Latest Products

Sepasangan kekasih Gelandangan Lepas Hasrat Bertunang Ditentang Keluarga

Order Detail






Johor Bahru.Metro Sumut
Pasangan kekasih jadi gelandangan lepas hasrat bertunang ditentang keluarga,“ Kami tidak mampu sewa rumah di sini mahal ” itu alasan diterima oleh kakitangan Pejabat Kebajikan Masyarakat Daerah Johor Bahru (PKDMJB) dalam satu tinjauan gelandangan di sekitar bandaraya ini bersama pelajar Institut Pendidikan Guru (IPG), Temenggong Ibrahim, di sini. Rabu (10/06/2015).

Informasi yang dihimpun Media ini, Dalam tinjauan dibuat bersempena Program Komuniti Prihatin Gelandangan, seramai 80 gelandangan diselamatkan di mana lebih 60 peratus daripada jumlah itu membabitkan gelandangan transit yang bekerja di sekitar bandaraya ini dan Singapura.

Pegawai Jabatan Kebajikan Masyarakat (JKM) Johor Bahru, Manayi Ibrahim berkata dalam tinjauan seawal jam 1 pagi berkenaan gelandangan berumur antara 20-an hingga 70 tahun itu membabitkan pelbagai kategori,” Kebanyakan masalah gelandangan berulang adalah membabitkan mereka yang terdiri daripada kutu raya disebabkan masalah penagihan dadah atau alkohol. Bagaimanapun gelandangan transit paling ramai diselamatkan dalam tinjauan itu “ katanya.

Alasannya, kadar sewa yang mahal di bandaraya ini menyebabkan mereka tiada pilihan sehingga sanggup tidur di kaki lima. Apatah lagi cuma berada di sini antara empat hingga lima jam sahaja sebelum masuk semula ke Singapura.

Bagi gelandangan yang bekerja di bandaraya ini, selain ada yang tidak menyewa rumah ada juga memberi alasan jarak antara kediaman dan tempat kerja jauh menyebabkan mereka tidak pulang dan sanggup tidur sebentar di kawasan terbuka,“ Kami turut menemui sepasang kekasih yang tidur di sebuah jejantas mendakwa terpaksa tidur di situ selepas hasrat untuk bertunang di halang keluarga. Kemudiannya mereka datang ke bandaraya ini dengan alasan mencari pekerjaan ” katanya.

Beliau berkata, kesemua 80 gelandangan berkenaan diselamatkan mengikut Seksyen 3 (2) Akta Orang Papa 1977 dan sebahagiannya ditempatkan di rumah perlindungan untuk tindakan lanjut manakala selebihnya diberi amaran lapor Sinar.(Abdullah).

Protes Putusan PN Medan Soal Lahan, Ratusan Karyawan Pelindo 1 Medan Demo Dan Bagi-Bagi Bunga

Order Detail



Medan.Metro Sumut
Ratusan pekerja PT Pelindo I berdemo menentang putusan Pengadilan Negeri (PN) Medan terkait sengketa lahan seluas 10 hektare di Pantai Anjing, Belawan. Rencananya lahan sengketa itu akan dieksekusi.

Massa yang rata-rata mengenakan ikatan kepala bertulis "Save Aset Negara" ini, tidak menggelar orasi. Mereka hanya terlihat melakukan aksi simpatik dengan membagi-bagikan bunga dan browsur "save aset negara" kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar Kantor PN Medan, Rabu (10/6/2015) siang.

Kamal Ahyar menegaskan, kehadiran sekira 400 karyawan PT Pelindo I ke PN Medan tidak lantas mengganggu operasional Pelabuhan Belawan. Pasalnya, mereka hadir di PN Medan tidak sampai ribuan seperti yang dahulu sempat diutarakan, "Dengan kami sekitar 400 karyawan kesini (PN Medan) maka tidak akan sampai mengganggu operasional Pelabuhan Belawan. Karena untuk karyawan di bagian bongkar muat dan peti kemas tidak hadir disini " kata Kamal.

Kamal menambahkan, mereka hadir hanya untuk memberikan dukungan moril terhadap pihak-pihak yang bersidang, khususnya untuk tim hukum PT Pelindo I," Kami hanya beri dukungan moril agar masalah ini dilihat secara adil. Dan kami hadir disini dengan damai tidak dalam rangka mengganggu persidangan. dengan damai, tidak ada aksi-aksi yang bersifat anarkis “ Tambahnya.

Humas Pelindo I M Eriansyah mengatakan, aksi demo ini sebagai bentuk perlawanan atas proses rencana eksekusi lahan yang dilakukan PN Medan. Penolakan eksekusi ini dilakukan untuk menyelamatkan dan mengamankan aset negara yang dikelola PT Pelindo I," Aset negara yang diberikan kepada Pelindo I atas lahan 10 hektare ini merupakan bagian dari sertifikat tanah HPL Nomor 01 Desa Belawan I, tanggal 3 Maret 1993 seluas 278,15 hektare " kata Eriansyah.

Sebelumnya, masalah sengketa Pantai Anjing, Belawan, juga dibahas Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno bersama Jaksa Agung M Prasetyo, Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho di kantor Gubernur Sumut di Medan beberapa hari yang lalu.

Lahan 10 ha itu digugat M Hafizham. Putusan PN Medan, dan putusan pengadilan di atasnya, menyatakan M Hafizham sebagai pemiliknya yang sah. Keputusan itu juga membatalkan sertifikat semua lahan kepemilikan PT Pelindo I seluas 278,15 ha.(Hamnas)





Aset PT KIA , PT Pelindo I dan Rohingnya Jadi Pembahasan Rakor Menteri Di Medan

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Tedjo Edy Purdijatno, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Jaksa Agung RI  HM. Prasetyo bersama Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho ST MSi menggelar Rapat Koordinasi khusus (Rakorsus) untuk membahas Kasus Register 40, Aset PT KIA, Lahan PT Pelindo I, dan Rencana Deportasi Pengungsi Bangladesh serta penangan Pengungsi Rohingnya.

Informasi yang dihimpun Media ini, Rakorsus digelar di Ruang Beringin lantai VIII kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro No.30 Medan, Senin (8/6). Hadir para deputi dari kementerian terkait, Forum koordinasi Pimpinan Daerah Sumut (FKPD) yakni Kapolda Sumut Irjen Pol Eko Hadi Sutedjo, Kajati SU HM Yusni SH MH, Kasdam I Bukit Barisan serta Beberapa Bupati/Walikota Se-Sumut. Sementara dari Pemprovsu ikut mendampingi Gubsu, Wakil Gubsu HT Erry Nuradi, Sekdaporsu Hasban Ritonga dan Pimpinan SKPD terkait.

Menkopolhukam Tedjo Edy Purdijatno kepada wartawan usai melakukan Rakorsus menyampaikan bahwa ada empat  permasalahan yang dibahas dalam Rakorsus yang pertama adalah register 40 Padang lawas yang dikuasai oleh DL Sitorus," Yang ini ada upaya-upaya dari yang bersangkutan yang untuk ingin menbenturkan antara rakyat, pekerja dengan pihak pemeintah. Dan ini akan ditangani dengan baik dan kita tidak mengharapkan didalam penanganan kasus hukum ini sampai mengorbankan masyarakat " Ungkapnya.

Jadi, pemerintah sudah sepakat bahwasanya apa yang disampaikan bapak presiden RI, bahwa manajemennya akan dirubah keepada negara. Tetapi masyarakatnya tidak diganggu dan tetap bekerja seperti biasa yanag tetap berpenghasilan seperti biasa pula," Hanya manajemennya dirubah. yakni yang biasanya pemasukan dari person persn tadi ini akan dirubah masuk kepada kas negara. Dan nanti-nanti ada pembagian pusat dan daerah dan akan diatur kemudian " katanya.

Terkait maslah PT KAI, Menko Polhukam menyampaikan bahwa ada penyalahgunaan didalam kerjasamanya yang melibatkan pejabat Walikota Medan terdahulu dan sekarang sudah menjadi proses hukum serta sudah menjadi terdakwa. "Nah ini akan dikembalaika lagi aturannya seperti apa dan akan dilakukan penyitaan oleh Kejaksaan serta akan ditata ulang sehingga bisa dikerjasamakan," katanya.

Terkait Pelindo, lanjutnya kasus ini  juga akan diditindaklanjuti dengan proses hukum. Sementara masalah pengungsi Bangladesh ini harus dipulangkan karena memang mereka pencari kerja.  Sedangkan Kalau pengungsi Rohinga harus ditangani.

Kajagung H M Prasetyo dalam kesempatan yang sama menyampikan bahwa pihaknya akan secepatnya melakukan eksekusi," Kita lebih cepat lebih bagus dan sebenarnya bukan eksekusi tapi pengambilan manajemen dan segera dilakukan dan ini diharapkan bagi masyarakat yang berada disana bahwa apa yang yang dilakukan tidak akan merugian mereka karena yang kita ambil alih adalah manajemennya dan mereka tidak akan kehilangan mata pencaharian dan kedepan kemungkinan tidak lagi berhubungan dengan perushan DL Sitorus tapi manajemen baru " Ujarnya.

Menteri LH dan Kehutanan RI Siti Nurbaya, menambahkan bahwa sejak 2009 sampai sekarang belum selesai padahal sudah ada Putusan MA dan sudah menjadi kekuatan hukum," Kedepan ini pasti akan kita eksekusi  Ini yang terjadi kan sudah cukup lama jadi ini terjadi pembiaran yang cukup lama. Sesuai Perintah presiden jelas harus ada langkah tegas dalam penegakan hukum karen lingkungan dan hutan kita sudah rusak " Tutupnya.

Terkait agenda Rakorsus yang dibahas, Gubernur melaporkan bahwa masalah register 40 diawali tahun 1924 kawasan register 40 ditetapkan berdasarkan penetapan Gubernur Jendral Hindia belanda seluas 75.622 Ha diperuntukan sebagai hutan tetap dan berfungsi sebagai hutan produksi. Kemudian tahun 1982 kawasan reguster 40 mengalami perlusan menjadi 178.508 Ha terdiri dari hutan produksi dan hutan lindung kemudian Tahun 2014 berdasarkan SK menteri kehutanan kawasan hutan register 40 menjadi 156.204 Ha (hutan produksi dan lebih kurang 22.304 Ha areal pengguanan lain)," Kawasan hutan ini telah dirambah menjadi perkebunan kelapa sawit dan upaya-upaya untuk mencegah telah dilakukan oleh pemerintah daerah hingga akhirnya penanganan perambahan hutan ini masuk ke ranah hukum dan tekah diputuskan oleh Mahkamah Agung tanggal 12 Februari 2007 "  Ujarnya.

Paska putusan MA, sesungguhnya telah cukup panjang langkah kebijakan yang dikeluarkan pemerintah pusat bersama pemerintah daerah termasuk dengan upaya-upaya rencana aksi dengan pelibatan FKPD Pemda, Pemkap Palas dan Paluta serta sosialisasi kepada masyarakat setempat," Kini harapkan pemda dan masyarakat agar permasalahan ini dapat segera diselesaikan tanpa menimbulkan dampak-dampak yang dapat mempengaruhi kondusifitas masyarakat dan kami mendukung setiap upaya penegakan hukum dan kami juga berharap penyelesaian ini bisa memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteran masyarakat lokal dan memberi peningkatan pertumbuhan ekonomi serta peneriman bagi pemda juga pendapatan negara " katanya.

Sedangkan terkait PT Kereta Api Indonesia (KAI), Gubsu melanjutkan bahwa proses hukum perdata antara PT KIA melawan PT Agra Citra Karisma (ACK) dimulai tahun 2011 hingga keluarnya keputusan kasasi bahkan PK dari Mahkamah Agung pada 21 April 2015. " Terkait hal ini kami telah melakukan berbagai upaya deteksi dini saat nantinya akan dieksekusi hasil putusan ini serta antisipasi rentetan dari proses hukum selanjutnya atas dampak-dampak yang terjadi dari penetapan ini," katanya.

Sedangkan permasalahan PT Pelindo, bahwa informasi yang kami peroleh Pelindo I Belawan berdasarkan sertifikat hak pengolahan tanah nomor 1/ belawan I tangal 3 Maret 1993 tekah menguasai tanah seluas 278,15 Ha di kawasan Belawan termasuk didalamnya tanah seluas 10 Ha yang dikenal dengan sebutan tanah Pantai Anjing," Tanah Pantai anjing inilah yang kemudian digugat oleh seseorang yang mengaku memiliki hak dan keputusan kasasi memenangkan penggugat untuk selanjutnya akan dilakukan eksekusi meskipun pihak PT pelindo sedangkan melakukan PK " Jelas Gubsu.

Sementara terkait Penanganan Penghungsi dan pencari suaka, Gubsu menjelaskan bahwa Sumut sejak tahun 2009 telah kedatangan Irregular Migrants (Pengungsi dan pencari suaka) yang hingga saat ini jumlahnya mencapai 2021 dan setiap saat berfluktasi. Mereka terdiri dari warga negara Afhganistan, Srilanka, Sudan, Iraq, Iran, Palestina, Suria, Pakistan, Somalia, Kuwait, Eritrea, Ethopia, Yordania, Thailand, Bangladesh dan Myanmar.

Para pencari suaka dan pengungsi di data oleh pihak UNHCR dan IOM dan pembiayaanya selama ini baik itu akomodasi termasuk bantuan kepada setiap orang sebesar Rp 1.250.000 setiap bulan yang diberikan oleh pihak IOM," Ada dua persoalan yang saat ini dialami pihak imigrasi maupun pemda yakni masalah penampungan dan masalah suku Rohingnya. Hingga saat ini warga Rohingya di Sumut berjumlah 306 sebagai pengungsi dan pencari suaka namun ada 21 orang warga Myanmar yang ditangkap melakukan illegal Fishing dan sudah 5 bulan lebih belum dideportasi ke negaranya "  Ujar Gubsu.(Red)




Puluhan Buruh SPSI Saling Bentrok, Satu Kritis Ditombak

Order Detail

Medan.Metro Sumut
Anggota Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Kelurahan Bantan, Kecamatan Medan Tembung, terlibat bentrok dengan anggota SPSI tandingan di Jalan Mustika, Kecamatan Tembung, Sumatera Utara. Selasa (09/06/2015).

Informasi yang dihimpun Media ini, petugas kepolisian akibat bentrokan antara SPSI yang diketuai Tobing dengan SPSI tandingan yang diketuai berinisial IV, seorang anggota yang diketahui bernama Himsar Limbong (42), warga Jalan Tirtosari, Kecamatan Medan Tembung, mengalami luka serius setelah terkena tebasan klewang, curit, dan tombak.
Seorang anggota SPSI pimpinan Tobing yang bernama Juanda Sihotang (40) menjelaskan bahwa bentrok tersebut pecah karena adanya kepengurusan SPSI tandingan yang diketuai IV. Sebab, selama ini SPSI yang didudukinya sudah lama vakum," Jadi, SPSI kami sudah lama vakum, kemudian muncul SPSI yang baru yang diketuai si IV itu " Katanya.

Lanjut Juanda kembali, dalam bentrokan tersebut pihak SPSI yang dipimpin IV tidak terima terhadap SPSI yang diketuai Tobing. Walaupun SPSI yang didudukinya sekarang sudah vakum, masih tetap sah dan terdaftar di SPSI Kota Medan," Pihak dari si IV ini tidak terima kalau kami buka kembali kendati sudah vakum selama setahun. Padahal, SPSI kami yang sah. Kami masih terdaftar, hanya izinnya yang sudah mati, dan izin ini sudah kami perpanjang, masih dalam proses "  Tuturnya.

Lantaran merasa tidak senang, IV bersama rekannya melakukan penyerang dengan menggunakan senjata tajam. Atas bentrok tersebut salah seorang temannya menjadi korban," Pas lagi menjelaskan tentang keabsahan pemimpin SPSI tersebut pihak dari si IV tidak terima dan langsung main pukul saja dengan menggunakan klewang, celurit, dan tombak. Alhasil, temanku menjadi korban " Jelas Bendahara SPSI Kecamatan Medan Tembung ini.

Terpisah, Kapolsek Percut Seituan Kompol Rudia Silaen saat dikonfirmasi mengaku sudah menerima laporan korban," Benar, laporan korban sudah kita terima. Namun, masih kita periksa dulu pelapor beserta saksinya " Ujarnya.(Hamnas)

Berantas Bajak Laut, Polda Jambi Bentuk Tim Khusus

Order Detail

Jambi.Metro Sumut
Polda Jambi membentuk tim khusus untuk memberantas kejahatan seperti perampokan dilaut (bajak laut). Pembentukan tim itu dilakukan menyusul semakin meningkatnya kasus bajak laut di perairan Jambi. Selasa (09/06/2015).

Informasi yang dihimpun Media ini, Direktur Polisi Perairan Polda Jambi Kombes Pol Yulius Bambang Karyanto mengatakan, banyak modus pelaku kejahatan di perairan yang berbeda dengan modus pelaku kejahatan di daratan. Sehingga, diperlukan tim khusus untuk menanganinya," Seperti, aksi premanisme di perairan wilayah Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) juga makin marak dan sasarannya adalah nakhoda dan anak buah kapal (ABK) yang melintas di perairan tersebut " Katanya.

Yulius menambahkan, biasanya bajak laut mendatangi kapal yang melintas dengan menggunakan kapal kecil. Kemudian, mereka meminta solar yang ada di kapal secara paksa.

Sejauh ini tim khusus tersebut sudah beroperasi. Mereka tidak hanya memberantas bajak laut, namun juga memberantas semua kriminalitas di perairan Jambi.

Hasilnya, enam kapal yang melakukan pelanggaran di wilayah perairan Jambi diamankan. Dari enam kapal itu, empat di antaranya adalah kapal motor yang menangkap ikan menggunakan trol, dua kapal lagi adalah pengangkut BBM ilegal.(Heri).

Sambut Ramadhan, Unit Galangan Kapal (UGK) Pelindo 1 Cabang Belawan Santuni 20 Anak Yatim

Order Detail

Belawan.Metro Sumut
Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, Unit Galangan Kapal (UGK) PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Cabang Belawan berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada 20 orang anak yatim yang berada di lingkungan kerja, Senin (08/06/15).

General Manager Unit  Galangan Kapal (UGK) PT. Pelindo I Cabang Belawan Ir Thamrin mengatakan pemberian santunan ini merupakan bagian yang bertujuan untuk membangun kebersamaan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar pelabuhan," Santunan berupa uang tunai kita berikan kepada 20 anak yatim yang berada dilingkungan kerja kita. Anak yatim berasal dari dari Kecamatan Medan Belawan “ katanya.

Thamrin menambahkan, kehadiran anak-anak yatim memberikan kesan yang sangat mendalam,“ Berada didekat anak yatim dan santri menyadarkan kita akan ketabahan dan memotivasi kita untuk menjadikan perusahaan ini lebih maju ” Tambahnya.

Hal senada yang disampaikan Rais kabag keuangan, Hal ini menjadikan contoh bahwa dalam situasi apapun, kita tidak boleh menyerah, kita harus kuat dan tetap positif, sehingga kami sangat senang dibulan yang penuh berkah ini kami dapat bertemu kembali dan berbagi dengan anak yatim dan santri ” Ungkapnya

Salah seorang anak yatim bernama Rizky mengaku senang dengan adanya perhatian dari perusahaan semi plat merah tersebut. Kepedulian perusahaan ini, lanjutnya, bisa memberikan motivasi bagi perusahaan lain untuk melaksanakan kegiatan berbagai seperti ini," Saya mengucapkan terima kasih atas perhatian perusahaan  unit galangan kapal Pelindo cabang Belawan kepada anak-anak yatim. Semoga apa yang dilakukan oleh perusahaan ini menjadi contoh dan panutan bagi perusahaan lain " Harapnya.(Hamnas)


Parlindungan Nasution Camat Marelan Buka Festival Kuda Kepang

Order Detail
Medan Marelan.Metro Sumut

Festival kuda kepang yang dibuka secara resmi oleh Walikota Medan melalui Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution di lapangan jalan Baru A.Sani Muthalib Kelurahan Terjun Kec. Medan Marelan, Lebih baik mabuk kuda kepang ketimbang mabuk narkoba, begitu salah satu tema yang disampaikan kelompok Paguyuban Jawa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Warga Jaya (FKWJ

Informasi yang dihimpun Media ini, Peserta festival yang turut mengikuti acara yang dibuka sejak Minggu (07/06/2015) tersebut masing-masing group kuda kepang Joyo Lestari asal Jalan Pasar 2 Marelan, Turonggo Anugrah asal Gang Volly Jalan Rahmabuddin Marelan dan Turonggo Mekar Sari Budoyo asal Kelurahan Paya Pasir Marelan.

Selain mengelar kegiatan Festival kuda kepang sekaligus dilaksanakan kegiatan peletakan batu pertama kantor FKWJ Kecamatan Medan Marelan yang diketuai oleh Suriono.Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPP.FKWJ Djamin Sumitro dan Ketua DPD.FKWJ Sumut GA.Purwanto, Lurah Terjun H.Azwar serta para anggota dan pengurus maupun masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Ketua DPD.FKWJ Sumut GA.Purwanto mengatakan, mendukung penuh digelarnya acara tersebut guna turut melestarikan budaya jawa.

Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution menambahkan, mayoritas warga di Marelan memang bersuku Jawa, untuk itulah kegiatan pelestarian seni budaya ini sangat penting dilestarikan.

Bahkan di negera maju sekalipun kebudayaan kerap dipakai seperti di negara Inggris yang sudah maju dan modren namun pihak kerajaan Inggris masih mau menaiki kereta kencana untuk berpawai.

Tak hanya seni budaya jawa melainkan seni budaya suku lainnya yang ada di Indonesia seharusnya tetap dilestarikan sehingga anak cucu kita mendatang tak melupakan seni budaya dari para nenek moyangnya.Ujar Camat singkat sembari membuka kegiatan festival serta secara simbolis memberikan kuda kepang kepada pengurus FKWJ.

Kegiatan festival tersebut juga mengambil tema, mari kita lestarikan kesenian dan kebudayaan jawa demi persatuan dan kesatuan bangsa dengan motto tumbuh sebelum patah berganti sebelum hilang," Sak Iyek Sak Eko kapti, Sak Iyek sak eko proyo yang artinya satu hati satu pendapat dan satu tujuan serta lebih baik mabok kuda kepang ketimbang mabok narkoba ".(Hamnas).

Peti Kemas Pelindo 1 Cabang Belawan

Order Detail



Belawan.Metro Sumut
Operator menurunkan muatan peti kemas dari kapal ke truk peti kemas di Terminal Pelabuhan BICT Belawan Medan, Sumatera Utara, Minggu (7/6). Pelabuhan Belawan pada tahun lalu, mampu melayani arus bongkar muat peti kemas hingga 1,2 juta Twenty-footEquivalent Units (TEUs) per tahun dan pada tahun 2015 ini Pelindo I Belawan akan meningkatkan volume bongkar muat peti kemas hingga 2,2 juta TEUs per tahun. (Hamnnas)

Ratusan Warga Hadiri Acara Penabalan Nama Anak Ketua PAC Partai Gerindra Marelan

Order Detail

Medan Marelan.Metro Sumut
Haris Kelana Damanik Ketua PAC Partai Gerindra didampingi istri tercintanya Rahmawati Harahap sekaligus Bendahara Partai Gerindra Marelan menggelar acara syukuran  sekaligus penabalan nama anak  tercinta dikediaman Komplek Tut Wurihandayani Lingkungan 4 Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan. Minggu (07/06/2015).

Selain para kerabat keluarga/family, acara syukuran penambalan nama putra keempat ketua PAC Partai Gerindra Marelan tersebut turut dihadiri ketua DPC.Partai Gerindra Kota Medan Boby Oktavianus Zulkarnaen, Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution, Lurah Terjun H.Azwar serta para jajaran kepengurusan partai Gerindra Medan Marelan, tokoh agama,tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat.

Prosesi penambalan nama putra keempat ketua PAC.Partai Gerindra Marelan berlangsung secara sederhana dan hikmad diwarnai dengan acara tepung tawar diiringi dengan musik khas lagu Marhaban dibawakan para ibu-ibu perwiritan dilanjutkan dengan pembacaan doa semoga Harzio Ramanda Damanik menjadi anak yang sholeh

berbakti kepada kedua orang tua serta kelak dewasa berguna bagi nusa dan bangsa.Amin

Setelah marhaban selesai, acara dilanjutkan dengan upah-upah. Dalam upah-upah ini, Haris Kelana Damanik Ketua PAC Partai Gerindra didampingi istri tercintanya Rahmawati Harahap sekaligus Bendahara Partai Gerindra Marelan, berharap agar anaknya ini kelak menjadi anak yang baik, soleha, mencintai dan menyangi orang tua serta,“ Semoga  Harzio Ramanda Damanik terus diberi kesehatan oleh Allah SWT sehingga menjadi anak yang tumbuh sehat dan kelak menjadi anak yang berbakti dan  Negara dan agama ” Harap Haris Kelana Damanik Ketua PAC Partai Gerindra didampingi istri tercintanya Rahmawati Harahap sekaligus Bendahara Partai Gerindra Marelan.(Hamnas).



Portal Resmi Media Online Media Metro Sumut, Penerbit : PT Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW), SIUP-PM : No.01451/1.824.271, NPWP : 21.057.287.1-013.000, SK.Menkum HAM RI : AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. metrosumut.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger