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, memastikan kesiapan fasilitas dan layanan kepelabuhanan untuk kunjungan kapal layar latih legendaris TNI Angkatan Laut, KRI Bima Suci, yang bersandar di Dermaga 104 Pelabuhan Belawan pada Minggu (5/4). Kunjungan ini merupakan bagian dari misi internasional ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026 dan latihan praktik Kartika Jala Krida (KJK) 2026.

Kedatangan kapal ini menandai peran strategis Pelabuhan Belawan sebagai gerbang diplomasi maritim. KRI Bima Suci hadir dengan misi "Sailing Together for Navy Brotherhood", membawa taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) untuk melakukan latihan praktik diplomasi ke luar negeri. Selain menjalankan misi militer, kapal ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat umum untuk melakukan tour ship (kunjungan kapal) guna mengenal lebih dekat kapal layar tiang tinggi kebanggaan Indonesia tersebut.

Dalam pelayaran kali ini, KRI Bima Suci membawa keistimewaan dengan mengikutsertakan lebih dari 20 cadet (kadet) mancanegara serta pemuda-pemudi terbaik dari berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Jakarta, dan Medan. Kehadiran para pemuda ini bertujuan untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia internasional selama masa pelayaran sebelum mereka dijadwalkan turun di Sri Lanka.

Dermaga 104 Pelabuhan Belawan yang dikelola oleh Pelindo Multi Terminal menjadi titik pemberangkatan terakhir di tanah air dalam rangkaian rute internasional tahun ini. Setelah bertolak dari Belawan yang dijadwalkan pada Rabu (8/4), Satgas Kartika Jala Krida akan melanjutkan perjalanan menuju berbagai negara sahabat, di antaranya Sri Lanka, Singapura, Vietnam, China, Korea Selatan, Rusia, Jepang, dan Filipina, sebelum akhirnya kembali ke pangkalan utama di Surabaya.

Branch Manager Pelindo Multi Terminal Belawan, Khoiruddin Lubis menyampaikan bahwa pihaknya memastikan kesiapan fasilitas dan layanan kepelabuhanan dalam menyambut kunjungan kapal layer tersebut di Pelabuhan Belawan, mulai dari kesiapan dermaga, pengaturan operasional, hingga dukungan bagi aktivitas kunjungan masyarakat di area pelabuhan.

“Kami menyambut hangat kehadiran kapal KRI Bima Suci di Pelabuhan Belawan sebagai bagian dari momentum penting untuk memperkuat literasi dan diplomasi maritim. Kami berharap kunjungan ini dapat mengisnpirasi masyarakat, khususnya generasi muda untuk semakin mencintai dunia maritim, serta menguatkan peran Pelabuhan Belawan yang memiliki posisi strategis sebagai jalur pelayaran internasional sekaligus pintu gerbang utama maritim di wilayah barat Indonesia,” tutur Khoiruddin. (Hamnas).




Sidang KDRT Di PN Lubuk Pakam Ditunda, Kuasa Hukum Soroti Kejanggalan Perkara

Order Detail

Deli Serdang.Metro Sumut
Sidang perkara dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dengan terdakwa Sherly di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam Kelas IA, Kabupaten Deli Serdang, terpaksa ditunda pada Selasa (7/4/2026). Penundaan dilakukan karena Ketua Majelis Hakim berhalangan hadir dengan alasan menjalankan tugas lain.

Perkara bernomor 214/Pid.Sus/2026/PN Lubuk Pakam tersebut sebelumnya dijadwalkan dengan agenda pemeriksaan saksi dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Meski demikian, sidang batal dilaksanakan walaupun para saksi disebut telah hadir di ruang sidang.

Sidang yang berlangsung di ruang sidang 4 Pengadilan Negeri Lubuk Pakam itu kini dijadwalkan kembali pada Selasa, 14 April 2026.

Usai persidangan, tim kuasa hukum terdakwa yang dipimpin Jonson Sibarani, S.H., M.H., bersama Togar Lubis, S.H., M.H., dan Sudirman, S.H, M.H., menyampaikan terkejut atas penundaan tersebut. Mereka menilai penundaan terjadi secara mendadak, padahal seluruh persiapan untuk pemeriksaan saksi telah dilakukan.

“Kami cukup terkejut, karena seluruh materi pertanyaan sudah kami siapkan, dan para saksi juga telah hadir,” ujar Jonson.

Lebih lanjut, Jonson menyoroti sejumlah kejanggalan dalam perkara yang menjerat kliennya. Ia menilai kasus tersebut seharusnya tergolong sederhana, namun dalam perjalanannya justru memunculkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam proses hukum.

Ia juga menyinggung kondisi penegakan hukum di Sumatera Utara yang menurutnya tengah menghadapi berbagai persoalan. Bahkan, ia mengindikasikan adanya potensi intervensi dalam perkara tersebut.

“Dalam pandangan kami, klien kami justru merupakan korban jika melihat kronologi yang ada,” tegasnya.

Jonson turut mempertanyakan logika hukum dalam kasus ini, terutama terkait dugaan kekerasan yang melibatkan seorang perempuan terhadap suaminya, sementara pihak lain dinilai tidak tersentuh hukum.

Selain itu, ia menyinggung perkara lain yang melibatkan mantan suami terdakwa yang sebelumnya lolos melalui praperadilan. Menurutnya, proses hukum seharusnya dilanjutkan untuk penyempurnaan, bukan malah dihentikan Polda Sumut.

Atas hal tersebut, tim kuasa hukum meminta perhatian Komisi Yudisial serta Badan Pengawas Mahkamah Agung agar mengawasi jalannya persidangan guna memastikan objektivitas dan keadilan tetap terjaga. Tidak kecolongan lagi seperti di dalam perkara-perkara sebelumnya.

Sementara itu, Togar Lubis berharap adanya dukungan dari berbagai pihak, termasuk media, untuk mengawal proses hukum. Ia menilai perkara tersebut memiliki sejumlah kejanggalan, bahkan dari perspektif akademis terkait penanganan kasus KDRT.

Di sisi lain, terdakwa Sherly berharap majelis hakim dapat memutus perkara dengan mempertimbangkan hati nurani serta memberikan perlindungan kepada perempuan yang menjadi korban KDRT.

Sidang lanjutan dijadwalkan kembali digelar pada 14 April 2026 dengan agenda pemeriksaan saksi.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelapor berinisial R belum memberikan keterangan langsung kepada media dan memilih menyampaikan tanggapan melalui penasihat hukumnya. (Git/Ham).


KRI Bima Suci Sandar Di Pelabuhan Belawan 5–8 April 2026

Order Detail

Belawan.Metro Sumut
Kapal latih TNI AL, KRI Bima Suci, sandar di Pelabuhan Belawan pada 5 hingga 8 April 2026. Selama masa sandar, kapal tersebut dibuka untuk kunjungan masyarakat dengan pengaturan yang telah ditetapkan. Kehadiran KRI Bima Suci memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat langsung kapal latih TNI AL sekaligus mengenal lebih dekat dunia kemaritiman.

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan mendukung kegiatan tersebut dengan memastikan kesiapan fasilitas pelabuhan serta koordinasi dengan pihak terkait guna mendukung kelancaran kunjungan.

Executive General Manager Pelindo Regional 1 Belawan, Yusrizal, menyampaikan bahwa kehadiran KRI Bima Suci menjadi momentum positif bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kehadiran KRI Bima Suci di Pelabuhan Belawan sebagai sarana edukasi dan pengenalan dunia kemaritiman kepada masyarakat,” ujarnya.

Kunjungan masyarakat dilakukan dengan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku selama kapal bersandar. (Hamnas).


Babinsa Kotes Bersama Bidan Desa Laksanakan Posyandu, Wujudkan Kesehatan Masyarakat

Order Detail

Blitar.Metro Sumut
Babinsa Desa Kotes Koramil 0808/15 Gandusari Serma Gunawan, melaksanakan kegiatan Posyandu bersama Bidan Desa Ibu Anik, S.Keb, di Gedung Serba Guna Dusun Kotes Desa Kotes Kecamatan Gandusari, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan Posyandu ini merupakan salah satu upaya Babinsa dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak.

Dalam kegiatan Posyandu tersebut, Bidan Desa Ibu Anik, S.Keb, memberikan penyuluhan tentang pentingnya ASI eksklusif dan imunisasi bagi bayi dan balita. Posyandu ini juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan bagi ibu dan anak, serta pemberian vitamin dan makanan tambahan bagi balita.

Serma Gunawan juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan gizi bagi keluarga.

Lanjut Serma Gunawan juga memberikan motivasi kepada ibu-ibu untuk selalu menjaga kesehatan maupun gizi keluarga dan berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kotes, ujarnya.

Harapan kedepannya kegiatan Posyandu ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan masyarakat di Desa Kotes dan saya juga mengajak masyarakat untuk terus berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu dan menjaga kesehatan keluarga. (Dim0808).

Menteri Keuangan Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Akhir 2026

Order Detail

Jakarta.Metro Sumut
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Solar Subsidi tidak akan mengalami kenaikan sampai akhir 2026.

Pernyataan itu diberikan lantaran dirinya telah membuat perhitungan, jika harga minyak dunia bertahan di USD 100 per barel sampai akhir tahun, maka defisit anggaran masih berada pada kisaran 2,9 persen terhadap PDB.

Purbaya lantas menekankan bahwa keuangan negara masih kuat untuk menopang biaya kompensasi terhadap BBM subsidi. Terlebih pemerintah masih memiliki saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp 420 triliun.

"Jadi ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, dan anggaran saya cukup," tegas Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).

"Kalau kepepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi lagi, enggak terkendali misalnya. Selama supply-nya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp 420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL," bebernya.

Menurut dia, pemakaian SAL untuk menambal kompensasi terhadap BBM subsidi jadi skenario terburuk. Sebab, ia menilai kecil kemungkinannya bahwa harga minyak bakal bertahan di atas USD 100 per barel untuk waktu yang panjang.

"Jadi itu saya ingin menegaskan lagi, masyarakat enggak usah khawatir, enggak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang. Gini-gini uangnya banyak nih, beunghar, kaya lah," ungkap dia.

"Uang kita cukup. Jadi setiap kebijakan yang diberikan tadi tentu ada konsekuensi biayanya ke kami, dan kami sudah hitung cukup," dia menekankan.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajak PT Pertamina (Persero) dan badan usaha (BU) swasta untuk menghitung formulasi harga BBM non subsidi. Adapun per 1 April 2026, pemerintah menahan kenaikan harga BBM meskipun terjadi lonjakan harga minyak mentah imbas kemelut di Timur Tengah.

"Menyangkut dengan harga BBM non subsidi, kita lagi melakukan pembahasan. Nah pembahasan ini sudah tentu melibatkan juga adalah badan swasta lainnya," ujar Bahlil di kantornya, Jakarta, Senin (6/4/2026)

Ia mengatakan, pemerintah bersama perusahaan pengelola SPBU tengah mencari formulasi harga BBM non subsidi agar tidak memberatkan masyarakat.

"Dan sampai dengan sekarang kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Nah tunggu sampai selesai, saya akan kabari," imbuh Bahlil.

"Yang jelas bahwa pemerintah sangat memahami kondisi yang hari ini masyarakat yang ada di tengah-tengah masyarakat, baik itu yang untuk subsidi maupun non-subsidi," dia menekankan.

Kendati begitu, Bahlil belum bisa membocorkan kapan hitung-hitungan itu akan selesai. "Ya saya kan sudah bilang tadi, kami lagi melakukan rapat untuk membangun membuat exercise ya," tegasnya. (Mev/San).




Luar Biasa, Iran Tipu AS Gunakan Senjata Palsu

Order Detail

Jakarta.Metro Sumut
Hasil intelijen Amerika Serikat (AS) menemukan bahwa Iran selama perang menggunakan senjata palsu untuk mengecoh Washington dan Israel.
Badan-badan intelijen AS baru-baru ini mengungkap laporan bahwa Teheran telah mengecoh AS-Israel menggunakan senjata palsu, yang tampaknya sengaja ditempatkan untuk diserang.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, Sejumlah pejabat yang diberikan informasi ini mengatakan bahwa hingga kini, AS belum bisa memastikan berapa banyak peluncur rudal Iran yang sesungguhnya yang telah mereka hancurkan selama perang.

AS sampai sekarang juga kesulitan memperkirakan jumlah pasti peluncur rudal milik Iran. Pekan lalu, Pentagon dan Gedung Putih mengeklaim telah membuat kemajuan signifikan dalam perang melawan Iran. Dalam sebuah pengarahan, Pentagon mengaku telah menyerang 11.000 target di Iran selama 5 pekan terakhir.

Namun, badan-badan intelijen AS ragu bahwa serangan AS ke Iran sudah menghancurkan kemampuan rudal Teheran. Sebab, Iran pada faktanya masih terus aktif meluncurkan rudal.

Menurut perkiraan pejabat AS, Iran menembakkan sekitar 15-30 rudal balistik dalam sehari. Badan-badan tersebut pun meyakini bahwa Iran menyembunyikan peluncur-peluncur rudalnya di dalam bunker dan gua guna melindungi mereka dari serangan.

Berdasarkan penilaian intelijen, Iran ingin mempertahankan sebanyak mungkin peluncur rudalnya agar bisa terus memberikan tekanan jika perang berlarut-larut, atau mengancam kawasan setelah perang berakhir.

Media Israel Haaretz sempat melaporkan bahwa Iran menggunakan buldozer untuk menggali peluncur rudal yang mereka simpan di bawah tanah.

Persoalan tentang senjata palsu Iran ini sempat jadi perbincangan hangat di media sosial saat awal perang pecah.

Pada awal Maret, beredar kabar di media sosial bahwa Iran menggunakan pesawat dan tank balon buatan China untuk mengecoh AS-Israel.

Salah satu video yang viral menyebutkan bahwa taktik tersebut bukan hal aneh karena pernah digunakan dalam konflik. Perang Rusia dan Ukraina adalah salah satu contoh penggunaan tank palsu untuk mengelabui musuh.

"Beberapa model dibuat sederhana dari kayu atau kain agar menyerupai kendaraan, seperti BMP-1, sementara model lain lebih canggih, meniru tank seperti Leopard 2A6 dan T-72, termasuk tank tiup yang mudah dipindahkan," demikian narasi video tersebut. (Kat).


Wapres Tinjau Lokasi Terdampak Gempa Di Manado

Order Detail

Manado.Metro Sumut
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka telah tiba di Manado, Sulawesi Utara, Senin malam, guna meninjau beberapa lokasi terdampak gempa bumi magnitudo 7,6 terjadi pada 2 April 2026 pukul 06.48 WITA.

Kepala Biro Administrasi Pimpinan Pemprov Sulut, Christian Iroth mengatakan Wapres Gibran tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado sekitar pukul 19.00 WITA, dijemput langsung Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Wakil Gubernur Victor Mailangkay, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

"Ada sejumlah agenda yang akan dilakukan Wapres Gibran mulai Selasa (7/4) pagi hingga siang hari sebelum bertolak ke Jakarta," katanya.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini, kunjungan Wapres Gibran didahului dengan melihat langsung kondisi gedung KONI Sario Manado, di mana sisi barat ambruk diguncang gempa.

Agenda berikutnya mengunjungi keluarga korban meninggal Deitje Lahia setelah terkena material reruntuhan gedung KONI Sario.

Wapres Gibran selanjutnya mengunjungi Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa, guna melihat kondisi bangunan yang rusak terdampak gempa serta berkunjung ke Kota Bitung di mana wilayah itu sangat dekat dengan titik gempa.

Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus di Rumengkor, kondisi plafon jatuh dan ada keretakan dinding serta sempat dikunjungi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto akhir pekan lalu.

Christian mengatakan setelah melakukan serangkaian kunjungan pada Selasa, pada siang harinya Wapres segera kembali ke Jakarta.

Sebelumnya data BMKG menyebutkan episenter gempa terletak pada koordinat 1,25 derajat LU dan 126,27 derajat BT atau sekitar 129 km arah tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 km.

Guncangan gempa dirasakan di wilayah Manado dengan intensitas IV–V MMI, di mana getaran dirasakan oleh seluruh masyarakat. (Jakia).

Usai Gempa Utama, BMKG Rekam 960 Gempa Susulan Setelah Gempa Utama Di Maluku Utara

Order Detail

Manado.Metro Sumut
BMKG Stasiun Geofisika Manado, Sulawesi merekam 960 gempa susulan usai gempa utama magnitudo 7,6 pada Kamis (2/4/2026) pagi di Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.

“Hingga Minggu pukul 11:48 WIB, jumlah gempa bumi susulan yang dirasakan sebanyak 22 kali,” kata Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, Muhammad Zulkifli, dikutip dari berbagai sumber.

Dia menjelaskan, terjadinya gempa susulan dengan magnitudo yang bervariasi merupakan fenomena yang umum setelah terjadinya gempa bumi utama berkekuatan besar, yaitu magnitudo 7,6.

Gempa susulan ini terjadi sebagai bagian dari proses penyesuaian kerak bumi akibat perubahan distribusi tegangan setelah gempa utama.

Pada saat gempa utama terjadi, energi yang sangat besar dilepaskan secara tiba-tiba sehingga menyebabkan pergeseran pada bidang patahan.

Peristiwa ini mengubah keseimbangan tegangan di sekitar zona sumber gempa. Akibatnya, bagian kerak bumi yang sebelumnya dalam kondisi stabil menjadi mengalami ketidakseimbangan dan memicu pelepasan energi lanjutan dalam bentuk gempa susulan.

“Gempa susulan umumnya memiliki magnitudo yang lebih kecil dibandingkan gempa utama dan dapat terjadi dalam jumlah yang cukup banyak pada fase awal, kemudian frekuensinya akan berangsur menurun seiring waktu,” ujarnya

Hal ini menunjukkan bahwa sistem kerak bumi secara bertahap sedang menuju kondisi yang lebih stabil.

“Dengan demikian, kejadian gempa susulan yang terjadi saat ini merupakan proses alamiah yang menunjukkan bahwa kerak bumi sedang melakukan penyesuaian untuk mencapai kembali kondisi kestabilannya,” katanya menambahkan.

Sebelumnya, pada Kamis, 02 April 2026 pukul 05.48.14 WIB wilayah Barat Daya Pantai Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara diguncang gempa tektonik.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi tersebut memiliki parameter update dengan magnitudo M7,6, sementara episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,25° LU ; 126,27° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 129 kilometer arah Tenggara Bitung, Sulawesi Utara pada kedalaman 33 kilometer. (San).


Huntara Segera Rampung, Penyintas Di Desa Lubuk Sidup Siap Memulai Hidup Baru

Order Detail

Aceh Tamiang.Metro Sumut
Upaya percepatan pemulihan pascabencana Sumatera terus menunjukkan progres signifikan. Salah satunya dengan segera rampungnya pembangunan 163 unit hunian sementara (huntara) di Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian mengatakan secara fisik huntara telah siap ditempati, dengan jaringan listrik yang sudah terpasang dan hanya menunggu proses aktivasi. Sementara itu, kebutuhan air bersih tengah disiapkan melalui pembangunan sumur bor oleh BNPB.

“Ini adalah huntara yang dibangun oleh Bapak Menko Infra (Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono), 163 unit untuk masyarakat Lubuk Sidup. Kita lihat tempatnya sangat bagus, ada ketinggian. Listrik sudah masuk, tinggal on saja. Untuk air minum, tinggal air bersih menggunakan sumur bor dari BNPB,” ujar Tito saat meninjau lokasi huntara, Sabtu (4/4/2026).

Satgas PRR menargetkan seluruh fasilitas penunjang, termasuk air bersih dan aktivasi listrik, dapat diselesaikan dalam waktu 10 hari ke depan. Setelah itu, masyarakat akan segera dipersilakan menempati hunian yang telah disiapkan, sebagai langkah awal untuk memulai kehidupan baru yang lebih layak dan aman.

Tidak hanya pembangunan hunian, pemerintah juga telah menyalurkan berbagai bantuan pendukung bagi penyintas. Bantuan tersebut mencakup uang lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per orang per hari, bantuan ekonomi senilai Rp5 juta per keluarga, serta bantuan perabotan rumah tangga sebesar Rp3 juta, guna memastikan keberlanjutan kehidupan masyarakat di masa pemulihan pascabencana.

Secara total, progres pembangunan huntara di tiga provinsi terdampak bencana hidrometeorologi juga menunjukkan capaian yang menggembirakan. Dari total rencana pembangunan sebanyak 19.135 unit huntara, sebanyak 17.084 unit telah selesai dibangun atau setara dengan 89 persen progres keseluruhan.

Capaian tersebut menegaskan komitmen Satgas PRR dalam mempercepat pemulihan pascabencana secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga dari aspek sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.

Sebagai informasi, dalam peninjauan huntara di Desa Lubuk Sidup, Tito didampingi Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, dan jajaran Forkopimda se-Kabupaten Aceh Tamiang. (Satgas PRR).


Gembira Dihampiri Kasatgas PRR, Asa Penyintas Di Desa Sekumur Kembali Menyala

Order Detail

Aceh Tamiang.Metro Sumut
Suasana pertemuan di lokasi bencana Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, itu menjelma menjadi sambung rasa para penyintas bencana banjir dan longsor dengan Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.

Sabtu (4/4/2026) sore itu, pertemuan yang dihadiri sekitar 200 penyintas bencana, meriung dengan beralas tikar mendengarkan keterangan Tito dan rombongan yang baru tiba di lokasi. Sembari menyimak pemaparan transisi pascabencana, sesekali beberapa penyintas bencana beradu cepat menyampaikan keluh kesah menjalani hidup getir pascabencana tanpa air bersih dan tempat tinggal layak, karena diterjang bencana banjir pada akhir November tahun lalu.

"Pak ini pak.. tolong kalau bisa secepatnya dibuatkan sumur bor. Air bersih sudah sulit sekali di sini. Rumah kami juga semua sudah banyak yang hilang," tanya Mijah, salah seorang penyintas kepada Tito.

Dengan suara bergetar, salah satu penyintas bencana lainnya Deri, mengungkapkan harapan kepada Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, agar penyintas bencana diberi fasilitas sanitasi di Desa Sekumur. Selain itu, ibu dua anak itu juga menghendaki agar pemerintah segera memulihkan ekonomi warga yang lumpuh.

"Harapan kami agar akses jalan kami yang sulit juga diperbaiki. Segala program pemulihan kampung kami mohon segera dipercepat. Itu harapan kami," kata Deri.

Semula, Deri dan Mijah sejujurnya tidak terlalu berharap taraf kehidupannya bakal dipulihkan pemerintah. Alasannya, lokasi Desa Sekumur yang jauh dan sulit dijangkau, muskil rasanya perwakilan pemerintah bersedia datang melihat langsung kondisi yang dialami penyintas bencana di Desa Sekumur.

Namun, keraguan itu berubah menjadi asa begitu ia mengetahui rombongan Satuan Tugas PRR Pascabencana Sumatera yang dipimpin Tito Karnavian tiba di lokasi menemui para penyintas bencana yang tinggal berdampingan dengan sisa bangunan yang hancur dan porak poranda di sebagian sisi.

"Kami- kami orang enggak nyangka bakal datang, karena untuk sampai ke sini pertama aksesnya sulit dan jauh. Tapi ternyata Bapak Mendagri benaran sampai ke sini (Desa Sekumur). Ya alhamdulilah kondisi kami bisa dilihat dari dekat," kata Mijah.

Deri dan Mijah pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menyampaikan langsung segala unek-unek persoalan yang selama ini dirasakan penyintas bencana. Hal paling berkesan bagi Deri dan Mijah, ialah aspirasi mereka yang minta segera dibangunkan huntap komunal, langsung direspon positif oleh Tito Karnavian.

"Saya langsung sampaikan saja ke Bapak Mendagri (Menteri Dalam Negeri) apa yang kami rasakan dan butuhkan soal air bersih dan huntap. Saya merasa plong, sudah menyampaikannya, biarpun belum tahu kapan (dieksekusi) , tapi paling enggak sudah menyampaikan," kata Mijah.

Kasatgas PRR Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, mengatakan pihaknya datang langsung ke Desa Sekumur, karena ingin memastikan penyintas bencana di lokasi yang berjarak puluhan kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang itu tidak terlampau lama menjalani hidup getir pascabencana.

Dalam kesempatan tersebut, Tito menyerap langsung aspirasi penyintas bencana yang meminta segera dibuatkan fasilitas air bersih berupa sumur bor dan ingin segera dibuatkan huntap. Ia mengatakan sebagian besar masyarakat ingin dibuatkan huntap komunal, lantaran mayoritas penyintas tinggal di daerah rawan banjir dari luapan sungai. (Satgas PRR).



Kepedulian TNI, Babinsa Wlingi Bantu Pembangunan Pondasi Rumah Bapak Sugino

Order Detail

Blitar.Metro Sumut
Babinsa Desa Tegalasri Koramil 0808/12 Wlingi Serma Redi Elyanto, terus menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan terjun langsung membantu renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik warga kurang mampu. Kegiatan ini dilaksanakan di rumah milik Bapak Sugino yang berada di Dusun Jatisari RT 02 RW 12 Desa Tegalasri, Kecamatan Wlingi, Senin (6/4/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Serma Redi Elyanto bersama warga melaksanakan gotong royong pada tahap penting pembangunan, yakni duduk pondasi rumah. Proses ini menjadi bagian krusial dalam memastikan kekuatan dan ketahanan bangunan agar lebih kokoh dan layak huni bagi pemiliknya.

Semangat kebersamaan tampak jelas dalam kegiatan tersebut, di mana warga dengan antusias turut serta membantu pekerjaan tanpa pamrih. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.

Kegiatan renovasi RTLH ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan lingkungan yang sehat, serta memberikan kenyamanan bagi warga yang menempati rumah tersebut. Selain itu, gotong royong ini juga mampu meringankan beban warga dalam proses pembangunan rumah.

Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat serta terus terjaga. TNI akan selalu hadir di tengah masyarakat untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat dan menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kesejahteraan bersama. (Dim0808).



Biadab, Kakek di Kubu Babussalam Tega Cabuli Cucu Kadung Berusia 14 Tahun, Pelaku Diringkus Polsek Kubu

Order Detail

Rokan Hilir.Metro Sumut
Biadab seorang kakek berinisial SY (54) di Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir tak berkutik saat di tangkap tim Opsnal Polsek Kubu, Polres Rokan Hilir, Jumat (3/4/2026) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Penangkapan SY di duga tega mencabuli cucu kandungnya sendiri yang masih berstatus pelajaran berusia 14 Tahun di rumahnya sendiri. 

Peristiwa tak senonoh yang dilakukan pelaku  ini terungkap setelah adanya laporan dari seorang perempuan berinisial NA yang merupakan nenek kandung korban yang juga istri dari pelaku SY.

Kapolsek Kubu, AKP Rudi Artono Sitinjak SH menjelaskan, bahwa kasus ini terungkap dari temuan catatan harian (diary) milik korban yang berisi dugaan perlakuan asusila yang dilakukan oleh terlapor.

“Dari hasil penyelidikan awal, dugaan perbuatan tersebut dilakukan oleh tersangka yang merupakan kakek korban sendiri. Modus dan kejadian masih terus kami dalami,” ujarnya.

Dalam kasus ini, aparat Kepolisian Polsek Kubu Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk pakaian korban serta hasil visum dari fasilitas kesehatan setempat. Selain itu, sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan guna memperkuat proses penyidikan.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis (visum), ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan seksual pada korban," ujarnya.

Diuraikan Kapolsek, saat ini pihaknya telah mengamankan pelaku, terhadap pelaku sendiri dijerat dengan pasal terkait perlindungan anak serta ketentuan pidana lainnya sebagaimana diatur dalam perundang-undangan yang berlaku.

"Kami sangat prihatin atas peristiwa ini. Tindak pidana terhadap anak, apalagi dilakukan oleh orang terdekat, merupakan kejahatan serius yang tidak dapat ditoleransi. Kami pastikan proses hukum berjalan tegas, transparan, secara profesional tanpa kompromi, dan sesuai aturan yang berlaku.” tegasnya.

Kapolsek menghimbau kepada masyarakat agar dapat lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta tidak ragu melaporkan setiap bentuk kekerasan atau pelecehan apalgi terhadap anak dibawak umur.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif dalam melindungi anak-anak dari segala bentuk kekerasan. Segera laporkan jika mengetahui atau mengalami kejadian serupa. Kepolisian akan hadir dan bertindak tegas," tegasnya.

Sementara itu ibu kandung Korban R, saat di konfirmasi Wartawan, Minggu (5/4/2026) mengaku menyerahkan seutuhnya proses hukum ke aparat kepolisian. Ia juga mengaku akan mencari tau terkait kejadian tersebut apakah hanya satu orang pelaku atau ada orang lain.

"Aneh juga, berdasarkan keterangan medis kondisi robeknya sudah sangat parah, sedangkan korban baru dua bulan tinggal bersama pelaku, dan reaksi korban juga tidak ada mengeluhkan sakit atau bagaimana, jadi saya akan caritau apakah ada pelaku lain," pungkasnya. (Rusman Wapemred).




Kunjungi Aceh Tamiang, Kasatgas Tito Pastikan Percepatan Penanganan Pengungsi

Order Detail

Aceh Tamiang.Metro Sumut
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian meninjau langsung kondisi pengungsi di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (4/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan penanganan warga terdampak bencana, termasuk yang masih berada di tenda.

Dalam peninjauan tersebut, Tito berdialog dengan para pengungsi di tiga desa, yakni Lubuk Sidup, Tanjung Gelumpang, dan Sekumur. Ketiga desa tersebut berada di Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.

Ia mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi telah menurun drastis dibandingkan kondisi awal pascabencana yang terjadi pada akhir November 2025. Dari sekitar 2,1 juta jiwa yang sempat mengungsi di tiga provinsi terdampak, kini jumlahnya semakin berkurang. 

“Yang pemerintah sampaikan adalah [pengungsi yang sudah tidak tinggal di tenda] mendekati 100 persen. Kenapa? Kita hitung lebih kurang sekira-kira katakanlah 300 KK (Kepala Keluarga) lebih kurang misalnya 1.000 pengungsi, dibanding dengan awalnya 2,1 juta jiwa, itu sudah 99 persen lebih [yang tidak lagi di tenda],” ujar Tito. 

Ia menegaskan, meskipun jumlahnya relatif sedikit, pemerintah tetap memberikan perhatian penuh terhadap para pengungsi yang tersisa, khususnya di Aceh Tamiang dan Bireuen. Bagi pengungsi di Bireuen, pemerintah tengah membangun hunian tetap (huntap). 

"Kemudian yang masuk ke daerah Sekerak ini, yang desa-desa saya sebutkan tadi, saya mau lihat satu per satu, dan kemudian bagaimana penyelesaiannya," ujarnya. 

Dalam peninjauan tersebut, Tito melihat langsung progres pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah desa, termasuk Sekumur. Ia optimistis pembangunan huntara bagi warga dapat segera rampung dalam waktu dekat. Kondisi geografis seperti akses jalan yang terdampak longsor menjadi salah satu kendala dalam percepatan pembangunan di wilayah tersebut.

"Mudah-mudahan cuaca mendukung, sehingga akhir minggu depan mudah-mudahan semua yang [huntara] in-situ, yang di tanah masing-masing ini bisa dibangun oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana)," ujarnya. 

Selain pembangunan hunian, pemerintah juga memastikan berbagai bantuan diberikan kepada masyarakat terdampak, seperti bantuan lauk-pauk, perabot rumah tangga, hingga stimulan ekonomi. Tito juga menyoroti kebutuhan dasar lainnya, seperti penyediaan air bersih yang akan dipenuhi melalui pembangunan sumur bor oleh BNPB dan Satgas PRR. Langkah ini dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat yang berharap adanya bantuan sumber air bersih. 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan rencana pembangunan hunian tetap (huntap) secara terpusat sesuai aspirasi masyarakat yang menginginkan relokasi dari kawasan rawan bencana. “Tadi saya sudah dengar langsung dari masyarakat, juga dari pak kepala desa, karena daerahnya daerah rawan di pinggir sungai, maka masyarakat menghendaki agar dibangunkan hunian tetap, dalam bentuk kompleks,” ujarnya. 

Ia menambahkan, proses pembangunan huntap akan dilakukan setelah ketersediaan lahan dipastikan, dengan melibatkan kementerian terkait. Sementara itu, selama masa transisi, pemerintah menjamin kebutuhan pengungsi tetap terpenuhi melalui penyediaan huntara dan bantuan sosial berkelanjutan.

Pada kesempatan itu, Tito juga menyerahkan sejumlah paket bantuan, di antaranya perlengkapan ibadah, sembako, peralatan dapur, dan sejumlah toren air kapasitas 2.000 liter.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang, serta pejabat terkait lainnya. Selain itu, hadir pula Rektor IPDN Halilul Khairi, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, serta pejabat Kemendagri lainnya. (Satgas PRR).



Hadirkan Rasa Aman, Kapolsek Air Besar Pimpin Pengamanan Ibadah Jumat Agung

Order Detail

Air Besar.Metro Sumut
Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan umat Kristiani yang melaksanakan ibadah Jumat Agung, Kapolsek Air Besar IPDA Dedi Iskandar turun langsung memimpin kegiatan pengamanan di Gereja Santo Yohanes Maria Vianney, Serimbu, Kecamatan Air Besar, pada Sabtu (4/4/2026).

Kegiatan pengamanan tersebut melibatkan sejumlah personel Polsek Air Besar yang disiagakan di sekitar lokasi gereja. Kehadiran aparat kepolisian ini tidak hanya untuk menjaga situasi tetap kondusif, tetapi juga sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk pencurian kendaraan di area parkir jemaat.

Kapolres Landak AKBP Devi Ariantari, S.H., S.I.K., melalui Kapolsek Air Besar IPDA Dedi Iskandar menjelaskan bahwa pengamanan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya umat Nasrani yang sedang menjalankan ibadah penting dalam rangkaian Paskah.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Selain itu, kami juga mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, termasuk pencurian kendaraan yang kerap terjadi di tempat keramaian,” ujar IPDA Dedi Iskandar.

Lanjut Kapolsek menambahkan, pihaknya juga memberikan imbauan kepada para jemaat agar tetap waspada terhadap barang bawaan serta memastikan kendaraan yang diparkir dalam kondisi terkunci dengan aman.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Peran aktif jemaat juga sangat penting dalam menciptakan situasi yang kondusif,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus Gereja Santo Yohanes Maria Vianney mengungkapkan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran serta pengamanan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

“Kami sangat berterima kasih kepada Polsek Air Besar yang telah memberikan pengamanan selama ibadah berlangsung. Kehadiran polisi membuat umat merasa lebih tenang dan nyaman dalam beribadah,” ungkap salah satu pengurus gereja.

Dengan adanya sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Air Besar tetap terjaga dengan baik, khususnya selama perayaan hari besar keagamaan. (Yan).




Babinsa Sumberjo Aktif Bantu Renovasi Rumah Warga Kurang Mampu Lewat Program RTLH

Order Detail

Blitar.Metro Sumut
Babinsa Desa Sumberjo Koramil 0808/04 Sanankulon, Serka Watenu, menunjukkan kepedulian nyata kepada masyarakat dengan terjun langsung membantu renovasi rumah warga kurang mampu melalui program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kegiatan ini dilaksanakan di rumah milik Bapak Sutikno yang berlokasi di Dusun Kembangan RT. 01 RW. 03 Desa Sumberjo Kecamatan Sanankulon, pada Sabtu (4/4/2026).

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk pendampingan, tetapi juga wujud nyata kepedulian TNI terhadap kondisi sosial masyarakat di wilayah binaannya. Dengan semangat gotong royong, Serka Watenu bersama warga setempat bahu-membahu memperbaiki bagian rumah yang sudah tidak layak agar menjadi lebih aman dan nyaman untuk dihuni.

Program RTLH ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya bagi warga yang kurang mampu. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kemanunggalan antara TNI dan rakyat, yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan di lingkungan masyarakat.

Serka Watenu menyampaikan bahwa sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki tanggung jawab untuk selalu hadir di tengah masyarakat, membantu kesulitan warga, serta memberikan solusi terhadap permasalahan yang ada. Ia berharap melalui kegiatan ini, hubungan baik antara TNI dan masyarakat dapat terus terjalin dengan erat.

Sementara itu, Bapak Sutikno selaku penerima bantuan mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Ia berharap program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya, serta tercipta lingkungan yang lebih layak dan sejahtera. (Dim0808).



Begini Cara Satgas PRR Manfaatkan Kayu Hanyutan Di Wilayah Terdampak Bencana

Order Detail

Jakarta.Metro Sumut
Salah satu dampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir tahun lalu ialah timbulnya kayu hanyutan yang terbawa arus banjir.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu hanyutan dengan beragam cara, sebagai bagian strategi rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak. Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan telah merancang skema pemanfaatannya sebagai material membangun hunian hingga digunakan untuk kebutuhan kalangan industri.

"Kemudian juga (bisa) dipakai masyarakat membangun (hunian) sendiri juga silakan," kata Tito dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Data Satgas PRR pada 2 April 2026 mencatat realisasi pemanfaatan kayu hanyutan telah berjalan di sejumlah wilayah terdampak. Adapun rinciannya di Provinsi Aceh yang meliputi Kabupaten Aceh Utara mencatat volume kayu sebanyak 2.112,11 meter kubik telah dimanfaatkan untuk pembangunan huntara.

Sementara, di Kabupaten Aceh Tamiang terdapat 572,4 meter kubik kayu yang saat ini menunggu kebijakan pemerintah daerah untuk penetapan peruntukannya.

Di Provinsi Sumut yang meliputi Kabupaten Tapanuli Selatan terdapat 329,24 meter kubik kayu untuk pembangunan huntara, fasilitas sosial, dan fasilitas umum.  Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, sebanyak 93,39 meter kubik kayu telah digunakan untuk mendukung pemulihan rumah warga terdampak.

Sementara itu, di Sumbar tepatnya di Kota Padang mencatat volume kayu hanyutan sebanyak 1.996,58 meter kubik telah diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dimanfaatkan sesuai kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Tito mengatakan pemanfaatan kayu hanyutan untuk rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana sejalan dengan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 191 tahun 2026, yang mengatur pemanfaatan kayu hanyutan akibat bencana sebagai sumber daya material untuk mendukung penanganan darurat, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Tito juga menekankan agar bagian kayu hanyutan yang berukuran kecil dan kurang ekonomis sebisa mungkin dimanfaatkan pemerintah daerah (pemda) agar bisa menjadi pemasukan asli daerah (PAD). Semisal dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan batu bata atau bahan bakar pembangkit listrik.

"Mekanismenya (melalui) kerja sama dan pendapatannya menjadi PAD (Pendapatan Asli Daerah)," kata Tito.

Lebih lanjut, Tito memastikan percepatan pemanfaatan kayu hanyutan akan terus dilakukan sampai seluruh tumpukan kayu hanyutan bersih di seluruh titik. Ia mengungkap kondisi terkini sudah sebagian besar tumpukan kayu hanyutan di tiga daerah terdampak berkurang signifikan.

"Kayu (hanyutan) di Aceh sekiar 70 persen sudah ditangani, ada 30 persen belum ditangani, terutama yang di pedalaman. Kemudian di Sumbar 99 persen tertangani, dan di Sumut sudah 90 persen di Tapanuli Tengah dan Tapanulis Selatan," kata Tito. (Puspen Kemendagri).





Portal Resmi Media Online Media Metro Sumut, Penerbit : PT Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW), SIUP-PM : No.01451/1.824.271, NPWP : 21.057.287.1-013.000, SK.Menkum HAM RI : AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. metrosumut.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger