Latest Products
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Menteri Keuangan Purbaya Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Akhir 2026

Order Detail

Jakarta.Metro Sumut
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa harga BBM subsidi yakni Pertalite dan Solar Subsidi tidak akan mengalami kenaikan sampai akhir 2026.

Pernyataan itu diberikan lantaran dirinya telah membuat perhitungan, jika harga minyak dunia bertahan di USD 100 per barel sampai akhir tahun, maka defisit anggaran masih berada pada kisaran 2,9 persen terhadap PDB.

Purbaya lantas menekankan bahwa keuangan negara masih kuat untuk menopang biaya kompensasi terhadap BBM subsidi. Terlebih pemerintah masih memiliki saldo anggaran lebih (SAL) senilai Rp 420 triliun.

"Jadi ingin menegaskan lagi bahwa harga BBM subsidi tidak akan naik sampai akhir tahun, dan anggaran saya cukup," tegas Purbaya di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026).

"Kalau kepepet gimana? Misalnya harganya lebih tinggi lagi, enggak terkendali misalnya. Selama supply-nya ada, kita masih punya bantalan uang sebesar Rp 420 triliun yang sekarang dalam bentuk sisa anggaran lebih atau SAL," bebernya.

Menurut dia, pemakaian SAL untuk menambal kompensasi terhadap BBM subsidi jadi skenario terburuk. Sebab, ia menilai kecil kemungkinannya bahwa harga minyak bakal bertahan di atas USD 100 per barel untuk waktu yang panjang.

"Jadi itu saya ingin menegaskan lagi, masyarakat enggak usah khawatir, enggak usah spekulasi bahwa saya kehabisan uang. Gini-gini uangnya banyak nih, beunghar, kaya lah," ungkap dia.

"Uang kita cukup. Jadi setiap kebijakan yang diberikan tadi tentu ada konsekuensi biayanya ke kami, dan kami sudah hitung cukup," dia menekankan.

Terpisah, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengajak PT Pertamina (Persero) dan badan usaha (BU) swasta untuk menghitung formulasi harga BBM non subsidi. Adapun per 1 April 2026, pemerintah menahan kenaikan harga BBM meskipun terjadi lonjakan harga minyak mentah imbas kemelut di Timur Tengah.

"Menyangkut dengan harga BBM non subsidi, kita lagi melakukan pembahasan. Nah pembahasan ini sudah tentu melibatkan juga adalah badan swasta lainnya," ujar Bahlil di kantornya, Jakarta, Senin (6/4/2026)

Ia mengatakan, pemerintah bersama perusahaan pengelola SPBU tengah mencari formulasi harga BBM non subsidi agar tidak memberatkan masyarakat.

"Dan sampai dengan sekarang kita lagi mengatur dan mencari formulasi yang baik dan bijaksana. Nah tunggu sampai selesai, saya akan kabari," imbuh Bahlil.

"Yang jelas bahwa pemerintah sangat memahami kondisi yang hari ini masyarakat yang ada di tengah-tengah masyarakat, baik itu yang untuk subsidi maupun non-subsidi," dia menekankan.

Kendati begitu, Bahlil belum bisa membocorkan kapan hitung-hitungan itu akan selesai. "Ya saya kan sudah bilang tadi, kami lagi melakukan rapat untuk membangun membuat exercise ya," tegasnya. (Mev/San).




Dorong Pemulihan Ekonomi, Satgas PRR Segera Rehabilitasi Tambak Dan Keramba Terdampak

Order Detail


Jakarta.Metro Sumut

Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemulihan sektor ekonomi masyarakat, termasuk rehabilitasi tambak dan keramba yang terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat total lahan tambak terdampak mencapai 31.248,94 hektare di tiga provinsi. Rinciannya, Provinsi Aceh menjadi wilayah terdampak terbesar dengan luas 30.417,17 hektare, disusul Sumatera Utara seluas 575,27 hektare, dan Sumatera Barat seluas 255,90 hektare.

Selain itu, sebanyak 2.053 unit keramba turut terdampak, dengan sebaran terbesar juga berada di Aceh sebanyak 1.953 unit, kemudian Sumatera Barat 60 unit, dan Sumatera Utara 40 unit.

Besarnya dampak tersebut menjadikan sektor perikanan budidaya sebagai salah satu fokus utama dalam pemulihan pascabencana, mengingat sektor ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pesisir.

Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian mengatakan pihaknya telah memasukkan revitalisasi tambak dalam agenda prioritas pemulihan.

“Tambak ada yang terdampak, seperti udang dan bandeng, terutama di wilayah pesisir Aceh. Saat ini sedang didata oleh Menteri KKP dan setelah Lebaran akan ditinjau langsung untuk percepatan penanganannya,” ujar Tito di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Ia menambahkan, pemulihan sektor pertambakan tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik lahan, tetapi juga memastikan aktivitas produksi dan rantai ekonomi masyarakat dapat kembali berjalan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan telah mengidentifikasi tambak budidaya yang terdampak bencana dan akan segera dilakukan langkah rehabilitasi. Tambak dan keramba itu meliputi komoditas berupa udang, bandeng, kakap, kerapu, lele, nila, mas, serta patin. 

“Revitalisasi tambak menjadi prioritas agar produksi perikanan budidaya bisa segera pulih dan masyarakat kembali berusaha,” ujar Trenggono.

Dalam proses percepatan tersebut, pemerintah juga mengandalkan pendataan berbasis by name by address (BNBA) dari pemerintah daerah. Hingga saat ini, sebagian besar kabupaten/kota telah menyampaikan data, meskipun masih terdapat beberapa daerah yang perlu mempercepat pelaporan agar proses revitalisasi dapat dilakukan secara optimal. (Puspen Kemendagri).

Dihadiri Kadis Koperasi dan UMKM, KDMP SKH Gelar RAT, Tutup Buku Tahun 2025 Berjalan Baik

Order Detail
Rokan Hilir.Metro Sumut
Koperasi Desa Merah  Putih (KDMP), Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu (SKH), Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau melaksanakan Rapat Akhir Tahun (RAT) tutup buku Tahun 2025.

RAT KDMP SKH di pusatkan di kantor Penghulu Sungai Kubu Hulu, Senin (30/3/2026) sekira pukul 08.30 WIB.

Kegiatan ini bertujuan untuk menjalankan amanah Undang Undang (UU) No 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian tertuang pada pasal 38 yang mana berbunyi  Koperasi wajib melaksanakan Rapat Akhir Tahun.

Sebelum menyampaikan laporan, RAT dimulai dari menyanyikan lagu Indonesia Raya dan menyanyikan lagu Hymne Rokan Hilir. 

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh 
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Rokan Hilir, Hj.Sri Haslina SH, Camat Kubu, Dr.Syafrizal, Datuk Penghulu Sungai Kubu Hulu, Azli AM.Keb, Ketua BPKep Sungai Kubu Hulu, Pendamping Desa Kecamatan Kubu, PPL Koperasi Kecamatan Kubu.

Kemudian, Business Assisten KDMP Kecamatan Kubu, Babinsa Sungai Kubu Hulu, ketua KDMP SKH, Awang Hendri SE. Gr. Pengurus Koperasi Desa Merah Putih Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu, Kepala Dusun, ketua RT, RW Se Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu, dan anggota KDMP SKH.

Ketua KDMP SKH, Awang Hendri SE.Gr selaku pimpinan sidang, didampingi Sekretaris Sidang, Hasan Basri dan Notulis Saudari Lili Andrayani, S.Farm di hadapan peserta RAT secara langsung menyampaikan, pengesahan Kuorum Peserta RAT Tahun Buku 2025, kemudian membacakan tata tertib RAT dan Pengesahan Tata Tertib RAT Tahun Buku 2025.

Kemudian ketua KDMP SKH, Awang Hendri juga menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban Pengurus dan Pengawas dan Pengesahannya Tahun Buku 2025 di hadapan semua peserta RAT, dan menyampaikan Rencana kerja Tahun 2026 dan pengesahan serta Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Koperasi (RAPB-K) Tahun 2026 dan pengesahan.

"Secara keseluruhan RAT Koperasi Desa Merah Putih Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu Tahun Buku 2025 berjalan dengan baik dan lancar," ujarnya. 

Lanjut Awang Hendri, KDMP Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu saat ini sudah memulai menjalankan usaha sembako kerjasama dengan pihak perum bulog cabang dumai.

"Kami juga telah menjalan kerjasama dengan pihak bank mandiri ujung tanjung saat ini Koperasi Desa Merah Putih Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu sudah memilik mesin EDC Bank Mandiri/Mini ATM," ujarnya. 

Dihadapan peserta RAT, Ketua KDMP Sungai Kubu Hulu secara lugas menyatakan, bahwa Koperasi Desa Merah Putih Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu telah disetujui sebagai PPTS Pupuk Subsidi oleh PT. Pupuk Indonesia.

"Pembangunan gerai koperasi desa merah putih kepenghuluan sungai kubu hulu saat ini masih berlangsung,  kami berharap kedepannya,  koperasi desa merah Putih Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu bisa mendapatkan suntikan modal usaha untuk pengembangan usaha selanjutnya," harapnya.

Sementara itu Datuk Penghulu Sungai Kubu Hulu, yang juga selaku pengawas, Azlita AM Keb memberikan apresiasi kepada ketua dan pengurus KDMP SKH yang telah melaksana kan RAT tepat waktu.

"Apresiasi kepada ketua dan pengurus Koperasi Desa Merah Putih Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu yang telah melaksanakan Rapat Akhir Tahun, apalagi  RAT ini sangat penting sekali di tubuh perkoperasian yang menjadi kewajiban utama koperasi sebagai bentuk pertanggung jawaban kepada anggota," ujarnya.

Menurut Azlita, Koperasi Desa Merah Putih Sungai Kubu Hulu telah  berjalan sesuai dengan prinsip dasar koperasi.
Namun, meski demikian masih perlu peningkatan dalam kedisiplinan administrasi terutama dalam pencatatan dan dokumentasi kegiatan di tubuh KDM tersebut.

"Sejauh ini, ketua dan pengurus koperasi Desa Merah Putih Kepenghuluan Sungai Kubu Hulu sudah bekerja dengan baik, namun perlu, peningkatan kapasitas melalui pelatihan, pembagian tugas lebih jelas, profesionalisme dalam pengelolaan koperasi, kita berharap Koperasi Desa Merah Putih Sungai Kubu Hulu bisa lebih berkembang,  mandiri sehingga bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat Sungai Kubu Hulu," pungkasnya. (Rusman Wapemred).











Dukung Ketahanan Pangan, Babinsa Aktif Dampingi Petani Desa Binaan

Order Detail


Blitar.Metro Sumut

Dalam upaya mendukung ketahanan pangan dan mencegah gagal panen, Babinsa Desa Dadaplangu Koramil 0808/07 Ponggok, Serka Marjan, aktif membantu petani mengairi sawah milik warga binaannya. Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan pertanian milik Bapak Sudirman yang berada di RT. 02 RW. 02 Desa Dadaplangu Kecamatan Ponggok, Sabtu (28/3/2026).

Kegiatan pengairan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kondisi pertanian, khususnya saat musim kemarau maupun masa pertumbuhan padi yang sangat membutuhkan pasokan air yang cukup. Dengan turun langsung ke sawah, Babinsa turut membantu memastikan aliran air dapat menjangkau lahan pertanian secara merata.

Serka Marjan mengatakan bahwa keterlibatan dirinya dalam membantu petani merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Selain itu, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga bertujuan untuk memberikan motivasi serta semangat kepada para petani agar tetap produktif dalam mengelola lahan pertanian.

Menurut Bapak Sudirman selaku pemilik sawah, bantuan dari Babinsa sangat berarti bagi dirinya. Ia mengaku terbantu dalam proses pengairan sawah, sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik dan terhindar dari risiko kekeringan yang dapat menyebabkan gagal panen.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergi antara TNI dan masyarakat semakin kuat, serta mampu memberikan dampak positif dalam meningkatkan hasil pertanian. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mendukung kesejahteraan rakyat dan menjaga ketahanan pangan di wilayah binaan. (Dim0808).



Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap Bagi Masyarakat Terdampak Bencana

Order Detail

Tapanuli Utara.Metro Sumut
Pemerintah pusat terus berupaya mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat yang rumahnya rusak berat atau hilang akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Upaya ini dilakukan agar masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal di hunian sementara (huntara).

Hal itu ditekankan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (26/3/2026). Peninjauan itu dilakukan bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

“Ini memang sudah tahapnya, tahap huntara sudah hampir selesai. Jadi sudah mulai masuk ke tahap sudah digenjot percepatan huntap semua,” jelas Mendagri.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan, pembangunan huntap memliki dua skema, yaitu in-situ dan komunal. Pada skema in-situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi aman dengan dukungan dana sebesar Rp60 juta dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang akan dicairkan dalam dua tahap. Selain membangun mandiri, masyarakat juga dapat menyerahkan langsung pembangunan tersebut kepada BNPB.

“Di Aceh, saya diskusi dengan Kepala BNPB kemarin, hampir kira-kira 15 ribu dari 26 ribu itu adalah yang in-situ. Baik yang BNPB bangun atau yang bangun sendiri, dengan diberikan uang oleh BNPB,” ujarnya.

Sementara pada skema komunal, pembangunan huntap dilakukan dalam sebuah kompleks yang lahannya disediakan oleh pemerintah daerah (Pemda). Sementara proses pembangunannya dilakukan oleh Kementerian PKP atau gotong royong dengan kementerian maupun lembaga lain termasuk pihak non-pemerintah.

Adapun pembangunan huntap di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara merupakan salah satu contoh skema komunal dengan dukungan dari non-pemerintah yaitu Yayasan Buddha Tzu Chi. Ia menyebutkan, Yayasan Buddha Tzu Chi membangun total 2.603 unit huntap yang tersebar di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumut, dan Sumatera Barat (Sumbar).

Rincian jumlahnya yakni Aceh sebanyak 1.000 unit, Sumut 1.103 unit, serta Sumbar sebanyak 500 unit. Sementara itu, khusus untuk Kabupaten Tapanuli Utara, yayasan tersebut akan membangun 103 unit huntap.

Di sisi lain, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat memastikan bahwa lahan yang digunakan merupakan aset Pemda yang telah memperoleh persetujuan DPRD serta memiliki sertifikat resmi. Saat ini, Pemda tengah menyiapkan perjanjian hukum untuk memastikan kepemilikan lahan tersebut dapat diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat.

Upaya penyediaan hunian ini juga diperkuat melalui koordinasi lintas lembaga, antara lain dengan Kementerian Pekerjaan Umum, PT PLN, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, Badan Pusat Statistik (BPS), serta BNPB. (Puspen Kemendagri).

Lestarikan Ekosistem Pesisir, SPMT Tanam 1.000 Mangrove Di Belawan

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
PT Pelindo Multi Terminal / SPMT terus mewujudkan kepedulian dan komitmen untuk berkontribusi nyata bagi dunia pendidikan dan kelestarian lingkungan, khususnya kelestarian ekosistem laut di wilayah pesisir Belawan yang menjadi wilayah kerja SPMT. 
Salah satunya melalui kegiatan penanaman mangrove, dimana mangrove merupakan  ekosistem yang memberikan banyak manfaat bagi keseimbangan lingkungan, pencegah abrasi dan erosi, dan memperbaiki kawasan pesisir yang rusak agar hijau kembali. 

Dalam mewujudkan kepedulian terhadap lingkungan ini Pelindo Multi Terminal hadir dengan melakukan rangkaian program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan (TJSL) penanaman 1.000 bibit mangrove yang dilaksanakan pada Jum'at, 9 Desember 2022 di area Hutan Mangrove/Budidaya Sicanang, Belawan.

Penanaman 1.000 bibit mangrove yg merupakan kerjasama dgn Yayasan Khadijah Saraswaty Indonesia ini, secara simbolis dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Drajat Sulistyo, Regional Head 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yg diwakili oleh Bu Kasih Dwiyanti, Camat Belawan Subhan Fajri Harahap, dan para Penggiat Llingkungan penerima Kalpataru yg berasal dari Sumatera Utara.

“Kita harapkan dengan penanaman mangrove ini dapat memperkuat pesisir dan mengurangi abrasi pantai, dan berdampak multiguna bagi perekonomian masyarakat sekitar. Tidak hanya itu, melalui kegiatan ini kita juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem laut dan pantai bagi kelestarian lingkungan kita, dimana hal ini adalah salah satu bentuk kontribusi kita bagi negara,” tutur Drajat.

Camat Medan Belawan Subhan Fajri Harahap mengungkapkan apresiasinya terhadap kegiatan penanaman mangrove yang dilaksanakan oleh  Pelindo Multi Terminal ini. 

“Hutan manggrove sangat berfungsi sebagai pagar terdepan menjaga garis pantai, kemudian juga berguna sebagai tempat berkembang biak biota laut, hingga menyediakan ekosistem alami serta memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat di sekitarnya,” sebutnya.

Pada kegiatan ini, turut hadir para penggiat lingkungan yg pernah meraih Penghargaan Kalpataru tingkat nasional yg berasal dari Sumatera Utara, diantaranya, Paris Sembiring (Kalpataru 2003/dari Medan), Sahdan (2013/Medan), N. Aklaras (2015/Deliserdang), Anwar Tambusai (2017/Deliserdang) dan Rudy Irwansyah (2021/Langkat).

Vice President Corcom SPMT, Farid Chairmawan menerangkan, "Bahwa Perusahaan melalui program TJSL saat ini berkomitmen untuk fokus dan prioritas pada 3 hal, yaitu lingkungan, pendidikan dan pengembangan UMKM. Penanaman Mangrove ini adalah wujud kepedulian terhadap salah satu fokus TJSL Perusahaan tersebut, yang diharapkan dapat memberi manfaat pada aspek Lingkungan”

SPMT saat ini merupakan Sub-Holding PT Pelindo (Persero) yang fokus dalam pengelolaan operasional Terminal non-petikemas/Multipurpose. SPMT dalam kegiatan operasionalnya mengelola 10 Branch Terminal yg tersebar dari wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. SPMT saat ini juga mengelola 2 anak perusahaan, yaitu PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) dan PT Indonesia Kendaraan Terminal, Tbk. (IPCC) yang merupakan Terminal Kendaraan terbesar di Asean. (Hamnas/Red).




Baru Setahun Merger, Pelindo Regional 1 Berkomitmen Untuk Terus Tingkatkan Kinerja

Order Detail
Belawan.Metro Sumut
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja perseroan pasca merger yang dilakukan pada 1 Oktober 2021 lalu. Rabu (19/10/2022). 

Dalam pertemuan tersebut, Manager Umum Belawan Khairul Ulya mengatakan setahun merger ini yaitu dimulai pada 2021-2022, Pelindo Regional 1 telah melakukan berbagai program yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan yang berfokus pada standarisasi layanan. Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 1 berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja perseroan pasca merger yang dilakukan pada 1 Oktober 2021 lalu " Katanya, Rabu (19/10/2022).

Lanjut Khairul Ulya, Setahun merger ini yaitu dimulai pada 2021-2022, Pelindo Regional 1 telah melakukan berbagai program yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan yang berfokus pada standarisasi layanan," Secara bertahap Pelindo mulai melakukan serah operasi dengan subholding yang ada yakni, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) serta anak perusahaan SPMT, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) " Ucapnya. 

Khairul Ulya menjelaskan, Melalui serah operasi ini terjadi beberapa perubahan kinerja seperti Pelabuhan Utama Belawan yang setelah diserahoperasikan kepada SPMT mengalami peningkatan kinerja yang cukup signifikan," Misalnya untuk curah kering yang ketika ditangani Regional 1 Belawan, Kinerjanya hanya 5000 ton per hari, namun setelah dikelola oleh subholding, kini meningkat hingga 10.000 ton perhari " Jelasnya.

Khairul Ulya menambahkan, Bahwa pasca merger Pelindo ini juga sedang memasuki masa transisi yang berfokus pada perubahan-perubahan, Salah satunya adalah penetapan dedicated terminal yang telah diimplementasikan di Pelabuhan Utama Belawan yakni, Peningkatan kemampuan pengoperasian fasilitas pelabuhan dari fasilitas untuk melayani barang umum (general cargo/multipurpose) menjadi melayani angkutan khusus curah kering, Yang terdiri dari food and feed, bungkil dan Batubara (terminal curah kering), kemudian untuk melayani kendaraan dan roro (car terminal), Serta untuk melayani angkutan curah cair (terminal curah cair) " Tambahnya. 

Sementara Departemen Head Hukum dan Humas Regional 1 Fadillah Haryono mengatakan bahwa Implementasi dari perubahan-perubahan yang ada pasca merger ini tidak lepas dari komitmen dan kerja keras dari berbagai pihak, Baik dari internal perusahaan, stakeholder maupun masayarakat dan lingkungan. Untuk meningkatkan komitmen bersama, Pelindo Regional 1," Juga telah menjalankan beberapa program TJSL yang salah satunya baru-baru ini melakukan penanaman 2.000 pohon endemik buah-buahan, Program pustaka keliling dan peresmian Bank Sampah Belawan pada Jumat (16/9/2022) lalu " Katanya. 

Lanjut Fadillah Haryono, Dalam perjalanan satu tahun merger ini, Kegiatan-kegiatan operasional pada Pelindo Regional 1 tidak terlepas dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti hal-hal yang terkait dengan keamanan dan keselamatan kerja serta lingkungan, Baik untuk pegawai, masyarakat sekitar dan para pengguna jasa " Ucapnya. 

Fadillah Haryono menjelaskan, Untuk itu Pelindo Regional 1 tetap berkomitmen yang tinggi untuk terus memberikan layanan yang berkualitas dan terbaik serta terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ada, Baik terhadap pencegahan maupun penanggulangan permasalahan keamanan dan keselamatan kerja serta lingkungan " Jelasnya. (Hamnas/Dedy Syahputra). 





















Produktivitas Bongkar Muat Pelabuhan Belawan Terus Meningkat

Order Detail

Performa Produktivitas Terminal Petikemas Belawan Dan Kuala Tanjung Juga Terus Meningkat
Belawan.Metro Sumut
Pelindo 1 terus berupaya meningkatkan pelayanan jasa kepelabuhanan kepada pengguna jasanya, dengan meningkatkan standar kinerja pelayanan operasional pelabuhan. Upaya tersebut dilakukan di seluruh cabang pelabuhan yang dikelolanya termasuk di Pelabuhan Belawan, Terminal Petikemas Belawan (TPK Belawan) dan Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT). 

Hingga Agustus 2021, produktivitas bongkar muat Pelabuhan Belawan terus mengalami peningkatan, seperti produktivitas bongkar muat curah kering melalui conveyor, sebesar 409,96 T/C/H meningkat sebesar 10% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 372,78 T/C/H. Begitu juga dengan produktivitas curah cair melalui pipa terpadu sebesar 179,21 T/P/H meningkat sebesar 6,6 % dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar 168,11 T/P/H.  

“Selain produktivitas bongkar muat, service time (waktu pelayanan) di Pelabuhan Belawan juga mengalami perbaikan terutama tergambar dari semakin rendahnya waiting time (waktu tunggu kapal), yaitu jumlah waktu sejak pengajuan permohonan tambat setelah kapal tiba di lokasi labuh sampai kapal digerakkan menuju tambatan.  Waiting time di Pelabuhan Belawan sebesar 0,27 jam/kapal, turun sebesar 15%  dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau sebesar 0,32 Jam/kapal, lebih  baik dari standar kinerja operasional kapal yang ditetapkan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, yaitu sebesar 1 jam/kapal,” jelas Basuki Soleh SVP Corporate Secretary.

Pelabuhan Belawan memiliki layanan bisnis utama berupa pelayanan kapal, terdiri dari layanan tambat, pemanduan, penundaan. Pelayanan barang, terdiri dari kegiatan stevedoring, cargodoring, receiving/delivery. Pelabuhan umum terdiri dari terminal cargo, terminal curah kering, terminal curah cair, terminal penumpang, dan car terminal, serta jasa kepelabuhanan lainnya, seperti penyewaan tanah dan bangunan, pengusahaan air dan listrik, pengusahaan alat, dll. Dalam menjalankan layanan bisnisnya, Pelindo 1 Cabang Belawan berkomitmen untuk melayani setiap permohonan dari pengguna jasa sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang ada. 

Sedangkan untuk terminal petikemas di Sumatera Utara, Pelindo 1 memiliki TPK Belawan, TPK Belawan Fase II dan KTMT. Performa produktivitas bongkar muat petikemas di TPK Belawan dan KTMT juga terus meningkat. 

 Selama bulan Agustus 2021, kinerja produktivitas TPK Belawan untuk terminal internasional mencapai 25 B/C/H (Box/Crane/Hour) dan 50 B/S/H (Box/Ship/Hour), dan terminal domestik 23 B/C/H dan 48 B/S/H. Produktivitas di kedua terminal tersebut berada di atas standar kinerja pelayanan operasional yang ditetapkan oleh Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, sesuai SK Kepala Kantor Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Nomor.HK 206/1/7/OP.BLW-2021 tanggal 4 Januari 2021, yaitu sebesar 23 B/C/H dan 34 B/S/H untuk terminal internasional serta 21 B/C/H  dan 32 B/S/H untuk terminal domestik. 

Produktivitas KTMT pada bulan Agustus 2021 sebesar 23 B/C/H dan 35 B/S/H, melampaui standar kinerja pelayanan operasional yang ditetapkan oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Tanjung, sesuai SK Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kuala Tanjung Nomor.HK 107/1/8/KSOP.KTG-2018 tanggal 29 Oktober 2018, yaitu sebesar 23 B/C/H dan 28 B/S/H.

Pelindo 1 akan terus memastikan pelayanan dan kinerja operasional pelabuhan terus ditingkatkan, digitalisasi layanan terus dikembangkan sehingga mendorong percepatan operasional pelabuhan dan meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).

Dukung Pengembangan Wisata, Pelindo 1 Resmikan Sibolga Sunset Point

Order Detail

Belawan.Metro Sumut
PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 meresmikan Sibolga Sunset Point yang berlokasi di rooftoop Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga, pada Sabtu, 11 September 2021 yang diresmikan secara langsung oleh Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo.  Kegiatan peresmian ini turut dihadiri instansi yang ada di wilayah Sibolga, seperti Pemko Sibolga, DPRD Sibolga, KSOP Sibolga, Kantor Imigrasi Sibolga, Bank Indonesia Sibolga, Kantor Navigasi, Bea Cukai, Kesehatan Pelabuhan, Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan para pengguna jasa. 

Dalam waktu dekat, Sibolga Sunset Point yang berada di Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga  ini akan menjadi salah satu destinasi wisata kota Sibolga. Dengan desain gedung yang unik dan memiliki view yang indah di roof top, pengunjung dapat menikmati sunset yang sangat indah dengan latar belakang pulau-pulau di perairan laut Sibolga. 

“Sibolga memiliki banyak destinasi wisata yang menakjubkan dan socio culture masyarakat yang beragam, seperti Pulau Mursala, Batu Lobang , dll. Sibolga Sunset Point ini akan menjadi salah satu destinasi wisata di Kota Sibolga. Selain dapat menikmati keindahan Kota Sibolga dari ketinggian, masyarakat juga dapat menikmati dan mempelajari tentang aktivitas kepelabuhanan, seperti proses bongkar muat untuk kegiatan kspor impor.

Hadirnya Sibolga Sunset Point ini diharapkan mampu menjadi icon baru bagi Kota Sibolga serta dapat menjadi pintu gerbang dalam mendukung peningkatan potensi sektor kepariwisataan terutama di Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan daerah disekitarnya.” jelas Prasetyo, Direktur Utama Pelindo 1. 

Di Sibolga Sunset Point ini nantinya akan ada foodcourt dengan sajian kuliner kekinian, kuliner khas Sibolga, dan juga bazaar untuk  UMKM. Selain itu, di Sibolga Sunset Point juga bisa diperuntukkan bagi kegiatan gathering komunitas, kegiatan seni, budaya, edukasi dan juga outdoor wedding.

“Lokasi ini juga bisa menjadi sarana untuk memberikan edukasi tentang kepelabuhanan dan maritim bagi warga masyarakat luas dan seluruh kegiatan yang ada di Sibolga Sunset Point mengikuti Protokol Kesehatan dan juga terintegrasi dengan aplikasi Peduli Lindungi dari Kementerian Kesehatan,” jelas General Manager Pelabuhan Sibolga, M. Eriansyah. 

Baru-baru ini Pelabuhan Sibolga juga berpartisipasi dalam penyelenggaraan Creative Sibolga Expo 2021, yaitu sebuah kegiatan yang diinisiasi oleh anak-anak muda yang bergabung dalam Forum Komunitas Kreatif Sibolga- Tapanuli Tengah, sebagai wadah ajang industry kreatif, entrepreneur dan pengembangan UMKM serta sekaligus juga sebagai wahana promosi dan informasi bagi pelaku industri kreatif yang ada diwilayah Sibola - Tapanuli Tengah.

“Pelindo 1 Cabang Sibolga berkomitmen penuh untuk turut mendukung pengembangan wisata di Kota Sibolga dan menyediakan sarana/fasilitas untuk mendukung pertumbuhan  industri kreatif di Kota Sibolga, dengan harapan potensi wisata Sibolga dapat lebih digali dan dikembangkan lagi, ” ujar Eriansyah. 

Pelabuhan Sibolga merupakan salah satu cabang Pelabuhan Pelindo 1 yang berada di kawasan pantai Barat Sumatera Utara, yang mengelola jasa terminal penumpang dan terminal bongkar muat untuk petikemas dan general cargo. Terminal Penumpang Pelabuhan Sibolga memiliki luas keseluruhan 2.786 m2 dan mampu menampung sebanyak 500 orang (sebelum pandemi). Terminal ini dilengkapi dengan fasilitas berupa ruang tunggu, ruang VIP, mushola, meeting hall, ruang menyusui, ruang kesehatan, posko bersama, tiket counter, garbarata dan rooftop. 

Sementara untuk kegiatan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga memiliki fasilitas dermaga Multipurpose dengan panjang 153 meter yang memiliki panjang tambatan 405 meter yang mampu disandari empat kapal sekaligus atau maksimal ukuran kapal 6.000 GT, kedalaman kolam 6-7 MLWS dan luas lapangan penumpukan 6.061 m2 yang saat ini dapat menampung petikemas hingga 20.000 TEUs/tahun. 

Untuk menunjang kualitas dan kecepatan pelayanan bongkar muat, Pelabuhan Sibolga juga didukung dengan peralatan bongkar muat berupa 1 unit Fix Crane dengan kapasitas 40 Ton yang mampu meningkatkan produktivitas bongkar muat dari rata-rata 15 Box/Crane/Hour (BCH) menjadi 25 BCH untuk peti kemas dan general cargo dari 60 ton/jam menjadi rata-rata 120 ton per jam, serta 1 unit reachstaker. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).


Semester I-2021, Kinerja Pelindo 1 Tumbuh Positif

Order Detail


Arus Kapal, Barang, Dan Petikemas Pelindo 1 Mengalami Kenaikan Selama Semester I Tahun 2021


Belawan.Metro Sumut
Pelindo 1 mampu menorehkan pertumbuhan positif untuk kinerja semester I tahun 2021 dengan mencatatkan bongkar muat peti kemas sebanyak 717.030 TEUs (twenty-foot equivalent unit), tumbuh 10,79 persen dibandingkan dengan capaian semester I tahun 2020 yang sebesar 647.172 TEUs.

Arus peti kemas internasional mencapai 291.016 TEUs, naik 3,18 persen dari capaian periode yang sama tahun lalu sebesar 282.039 TEUs. Arus peti kemas domestik pada semester I 2021 sebanyak 426.014 TEUs, naik 16,67 persen dibandingkan tahun lalu yang sebesar 365.133 TEUs.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang belum usai, Pelindo 1 tetap mampu mencatatkan kinerja positif pada semester satu 2021. Misalnya, arus peti kemas mampu tumbuh 10,79 persen di semester satu tahun ini jika dibandingkan dengan periode sama tahun 2020. Hal ini tentu banyak didorong oleh distribusi logistik di terminal-terminal peti kemas milik Pelindo 1. Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan merupakan terminal peti kemas terbesar Pelindo 1. Pelabuhan Kuala Tanjung yang baru beroperasi pada pertengahan 2019, juga mengalami pertumbuhan signifikan pada 2020 hingga semester satu 2021 juga menunjukkan tren kinerja yang positif,” jelas Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo. 

Senada dengan pertumbuhan arus peti kemas yang meningkat, arus kapal dan barang di pelabuhan-pelabuhan milik Pelindo 1 juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Kunjungan kapal sepanjang semester I 2021 sebanyak 29.392 call, tumbuh 7,25 persen dari capaian pada periode yang sama tahun 2020 sebanyak 27.404 call. Hal tersebut setara Pelindo 1 melayani kunjungan kapal dengan total volume angkutan sebesar 105.593.658 Gross Tonnage (GT), naik 36,41 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 77.406.756.

“Alhamdulillah capaian pada semester satu tahun ini lebih bagus dari periode yang sama 2020. Arus barang selama semester I 2021 sebesar 10.572.958 Ton, meningkat 13,38 persen dari arus barang pada capaian semester I 2020 yang sebesar 9.325.105 Ton. Hal ini disebabkan oleh kenaikan jumlah barang ekspor-impor dan bongkar muat barang antar pulau di sejumlah pelabuhan Pelindo 1,” jelas Prasetyo.

Kenaikan arus barang disebabkan oleh naiknya jumlah barang ekspor untuk sejumlah komoditas seperti: cangkang di Pekanbaru, crude palm oil (CPO) di Lhokseumawe, karet di Belawan, serta palm kernel expeller (PKE) di Dumai dan Belawan. Jumlah barang impor di Cabang Belawan juga mengalami peningkatan, seperti: komoditas metal coil, gula pasir, equipment material, dan pupuk. Bongkar muat antar pulau juga mengalami peningkatan seperti peningkatan komoditas aspal curah di Lhokseumawe; batubara, kayu, dan CPO turunannya di Belawan, serta batu granit di Tembilahan.

Prasetyo menjelaskan bahwa sebagian besar pelabuhan-pelabuhan Pelindo 1 menghadap langsung ke Selat Malaka, sehingga menjadi keunggulan tersendiri bagi Pelindo 1. Selat Malaka merupakan jalur yang menghubungkan Eropa dan Asia yang setiap tahunnya dilewati sekitar 120.000 kapal, dan selat ini dikenal sebagai jalur lalu lintas pelayaran tersibuk di dunia.

“Ada tiga pelabuhan yang dikelola Pelindo 1 yang berpotensi besar untuk menyerap pasar pelayaran di Selat Malaka, yaitu Kuala Tanjung, Belawan, dan Dumai. Ketiga pelabuhan ini sudah memenuhi standar internasional terkait lokasi, kedalaman kolam pelabuhan, serta fasilitas infrastruktur pokok lainnya. Kuala Tanjung sendiri dalam pengembangannya ke depan akan menjadi salah satu future port dari Pelindo,” terang Prasetyo.

Untuk mewujudkan rencana besar tersebut, Pelindo 1 mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) yang terdiri dari dua bagian yang saling terintegrasi: kawasan pelabuhan dan kawasan industri. Kuala Tanjung PIE direncanakan akan menjadi Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub, artinya bahwa logistic and supply chain business yang dari dan menuju Indonesia harapannya terpusat di Kuala Tanjung terlebih dahulu. Kawasan pelabuhan ini rencananya dikembangkan hingga 58 hektar, yang terintegrasi dengan kawasan industri dimana dalam rencana ultimate memiliki total luasan pengembangan mencapai 3.400 hektar.

“Pelindo 1 berupaya untuk terus beradaptasi dengan situasi pandemi yang berlangsung lebih dari selama satu setengah tahun terakhir. Digitalisasi pelabuhan terus kami lakukan untuk mempermudah pengguna jasa mengakses layanan kami terlebih lagi di masa pembatasan mobilitas di masa pandemi. Pelindo 1 optimistis kinerja perseroan akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun,” tutup Prasetyo. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).



Triwulan I Tahun 2021, Pelindo 1 Mencatat Arus Peti Kemas Naik 10%

Order Detail


Belawan.Metro Sumut

Selama triwulan I tahun 2021, Pelindo 1 mencatat arus peti kemas sebesar 360.646 TEUs (twenty-foot equivalent unit), naik 10% dibandingkan dengan triwulan I tahun 2020 yang sebesar 327.742 TEUs. Peningkatan trafik peti kemas ini disebabkan arus petikemas internasional di Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan, Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), dan Cabang Pekanbaru selama triwulan I tahun 2021 yang sebanyak 141.161 TEUs, naik 3,65% bila dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 sebanyak 136.196 TEUs. 

Pelindo 1 melayani kunjungan kapal dengan total volume angkutan sebesar 52.162.812 GT (gross tonnage), meningkat 33,37% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang sebesar 39.111.260 GT. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan kapal-kapal cargo dan peti kemas di pelabuhan umum terutama di cabang Pelabuhan Belawan. Tak hanya itu, kenaikan tersebut juga disebabkan oleh peningkatan kunjungan kapal cargo (curah cair, curah kering, dan general cargo) di Terminal Khusus (Tersus) yang dilayani oleh Pelindo 1 Cabang Dumai, Batam, Tanjung Balai Karimun, Sei Pakning, dan Pekanbaru.

“Kita masih berada di situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, namun Pelindo 1 optimistis untuk terus mencatatkan trafik bongkar muat yang terus meningkat. Strategi yang akan dilakukan Pelindo 1 yaitu dengan memperkuat bisnis marine service, pengembangan pelabuhan yang terintegrasi dengan Kawasan industri, digitalisasi pelabuhan, layanan logistik terintegrasi, serta meningkatkan kolaborasi dengan partner strategis,” jelas SVP Sekretaris Perusahaan, Basuki Soleh. 

Basuki Soleh menjelaskan bahwa pada tahun ini, Pelindo 1 terus mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (Kuala Tanjung PIE), salah satunya melalui sejumlah kerja sama dengan mitra strategis. Pelindo 1 bersama Port of Rotterdam dan Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co., Ltd. telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dan Term Sheet kerja sama proyek pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate. 

Pelindo 1, Port of Rotterdam, dan Zhejiang akan bekerja sama dalam optimalisasi Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT), pelayaran kapal-kapal direct call dari Ningbo Zhoushan Port ke Pelabuhan Kuala Tanjung, serta pengembangan kawasan industri di Kuala Tanjung seluas 200 Ha pada tahap pertama yang disediakan untuk industri-indusrti dari China. Kerja sama dengan mitra strategis yang memiliki jaringan logistik global ini menjadi langkah Pelindo 1 untuk mewujudkan Kuala Tanjung PIE sebagai The Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub.

Selain itu, Pelindo 1 melalui anak perusahaannya, PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK) menandatangani MoU dengan Union Resources & Engineering Co., Ltd (UREC) untuk pemanfaatan lahan dan infrastruktur di Kawasan Industri Kuala Tanjung. PPK akan menyediakan lahan dan infrastruktur dasar untuk kebutuhan pembangunan smelter tembaga milik UREC di Kawasan Industri Kuala Tanjung yang akan dibangun di area seluas 100 Ha. 

Untuk mendukung performa perusahaan pada tahun ini, Pelindo 1 akan mengoptimalkan layanan di Pelabuhan Belawan melalui pengoperasian Terminal Peti Kemas (TPK) Belawan Fase 2 untuk memenuhi kebutuhan customer yang kian meningkat. TPK Belawan Fase 2 memiliki panjang dermaga 350 meter dengan container yard seluas 350 x 306 meter yang dilengkapi dengan peralatan bongkar muat modern seperti 4 unit Ship to Shore (STS) Crane, 12 unit Automatic Rubber Tyrede Gantry (ARTG), dan 20 Terminal Tractor untuk mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas yang menerapkan pola operasi dan teknologi yang berstandar internasional.

“Pelindo 1 yang berada di lokasi yang strategis yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka yang merupakan jalur tersibuk di dunia yang dilewati 25% komoditas perdagangan dunia serta didukung dengan hinterland yang kuat di sepanjang Pulau Sumatra. Pelindo 1 akan mengoptimalisasi posisi strategis ini untuk mewujudkan visinya menjadi gerbang utama Indonesia ke jaringan logistik global " Terang Basuki Soleh. (Hamnas/Rica/VP Public Relations  Pelindo 1 Fiona Sari Utami).



Kembangkan Kuala Tanjung Port And Industrial Estate (PIE), Pelindo 1 Jalin Kerjasama Strategis Bersama Port Of Rotterdam & Zhejiang Seaport Group

Order Detail


Belawan.Metro Sumut

Pelindo 1 terus mendorong pengembangan pelabuhan yang dikelolanya dengan memperluas kerja sama strategis dengan pelabuhan-pelabuhan dunia sebagai langkah mewujudkan visinya menjadi gerbang utama ke jaringan logistik global. Hal ini diwujudkan melalui Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Term Sheet Kerja Sama Proyek Pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (Kuala Tanjung PIE) antara Pelindo 1 dengan Port of Rotterdam dan Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co., Ltd. (Zhejiang) yang dilakukan secara daring pada Jumat, 7 Mei 2021.
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Transformasi dan Pengembangan Bisnis Pelindo 1 Joko Noerhudha, Direktur PT Pelabuhan Rotterdam Indonesia Andre G. F. Toet, dan Assistant General Manager Zhejiang Provincial Seaport Investment & Operation Group Co., Ltd. Shi Jianjie.
Penandatanganan ini disaksikan oleh Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi dan dihadiri oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenkomarves Septian Hario Seto, Komisaris Utama Pelindo 1 Achmad Djamaludin, President Director of Zhejiang Seaport Group Mao Jianhong, Direktur Utama Pelindo 1 Prasetyo, serta seluruh jajaran Direksi Pelindo 1 dan undangan lainnya. 
Pemerintah Republik Indonesia mendukung komitmen Pelindo 1 untuk melakukan akselerasi pengembangan pelabuhan dan kawasan industri di Kuala Tanjung yang bekerja sama dengan Port of Rotterdam dan Zhejiang. Menurut Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi, penandatanganan MoU pada hari ini menjadi babak baru bagi pengembangan Kuala Tanjung yang diharapkan Pelindo 1 dapat terus meningkatkan kerjasama dengan sejumlah partner strategis untuk mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung. 

“Saya optimis kinerja pelabuhan Kuala Tanjung dapat terus meningkat. Hal tersebut dapat dilihat dari performance Terminal Multipurpose Kuala Tanjung tahun 2020 yang meningkat cukup signifikan sebagai terminal baru, di mana dari tahun 2019 ke tahun 2020 kargo petikemas, curah cair CPO, general cargo dan kunjungan kapal terus mengalami kenaikan. Selain itu, dengan adanya pelayaran direct call dari Ningbo-Kuala Tanjung akan meningkatan kinerja pelabuhan, yang pada akhirnya dapat menambah daya tarik calon investor ke Kawasan Industri Kuala Tanjung. Terakhir, saya berharap keberadaan pelabuhan ini dapat meberikan dampak ekonomi secara maksimal, menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing logistik Indonesia dengan negara-negara lain,” tambah Budi. 

Budi menambahkan bahwa upaya kerja sama ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung penuh dan mengawal langsung pengembangan Kuala Tanjung yang telah ditetapkan sebagai proyek strategis nasional.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo 1 Prasetyo menjelaskan penandatanganan MoU dan Term Sheet kerja sama ini akan mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung PIE dan juga akan mewujudkan Kuala Tanjung PIE sebagai The Indonesia's Logistic and Supply Chain Hub. 

“Dengan dukungan dari Port of Rotterdam dan Zhejiang Seaport Group yang memiliki jaringan logistik global, lokasi Kuala Tanjung PIE yang strategis, didukung dengan hinterland yang potensial, serta dukungan penuh dari pemerintah, Pelindo 1 yakin akan menjadikan Kuala Tanjung PIE sebagai The Indonesia's Logistic and Supply Chain Hub. Kami juga yakin bahwa Kuala Tanjung PIE akan menjadi salah satu pintu gerbang perekonomian yang baru di ASEAN serta menjadi simpul penting dalam perdagangan dan jaringan logistik global yang menghubungkan Eropa dan Asia,” jelas Prasetyo.

Pelindo 1, Port of Rotterdam, dan Zhejiang Seaport Group akan bekerja sama dalam optimalisasi Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) yang dioperasikan oleh anak usaha Pelindo 1, PT Prima Multi Terminal (PMT). Port of Rotterdam, dan Zhejiang Seaport Group akan menjadi bagian shareholder di PMT, bersama Pelindo 1, PT Waskita Karya Tbk, PT Pembangunan Perumahan Tbk. Dalam kerja sama ini juga akan dilaksanakan pelayaran kapal-kapal direct call dari Ningbo Zhoushan Port ke Pelabuhan Kuala Tanjung. 

Pada sektor Kawasan Industri, Port of Rotterdam, dan Zhejiang Seaport Group ini akan bekerjasama dengan anak perusahaan Pelindo 1 PT Prima Pengembangan Kawasan dalam mengembangkan Kawasan industri di Kuala Tanjung seluas 200 Ha pada tahap pertama yang disediakan untuk industri-industri dari China.

Selain itu, juga dilakukan  penandatanganan term sheet kerja sama antara Pelindo 1, Port of Rotterdam dan Zhejiang Seaport Group yang meliputi Term Sheet Conditional Share Subscription Agreement (CSSA), Term Sheet Shareholder Agreement (SHA), Term Sheet Industrial Estate Co-Development (IECD).

*Pengembangan Kuala Tanjung PIE*

Kuala Tanjung yang berada di jalur utama Selat Malaka yang dilintasi 25 persen komoditas perdagangan dunia dan didukung hinterland yang kuat di 10 provinsi di Pulau Sumatra, menjadikan posisi Kuala Tanjung PIE semakin strategis dan berpotensi sebagai simpul penting dalam jaringan logistik dan supply chain global. Kuala Tanjung juga terintegrasi dan terhubung langsung dengan Kawasan Industri Sei Mangkei dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu, Kuala Tanjung akan menerapkan konsep smart port and smart industrial area. Hal tersebut didukung dengan penerapan teknologi informasi yang mumpuni di kawasan tersebut sehingga nantinya akan menjadi sebuah kawasan industri modern berskala Internasional. 

KTMT yang menjadi bagian dari Kuala Tanjung PIE yang telah dioperasikan sejak tahun 2019 diproyeksikan sebagai The Next Indonesia's Logistic and Supply Chain Hub. Dengan memiliki kedalaman kolam pelabuhan -17 mLWS mampu mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT serta berbagai jenis muatan dari peti kemas, curah cair, hingga general cargo.

“KTMT menunjukkan tren pertumbuhan trafik yang positif, artinya KTMT beroperasi dengan baik dan respon pasar pun positif dengan keberadaan KTMT. Kawasan pelabuhan ini juga didukung dengan kawasan industri yang sedang dikembangkan di area seluas 3.400 Ha. Kawasan industri ini terkoneksi jaringan transportasi terpadu berupa jalan tol Trans Sumatera dan jaringan jalur kereta api ke berbagai hinterland di Sumatera Utara,” tambah Prasetyo.

Pelindo 1 juga terus berupaya memperluas kolaborasi dan sinergi untuk terus mendorong pengembangan Kuala Tanjung PIE. Pada bulan lalu, Pelindo 1 telah melakukan penandatanganan MoU antara Pelindo 1 dengan Union Resources & Engineering Co., Ltd (UREC) untuk pemanfaatan lahan dan infrastruktur di Kawasan Industri Kuala Tanjung. Tak hanya itu, Pelindo 1 telah menggandeng DHL Global Forwarding Indonesia untuk memperkuat jaringan logistik yang mendukung Kuala Tanjung PIE. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).


Peringati Hari Pendidikan Nasional, Pelindo 1 Ajak Anak-Anak Dusun Kurandak, Pesisir Deli Serdang, Agar Lebih Melek Baca Dan Tulis

Order Detail


Belawan.Metri Sumut

Dalam memperingati Hari Pendidikan Nasional tahun 2021, PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) atau Pelindo 1 memberikan edukasi dunia maritim dan pelabuhan kepada anak di  Pesisir Deli Serdang, Dusun Kurandak, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada Minggu, 02 Mei 2021. Dalam kegiatan tersebut Pelindo 1 memberikan perlengkapan belajar kepada puluhan anak yang memiliki keterbatasan literasi, untuk menumbuhkan kecintaan pada dunia pendidikan dan maritim. 

VP Public Relations Pelindo 1, Fiona Sari Utami menerangkan bahwa kegiatan sosial ini merupakan aksi nyata Pelindo 1 dalam mendukung pendidikan, khususnya masyarakat yang berada di sekitar wilayah kerja Pelindo 1.  “Kegiatan edukasi ini merupakan aktivitas rutin Pelindo 1 yang merupakan bagian dari tanggung jawab sosial, khususnya bagi masyarakat sekitar Pelindo 1. Pelindo 1 memberikan edukasi kepada anak-anak sejak dini untuk menumbuhkan kesadaran literasi, serta mengenalkan apa itu peran maritim dan pelabuhan bagi masyarakat sekitarnya,” terang Fiona Sari Utami.

Dalam aksinya Pelindo 1 bersama dengan Komunitas Rumah Kita, mengajak anak-anak untuk membaca dan  menulis bersama, serta memberikan pengenalan edukasi tentang kepelabuhanan melalui cerita dan kegiatan mewarnai. Tak hanya itu, Pelindo 1 juga memberikan bantuan perlengkapan belajar, seperti meja belajar, tas, buku dan alat tulis, serta buku-buku bacaan yang dapat meningkatkan kemampuan, dan menumbuhkan semangat anak-anak dalam kesadaran literasi. Berikutnya dilanjutkan dengan kegiatan pesantren kilat yang diadakan oleh komunitas Rumah kita, sebagai mendukung aktivitas di bulan Ramadhan.

Dusun Kurandak dipilih karena lokasinya yang berada di wilayah terpencil, dengan akses dan fasilitas yang belum memadai, serta mayoritas anak yang memiliki kemampuan literasi yang terbatas, menjadi sasaran yang tepat untuk diberikan edukasi.
 “Terima kasih kami ucapkan kepada Pelindo 1 dan Komunitas Rumah Kita yang sudah memberikan edukasi dan bantuan kepada Dusun Kurandak. Masyarakat disini memang masih sangat membutuhkan fasilitas pendidikan, Dusun Kurandak hanya memiliki sarana pendidikan ditingkat Sekolah Dasar, untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi harus menempuh perjalanan sejauh 17 Km menggunakan jalur darat, atau 3 Km melalui jalur laut. Fasilitas kesehatan pun harus menempuh perjalanan yang sama. Dusun Kurandak memiliki akses yang masih sangat terbatas, sehingga kami masih membutuhkan perhatian dari masyarakat diluar Dusun Kurandak” – ungkap Darwansyah Nasution, Kepala Dusun, Dusun Kurandak. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).




Tingkatkan Kerja Sama Bidang Perdata & Tata Usaha Negara, Pelindo 1 - Jamdatun Tandatangani Perjanjian Kerjasama

Order Detail


Belawan.Metro Sumut

Pelindo 1 menandatangani perjanjian kerja sama dengan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun) Kejaksaan Republik Indonesia tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Utama Pelindo 1 Prasetyo dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, Feri Wibisono di Jakarta pada Jumat, 30 April 2021. 
Kerja sama ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi Pelindo 1 dan Jamdatun serta meningkatkan efektivitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara baik di dalam maupun di luar pengadilan yang dihadapi oleh Pelindo 1.

“Kami berterimakasih kepada Jamdatun untuk penandatanganan perjanjian kerja sama ini, harapannya Jamdatun dan jajarannya dapat memberikan bantuan hukum, pertimbangan hukum, maupun pendampingan hukum dalam proyek-proyek yang dilakukan Pelindo 1 untuk mencegah kemungkinan timbulnya permasalahan hukum di kemudian hari,” jelas Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo.

Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Feri Wibisono menyampaikan kerja sama penanganan masalah hukum bidang perdata dan tata usaha negara ini telah dilakukan dengan banyak BUMN, salah satunya Pelindo 1.

“Pendapat hukum yang dikeluarkan Jamdatun, bukan hanya dari aspek aturan hukum, namun juga memperhatikan aspek Good Corporate Governance (GCG) perusahaan. Jamdatun juga akan memberikan pendampingan hukum pada Pelindo 1 selaku BUMN yang bergerak di bidang kepelabuhanan,” terang Feri Wibisono.

Ruang Lingkup dari perjanjian kerja sama ini adalah bantuan hukum dalam perkara perdata maupun tata usaha negara; pertimbangan hukum dengan memberikan pendapat hukum (legal option) dan atau pendampingan hukum (legal assistance) di bidang perdata dan tata usaha negara; tindakan hukum lain yaitu pemberian jasa hukum di luar penegakan hukum, dan pertimbangan hukum dalam rangka menyelamatkan dan memulihkan keuangan/kekayaan negara, serta menegakkan kewibawaan pemerintah antara lain untuk bertindak sebagai negosiator/mediator atau fasilitator dalam hal terjadi sengketa atau perselisihan antara lembaga negara dan atau instansi pemerintah; serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Melalui kolaborasi ini, Pelindo 1 sebagai BUMN yang bergerak di bidang kepelabuhanan juga akan mengutamakan prinsip GCG dan mendukung visi kejaksaan RI sebagai lembaga penegak hukum yang profesional, proporsional, Dan akuntabel. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).








Pacu Kinerja Kuala Tanjung PIE, Pelindo 1 Kerjasama Dengan Industri Smelter Tembaga

Order Detail


Belawan.Metro Sumut

Pelindo 1 terus melakukan akselerasi pengembangan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) dengan mengembangkan potensi besar Kuala Tanjung Industrial Zone guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya tersebut dilakukan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding / MoU) antara Pelindo 1 melalui anak perusahaannya, PT Prima Pengembangan Kawasan (PPK) dengan Union Resources & Engineering Co., Ltd (UREC) tentang pemanfaatan lahan dan infrastruktur di Kawasan Industri Kuala Tanjung pada Selasa, 27 April 2021 di Grha Pelindo Satu Medan.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT PPK, Jansen Sitohang dengan Chief Representative of Jakarta Office, Indonesia UREC Co., Ltd, Meng Zhanqian yang disaksikan oleh Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo dan Direktur Teknik Pelindo 1 yang sekaligus menjadi Komisaris PT PPK, Hosadi Apriza Putra. Ruang lingkup kerjasama ini melingkupi pemanfaatan lahan dan infrastruktur dasar yang akan disediakan oleh Pelindo 1 melalui anak usahanya, PT PPK untuk kebutuhan pembangunan smelter tembaga milik UREC di Kawasan Industri Kuala Tanjung. Smelter tembaga ini akan dibangun di area seluas 100 Ha yang terintegrasi dengan pelabuhan.

“Kuala Tanjung berada dalam posisi yang sangat strategis, di tengah jalur utama Selat Malaka sehingga keberadaan Kuala Tanjung Port and Industrial Estate (PIE) berpotensi besar sebagai simpul penting dalam jaringan logistik dan supply chain global. Sehingga Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan masa depan Indonesia,” jelas Direktur Utama Pelindo 1, Prasetyo. 

Prasetyo menambahkan bahwa Pelindo 1 sudah melakukan kerjasama global logistik dengan sejumlah strategic partner untuk mengakselerasi pengembangan Kuala Tanjung PIE. Dalam mengembangkan Kuala Tanjung PIE yang terdiri dari dua bagian yang terintegrasi antara kawasan pelabuhan (Kuala Tanjung Multipurpose Terminal) dan kawasan industri (Kuala Tanjung Industrial Zone), Pelindo 1 akan menggandeng Zhejiang Seaport dan Port Rotterdam sebagai operator pelabuhan yang terbesar di Asia dan Eropa dengan memiliki jaringan logistik global. Tak hanya itu, pemerintah juga mendukung penuh dan mendorong Pelindo 1 untuk melakukan percepatan pengembangan industrial area.

Pengembangan Kuala Tanjung PIE ditandai dengan telah beroperasinya Kuala Tanjung Multipurpose Terminal (KTMT) sejak tahun 2019 yang diproyeksikan sebagai the Next Indonesia’s Logistic and Supply Chain Hub, pelabuhan ini didesain untuk mengakomodasi kapal-kapal berukuran besar dengan bobot 50.000 DWT (dead weight tonnage) serta berbagai jenis muatan, dari petikemas, curah cair, hingga general cargo. 

Sedangkan untuk Kuala Tanjung Industrial Zone (KTIZ) dikembangkan di area seluas 3.400 Ha dengan memiliki potensi segmen industri yang beragam, baik itu port associate industry maupun yang non-port associate industry, di antaranya: aluminium, palm oil, iron & steel, rubber, petrochemical, produk makanan, serta segmen industri lainnya. Kawasan ini juga akan diperkuat dengan tersedianya berbagai layanan pendukung seperti bunkering service, logistic service, dan warehousing, serta dilengkapi juga dengan penyediaan listrik, jaringan pipa gas, air bersih, pengelolaan limbah, dan jaringan utilitas lainnya. 

“Kami berterimakasih kepada UREC yang memilih Kawasan Industri Kuala Tanjung untuk membangun smelter, kami akan menyiapkan sumber daya untuk terus mendukung pembangunannya. Dengan hadirnya UREC di Kuala Tanjung, kami berharap ke depannya akan semakin banyak investor yang masuk ke Kawasan Industri Kuala Tanjung yang memiliki lokasi yang strategis dengan terkoneksi jaringan transportasi terpadu berupa jalan tol Trans-Sumatera dan jaringan jalur kereta api, serta berada di Pulau Sumatera yang memiliki tiga pelabuhan besar yakni Pelabuhan Belawan, Dumai, dan Kuala Tanjung,” terang Prasetyo.

Kuala Tanjung PIE juga terintegrasi dan terhubung langsung dengan Kawasan Industri Sei Mangkei, yang merupakan kawasan industri yang terlebih dahulu ada di Sumatera Utara dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Selain itu Kuala Tanjung PIE juga akan menerapkan konsep smart port and smart industrial area. Hal tersebut didukung dengan perencanaan implementasi IoT (Internet of Things) dan ICT (Information and Communication Technology) di kawasan tersebut sehingga nantinya akan menjadi sebuah kawasan industri modern berskala Internasional.

“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Pelindo 1 dalam memanfaatkan lahan dan infrastruktur di Kawasan Industri Kuala Tanjung. UREC akan memabangun smelter tembaga, ini menjadi pembangunan yang kedua di Indonesia setelah di Gresik, Jawa Timur. Tak hanya pembangunan smelter, kami juga siap bersinergi dengan Pelindo 1 untuk melakukan kerjasama lainnya dengan melihat potensi-potensi kerjasama yang kita miliki,” terang Chief Representative of Jakarta Office, Indonesia UREC Co., Ltd, Meng Zhanqian.

UREC, adalah perusahaan integrasi sumber daya internasional yang bisnis utamanya meliputi kontrak rekayasa internasional, impor dan ekspor peralatan. UREC menjadi bagian dari Yunnan Province Energy Investment Group Co., Ltd yang termasuk dalam jajaran perusahaan teratas di Cina. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).

Tembus Pasar Baru, Pelindo 1 Dumai Ekspor Isotank Ke Port Klang Malaysia

Order Detail


Belawan.Metro Sumut

Pelindo 1 Cabang Dumai terus melakukan inisiatif bisnis untuk mendongkrak kinerjanya dengan kembali melakukan ekspor petikemas. Komoditas Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya diekspor ke Port Klang, Malaysia sebanyak 19 box ISO tank berukuran 20 feet melalui Pelabuhan Dumai pada Selasa, 20 April 2021.

“Ekspor CPO dan turunannya melalui ISO tank container di dermaga C Pelabuhan Dumai merupakan layanan ekspor petikemas yang dilakukan secara berkesinambungan. Sebelumnya kegiatan ekspor petikemas perdana sudah dilakukan pada bulan Maret lalu,” ujar General Manager Pelindo 1 Cabang Dumai, Jonedi Ramli. 

Jonedi Ramli menjelaskan bahwa pada kegiatan ekspor perdana yang lalu, pengiriman CPO menggunakan flexibag container, yaitu sistem kemasan fleksibel yang digunakan untuk mengangkut bahan cair dalam petikemas. Namun untuk kegiatan ekspor yang kedua ini menggunakan ISO tank. 

Dalam kegiatan ekspor ISO tank ini, Pelindo 1 Dumai bekerja sama dengan PT Ben Line selaku perwakilan dari pemilik ISO tank yaitu Den Hartogh Asia Pacific. Sementara untuk barge atau tongkang yang digunakan sebagai alat angkut, Pelindo 1 Dumai didukung oleh PT Segara Mitra Abadi sebagai agen dari MIT Cargo (Pvt) Ltd. Komoditas CPO dan turunannya ini diekspor ke Port Klang, Malaysia yang kemudian akan diteruskan ke pelabuhan tujuan di Asia Timur. 

Layanan ekspor petikemas ini menambah fitur layanan bisnis kepelabuhanan di Dumai yang memfasilitasi permintaan para pengguna jasa untuk membuka trayek pelayaran petikemas internasional. Pelabuhan Dumai memiliki posisi yang strategis untuk melakukan ekspor petikemas sehingga pengiriman barang bisa lebih efisien dan efektif, baik dari sisi waktu dan biaya logistik. 

“Kami bersyukur saat ini kami lebih mudah dalam melakukan ekspor barang melalui Pelabuhan Dumai. Ini menjadi solusi logistik bagi kita semua karena Pelindo 1 Dumai memberikan pelayanan ekspor ISO tank container langsung ke Port Klang, Malaysia. Dengan pelayaran internasional ini mampu membuat kita merasa aman dan bisa semakin efisien untuk sisi operasional serta efektivitas biaya logistiknya,” terang Regional Manager PT Ben Line Sumatera, Effendi Lim.
Sebelum ada jalur pelayaran ini, pelaku bisnis harus mengirimkan barangnya melalui jalur darat yang kemudian dikirimkan melalui pelabuhan lain. Pengiriman barang ke Port Klang jika menggunakan pelabuhan lain membutuhkan waktu tiga hari perjalanan, namun jika melalui Pelabuhan Dumai diperkirakan memerlukan waktu sekitar 22 jam perjalanan.

“Layanan ekspor petikemas ini merupakan inovasi bisnis untuk menjawab kebutuhan para pengguna jasa. Ke depannya, kami juga akan terus mempersiapkan infrastruktur dan suprastruktur di pelabuhan untuk kegiatan ekspor petikemas internasional. Untuk kegiatan impornya, kami terus berkoordinasi dengan pihak KPP Bea Cukai serta sedang melengkapi persyaratan kepabeanan dan Tempat Penimbunan Sementara (TPS). Untuk mendorong kegiatan ekspor impor tersebut, kami juga akan mempersiapkan untuk pembuatan Pusat Logistik Berikat (PLB),” lanjut Jonedi Ramli.

*Kinerja Pelabuhan Dumai*

Selama triwulan I tahun 2021, throughput Pelindo 1 Dumai mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan melayani kunjungan kapal dengan total volume 9.955 GT (Gross Tonnage), meningkat 1,33% dibandingkan dengan triwulan I tahun 2020 yang sebanyak 9.824 GT.

Sama halnya dengan trafik bongkar muat petikemas yang mengalami peningkatan yang signifikan selama triwulan I tahun 2021. Pelindo 1 melakukan bongkar muat petikemas sebanyak 3.608 box, naik 43,23% dibandingkan dengan triwulan I tahun 2020 sebesar 2.519 box.

“Kami berharap kegiatan ekspor barang ini akan semakin meningkat. Semakin banyak pengguna jasa yang sudah mengetahui layanan baru kami, sehingga pengguna jasa yakin untuk melakukan ekspor melalui Pelabuhan Dumai. Sejalan dengan itu, kami mempersiapkan Kawasan TPS agar layanan impor petikemas bisa segera dilakukan juga di sini. Tahun 2021 ini, strategi Pelindo 1 Dumai dalam meningkatkan kinerjanya yaitu dengan terus mengupayakan untuk meningkatkan market share bisnis marine service serta meningkatkan jumlah kapal dan barang yang melakukan bongkar muat di Pelabuhan Dumai. Dari sisi infrastruktur, suprastruktur, serta layanan akan terus kami tingkatkan untuk memberikan excellence service kepada para pengguna jasa,” tutup Jonedi Ramli.

Dalam mengembangkan layanan kepelabuhanannya, Pelindo 1 Dumai disandari kapal yang membawa ratusan mobil dari Jakarta. Layanan ini merupakan jawaban atas kebutuhan para pengguna jasa yang sebelumnya dalam pengiriman mobil dilakukan melalui jalur darat. Kapal yang membawa mobil ini sudah melakukan sandar dan bongkar di Pelabuhan Dumai sebanyak dua kali dengan membawa mobil mencapai 200 unit dalam sekali perjalanan. Layanan ini tentunya diharapkan mampu mendorong efektivitas dan efisiensi arus logistik. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).


Pelindo 1 Lhokseumawe Salurkan Bantuan Bina Lingkungan Berupa Bangunan Tempat Wudu Untuk Panti Asuhan

Order Detail


Belawan.Metro Sumut

Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe menyalurkan bantuan program bina lingkungan sebesar Rp 35 juta kepada Yayasan Panti Asuhan Raudhatul Jannah Desa Paya Dua Uram, Kec. Seunuddon, Kab. Aceh Utara pada Kamis, 8 April 2021. Bantuan ini diserahkan kepada Pimpinan Yayasan Panti Asuhan Raudhatul Jannah, Ummi Khatijah. Kamis (08/04/2021).
“Penyaluran bantuan program bina lingkungan ini digunakan untuk membangun tempat wudu di Yayasan Panti Asuhan Raudhatul Jannah. Bantuan ini merupakan salah satu wujud kepedulian Pelindo 1 Lhokseumawe untuk turut mengembangkan daerah yang berada di wilayah operasional Pelindo 1, khususnya daerah Aceh. Semoga bantuan yang kami salurkan ini bisa dirasakan manfaatnya sehingga mempermudah masyarakat yang berada di Yayasan Panti Asuhan Raudhatul Jannah dalam beribadah,” jelas General Manager Pelindo 1 Cabang Lhokseumawe, Budi Azmi.

Budi Azmi menambahkan bahwa Pelindo 1 Lhokseumawe selama tahun 2020 telah menyalurkan bantuan untuk program bina lingkungan sebesar Rp 105 juta dan untuk program kemitraan sebesar Rp 840 juta. 

Pelindo 1 berkomitmen untuk turut memajukan dan mendukung perekonomian serta kesejahteraan sosial di daerah-daerah khususnya yang berada di sekitar wilayah operasionalnya  di empat provinsi yaitu Aceh, Sumatera Utara, Riau dan Kepulauan Riau melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL). Tahun 2020, Pelindo 1 berhasil menyalurkan total dana PKBL  sebesar Rp 22,65 miliar.

Adapun untuk program bina lingkungan sebesar Rp 7,49 miliar yang disalurkan untuk korban bencana alam, bantuan Pendidikan, peningkatan kesehatan, pengembangan sarana dan prasarana umum, bantuan sarana ibadah, pelestarian alam, dan bantuan sosial kemasyarakatan dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Sementara untuk program kemitraan, Pelindo 1 telah menyalurkan bantuan pinjaman permodalan sebesar Rp 15,16 miliar pada tahun 2020. Bantuan program kemitraan itu disalurkan kepada pelaku usaha mikro kecil di berbagai sektor seperti: industri, perdagangan, pertainian, peternakan, perkebunan, dan jasa di seluruh wilayah operasional Pelindo 1. (Hamnas/Rica/Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1)



Catat Tonggak Baru, Pelindo 1 Dumai Ekspor Petikemas Ke Port Klang Malaysia

Order Detail


Belawan.Metro Sumut

Pelindo 1 Cabang Dumai mencatat tonggak baru dalam bisnisnya dengan mulai melayani ekspor petikemas berskala internasional melalui Pelabuhan Dumai. Layanan ini diharapkan akan makin mendongkrak kinerja Pelindo 1 Dumai yang sebelumnya melayani kegiatan bongkar muat curah cair, curah kering serta jasa penundaan dan pemanduan kapal. Rabu (31/03/2021).

Ekspor petikemas perdana melalui Pelabuhan Dumai ini ditandai dengan pengiriman 25 box petikemas ke Port Klang, Malaysia pada Minggu, 28 Maret 2021." Sebanyak 25 box petikemas telah kita ekspor ke Port Klang Malaysia melalui Dermaga C Pelabuhan Dumai. Alhamdulilah semuanya berjalan dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan," ujar General Manager Pelindo 1 Dumai, Jonedi Ramli. 

Pelindo 1 Dumai telah mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai dalam mendukung kelancaran kegiatan bongkar muat petikemas di Pelabuhan Dumai, baik dari sisi container yard (lapangan penumpukan peti kemas) serta peralatan bongkar muat yang selalu siap pakai disertai dengan operator yang kompeten dan handal.

Dalam kegiatan pemuatan peti kemas ini, Jonedi menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan PT. Segara Mitra Abadi sebagai agen dari MIT Cargo (Pvt) Ltd. Pemindahan petikemas dari trailer ke tongkang BG BH 2 menggunakan shore crane Sennebogen berkapasitas 45 ton. Jonedi berharap kegiatan perdana ekspor petikemas ke jalur internasional ini menjadi titik awal kesinambungan kegiatan ekspor dan impor petikemas di Pelindo 1 Dumai.
 
Sementara itu Direktur Utama PT Sagara Mitra Abadi, Yudi mengakui pengiriman peti kemas melalui Dermaga C Pelindo Dumai lebih efisien dibandingkan dengan daerah lainnya. Sebab, jarak tempuh dari Pelabuhan Dumai ke Port Klang diperkirakan hanya memerlukan waktu sekitar 22 jam perjalanan.

"Kami memilih Pelabuhan Pelindo Dumai karena posisinya yang strategis dan dekat dengan Port Klang, di sisi waktu sangat efesien diperkirakan hanya 22 jam saja sudah sampai ke pelabuhan tujuan, sementara jika kita menggunakan pelabuhan lainnya bisa-bisa baru sampai dalam 3 hari perjalanan," ungkap Yudi. 

*Bisnis Marine Service*

Terkait bisnis marine service,  Pelindo 1 Dumai telah melakukan peningkatan kerjasama di wilayah Lubuk Gaung dengan perusahaan pelayaran dan Pemilik Terminal Khusus, serta mengoptimalkan peluang-peluang bisnis baru melalui kerjasama dengan pemilik terminal dan agen terkait.

Upaya yang dilakukan Pelindo 1 Dumai terkait bisnis Marine Service di TUKS (Terminal Untuk Kepentingan Sendiri) antara lain dengan memberikan Service Excellence bagi pelanggan; bekerjasama dengan agen dan pemilik dermaga; dan kenaikan jumlah jam pemakaian tunda; keringanan pembayaran tagihan secara postpay; penempatan Base Tunda dengan lokasi kerja di TUKS serta memastikan satu siklus kunjungan kapal sepenuhnya menggunakan pelayanan Marine Pelindo 1 (one stop service).

Pada tahun 2021, Pelindo 1 Cabang Dumai menargetkan trafik kunjungan kapal pada sebanyak 5.489 Call atau 44.111.489 GT (Gross Tonnage) atau meningkat 33,8 persen dari call dan meningkat 16,5 persen dari volume dibandingkan tahun 2020. Trafik petikemas di Pelabuhan Dumai ditargetkan mencapai 16.152 TEUs, meningkat 12,13 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar 14.405 TEUs. Adapun trafik general cargo diproyeksikan sebesar 9,62 juta ton, naik 26,3 persen dibandingkan tahun 2020 yang sebanyak 7,61 juta ton.

Pelabuhan Dumai melayani kegiatan ekspor perdana petikemas dengan tujuan Port Klang, Malaysia. Ekspor petikemas perdana melalui Pelabuhan Dumai ini ditandai dengan pengiriman 25 box petikemas ke Port Klang, Malaysia pada Minggu, 28 Maret 2021. Selain layanan petikemas, Pelindo 1 Dumai juga melayani kegiatan bongkar muat curah cair, curah kering serta jasa marine service (Penundaan Dan Pemanduan Kapal). (Hamnas/Rica/ Fiona Sari Utami VP Public Relations Pelindo 1).







Portal Resmi Media Online Media Metro Sumut, Penerbit : PT Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW), SIUP-PM : No.01451/1.824.271, NPWP : 21.057.287.1-013.000, SK.Menkum HAM RI : AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. metrosumut.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger