Latest Products

Serap Aspirasi Masyarakat, Mulia Asri Rambe SH Alias Bayek Anggota DPRD Kota Medan Dari Partai Golkar Adakan Reses.

Order Detail


Medan Deli.Metro Sumut
Serap Aspirasi Masyarakat, Mulia Asri Rambe Alias Bayek Anggota DPRD Kota Medan Dari Partai Golkar Adakan Reses dirumahnya Perumahan Komplek Bank Kelurahan Titi Papan Kecamatan Medan Deli,melakukan kegiatan reses ke daerah pemilihan V (Dapil V) dalam upaya menyerap aspirasi maupun permasalahan dihadapi masyarakat untuk ditindaklanjuti ke Sidang Paripurna, Rabu (26/11/2014).

Dalam Kegiatan Reses tersebut terlihat hadir beberapa SKPD Kota Medan, Camat Medan Deli Hendra Asmilan, S.I.P,Seketaris Camat Medan Deli Irfan Asardi Siregar, Kepala UPT.Dinas PU Bina Marga Kota Medan di Pekan Labuhan Basrun,Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kota Medan,Dinas Pendidikan Kota Medan yang mewakili,Danramil 11 Medan Deli Kapten Inf Porgel Rajagukguk,Lurah Sekecamatan Medan Deli,Lurah Kelurahan Besar Martubung,Kepling Sekecamatan Medan Deli,Kepling dari Kecamatan Medan Marelan,Kepling dari Kecamatan Medan Labuhan,Suhartono Ketua Ampi Kecamatan Medan Deli,Kentong Ketua IPK Kecamatan Medan Marelan,Ratusan Masyarakat Medan Utara.

Kegiatan reses dilakukan dijadwalkan 4 bulan sekali Demikian diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan Dari Partai Golkar Mulia Asri Rambe SH Alias Bayek, Bayek ajukan jempol kepada masyarakat Medan Utara yang SDMnya sudah bagus yang sudah memberikan masukan-masukan cerdas dan masih mempunya rasa kepedulian tinggi kepada yang lain,” Aspirasi masyarakat yang sudah disampaikan dan masukan-masukan masyarakat yang telah diberikan akan direalisasikan dan untuk bahan di Sidang Paripurna Nanti “ Kata Anggota DPRD Kota Medan Dari Partai Golkar Mulia Asri Rambe SH Alias Bayek.

Dalam Kegiatan reses tersebut beberapa masyarakat Medan Utara yang menyampaikan aspirasinya mengenai Jalan yang sampai sekarang belum juga terelisasikan,pebuatan dranaise,masalah banjir,masalah pendidikan,masalah kependudukan dan catatan sipil,masalah air bersih yang belum didapati masyarakat,masalah didaerah dranase ada pipa PLN pipa GAS pipa Tirtanadi yang membuat air tersebut tidak mengalir yang mengakibatkan banjir  dan masalah kesehatan yang sekarang lagi ngentren di Medan Utara Penyakit DBD “ Ungkap Masyarakat Medan Utara.

Sementara jawaban dari beberapa SKPD, masing-masing merangkum seluruh aspirasi dan permasalahan diperoleh selama pelaksanaan reses, akan disampaikan kepada Walikota Medan sebagai bahan masukan untuk ditindaklanjuti bersama SKPD terkait.(Hamnas)

Ahok Lempar Tugas Ke Wali Kota

Order Detail


Jakarta.Metro Sumut
Kebijakan Baru Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan memberikan perluasan wewenang bagi Wali Kota, Kedepan para Wali Kota akan membawahi langsung satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di tingkat wilayah, Rabu (26/11/2014).

Informasi yang dihimpun Media ini, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Jakarta I Made Karmayoga mengatakan, perluasan wewenang ini untuk mempermudah kerja wali kota dalam mengatasi permasalahan dengan cepat. Tetapi tentu, aturan baru ini akan membuat tanggung jawab mereka semakin berat karena segala permasalahan di wilayah termasuk pembangunan infrastruktur harus dikuasai," Kalau selokan mampet, wali kota bisa panggil Kasudin PU-nya. Wali kota ibarat dirjen. Jadi kalau ada yang salah, ya Wali Kota yang disalahkan. Wali kota memang harus bertanggung jawab terhadap wilayahnya “ Katanya.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengancam akan mencopot bahkan men-staf-kan wali kota yang tidak bekerja maksimal.

Made menilai, apa yang disampaikan Ahok tidak keliru sama sekali. Sebab mantan Bupati Belitung Timur ini memiliki wewenang untuk mengatur dan mengganti posisi Wali Kota hingga bawahannya," Gubernur mempunyai kewenangan tertinggi mengelola dan mengembangkan pegawai. Gubernur juga punya tugas membina bawahan " Ungkapnya.(Melvy)

Walikota Medan Hadir Di Acara Peringatan Hari Guru Di SMP Negeri 38 Medan Marelan

Order Detail


Medan.Metro Sumut
SMP Negeri 38 Jalan Marelan VII, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan
memperingatan Hari Guru ke-69 dipusatkan di SMP Negeri 38, Selasa (25/11/2014).

Informasi yang dihimpun Media ini, Dalam perayaan yang dilakukan sederhana tanpa dihadiri Kadis Pendidikan Kota Medan ini, Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengimbau seluruh guru untuk terus memacu prestasi kerja dan meningkatkan daya inovasi dalam proses belajar mengajar.

Eldin juga berpesan kepada para pahlawan tanpa tanda jasa ini agar mendidik para siswanya dengan penuh keikhlasan dan penuh tanggung jawab agar menjadi insan yang cerdas, berdaya saing serta berkarakter. Itu sebabnya guru sangat berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain pemotongan tumpeng oleh Dzulmi Eldin Wali Kota didampingi Ketua PGRI Kota Medan Ramlan Tarigan, AKBP Safwan Hayat selaku tokoh masyarakat, Camat Medan Medan Marelan Dedi Jaminsyah Harahap serta Kepala SMP Negeri 38 Medan Rohanim.

Peringatan Hari Guru juga diisi dengan serangkaian kegiatan seni dan tari, perlombaan membuat nasi tumpeng serta penanaman pohon, Setelah itu dilanjutkan dengan peresmian Musala Ash Shobirin yang juga langsung dilakukan Wali Kota Medan. Mantan Sekda Kota Medan ini sangat mengapresiasi dengan peresmian mushala tersebut. Dengan begitu para siswa tidak hanya diajarkan ilmu pengetahuan saja, melainkan juga pendidikan keagamaan.

Dihadapan seluruh pengajar dan siswa SMPN 38 Medan, Wali Kota berharap dengan semangat Hari Guru ini akan semakin meningkatkan kualitas dan kesejahteraan para guru. Sebab, gurulah yang membuat bangsa dan negara ini maju melalui ilmu pengetahuan yang diajarkannya tanpa kenal lelah sedikit pun.

Sementara Dzulmi Eldin Wali Kota berpesan agar daya saing para guru dipacu dengan membuat karya-karya ilmiah,“ Saya menginginkan guru-guru juga harus mampu membuat karya-karya ilmiah. Artinya, karya ilmiah tidak hanya untuk syarat kenaikan pangkat saja. Di samping itu para guru juga harus terus meningkatkan kualitas mengajarnya masing-masing   sehingga benar-benar menjadi tenga pengajar yang professional “ Kata Dzulmi Eldin Wali Kota.

Pada kesempatan itu Wali Kota menyampaikan rencana pemerataan guru yang akan dilakukan secepatnya.  Dijelaskannya, pemerataan guru ini dilakukan bukan karena faktor suka atau tidak suka, melainkan agar para guru bisa mendapatkan jam kerja sesuai dengan persyaratan untuk mendapatkan sertifikasi,“ Jadi saya berharap jika pemeratan guru dilakukan, para guru bisa menerimanya dengan lapang dada. Saat ini Dewan Pendidikan tengah menggodoknya. Setelah itu selesai, pemerataan guru langsung dilakukan. Insya Allah setelah pemerataan guru ini dilakukan, tidak ada lagi sekolah favorit, sebab mutu dan kualitas setiap sekolah sama ” Jelasnya.

Kepala SMP Negeri 38 Medan Marelan Rohanim mengatakan meski dilaksanakan dengan sederhana namun perayaan Hari Guru di sekolah yang dipimpinnya berjalan dengan meriah yang diisi dengan aksi seni dan tari para siswa hasil pendidikan ektrakurikuler. Kemudian SMP Negeri 38 mendukung penuh program Medan Berhias (bersih, hijau, asri dan sehat) melalui kegiatan LABB yaitu lihat, ambil bawa dan buang guna mewujudkan Sekolah Adiwiyata,“ Setiap hari siswa kita minta setiap ke sekolah membawa dua kantungan plastik untuk tempat jajanan yang mereka berita. Kantungan plastik itu untuk memisahkan sampah organik dan sampah anorganik. Dengan upaya  yang dilakukan ini, kita berharap agar SMP Negeri 38 bersih dari sampah ” Ungkap Rohanim Kepala SMP Negeri 38 MedanMarelan.

Setelah itu Wali Kota menghadiri perayaan Hari Guru di SMP Negeri 39 Jalan Yong Panah Hijau Medan Marelan. Parlindungan nst

Di tempat itu wali kota berpesan agar para siswa terus meningkatkan kualitas belajarnya dan benar-benar memanfaatkan proses belajar-mengajar untuk menyerap seluruh ilmu pengetahun yang diberikan para guru.  Kemudian seluruh siswa diingatkan agar menjauhi segala bentuk narkoba. (Redaksi)

Batam Mencekam, Polisi Dan TNI Bentrok

Order Detail
Batam.Metro Sumut
Peristiwa bentrok antara anggota Yonif 134 Tuah Sakti (TS) dengan Satbrimob Polda Kepri, terulang kembali didepan Mako Brimob Polda Kepri, Tembesi, Rabu (19/11/2014) malam. Kabar yang didiperoleh menyebutkan, puluhan oknum anggota Yonif 134/TS menyerang Barak Teratai Satbrimob Polda Kepri.

Informasi yang dihimpun Media ini, Akibat dari penyerangan itu, kaca depan Barak Teratai pecah. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Fuad Basya membenarkan adanya bentrok antara TNI AD Yonif 134 dan Brimob di depan Markas Brimob, Batam, Kepulauan Riau.

Menurutnya, kronologi peristiwa itu berawal ketika empat prajurit TNI dan seorang anggota Brimob tengah bersantap makan, tak jauh dari Mako Brimob, di Jalan Trans Balerang,“ Saat bersamaan, melintas anggota Brimob lainnya, sehingga terjadi aksi saling lirik yang berujung pada adu mulut ” Katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (19/11/2014).

Lanjutnya, mendengar keributan itu, anggota TNI AD Yonif 134 berencana memanggil anggota lainnya, namun ketahuan atasannya dan langsung dihentikan. Sehingga bentrok tidak meluas,“ Mendengar ada keributan, mereka mau panggil teman-temannya, tapi langsung ketahuan dan cepat dicegah, serta ditangani oleh Dandim, dan langsung diambil alih oleh Danrem. Semua sudah aman ” Tambahnya.

Sebelumnya sempat kondusif, insiden kembali terjadi pada pukul 20.00 WIB. Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo bahkan berada didalam Mako Brimob saat peristiwa terjadi. Katanya, suara tembakan sudah terjadi sejak sore dan, hingga 30 Menit lalu, suara tembakan masih terdengar,“ Saya mencoba untuk menyelesaikan persoalan yang sebelum sudah selesai. Tapi sore dan 30 menit lalu terjadi tembakan “ Ungkapnya. Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo.

Meski berada didalam Mako, Soerya siapa tahu persis siapa pelaku penembakan. Katanya, arah tembakan dari berbagai penjuru,“ Ini tidak tembak menembak, anggota Brimob juga tidak menembak, tapi kita dibrondong. Kaca pecah tapi tidak ada korban ” Tuturnya.

Soerya dengan tegas menyampaikan, dia tidak ingin keluar dari dalam Mako Brimob meski kondisi tidak aman. Dia akan menunggu seluruh pimpinan terkait untuk datang dan membicarakan permasalahan ini, Soerya mengatakan, hingga pukul 22.00 WIB, suara tembakan masih terdengar ke arah Mako Brimob Batam,“ Saya sekarang masih berada di dalam Mako Brimob. Suara tembakan masih terdengar sejak sore tadi hingga sekarang “ Tegasnya.

Lanjut Soerya, suara tembakan tersebut terdengar dari berbagai arah,“ Mako Brimob ditembaki dari berbagai arah ” katanya.

Belum diketahui apakah ada korban dalam bentrokan antara TNI dan Polri ini. Soerya mengatakan dia sudah melakukan komunikasi dengan pihak TNI dan Polri agar bentrokan tersebut bisa secepatnya selesai,“ Saya sedang bicara dengan Danrem dan Kasat Brimob di TKP. Saya sampaikan ke beliau-beliau bahwa saya tidak mau meninggalkan TKP sebelum kedua belah pihak betul-betul dapat menyelesaikan permasalahannya ” Ujar Soerya.

Bentrok antara anggota TNI Batalyon 134 dengan Brimob masih berlangsung malam ini. Warga terjebak tak bisa kembali ke rumah mereka.

Malam ini, hingga pukul 20:30 WIB suara tembakan masih terdengar keras oleh masyarakat. Banyak warga Batam khususnya yang berada di kawasan jembatan Barelang kini terjebak. Mereka belum bisa melintas untuk menuju rumah mereka.

Markas Batalyon 134 dan Markas Brimob berada di satu jalur badan jalan. Kini kondisinya, masyarakat yang bermain di Jembatan Barelang tidak bisa kembali ke kawasan kota, atau sebaliknya,“ Saya sudah 3 jam terjebak tidak bisa pulang kekawasan kota, Karena tadi sore kita bermain dijembatan Barelang ” kata Rusman (40) warga Batam.

Menurut Rusman, ketika dia bersama keluarganya akan melintas, menjelang Batalyon 134 sudah dihadang sejumlah Provost TNI. Mereka dilarang melintas karena situasi masih mencekam,“ Kami tidak boleh melintas dulu katanya masih berbahaya. Karena ada bentrok. Kami juga mendengar suara tembakan ” Ungkap Rusman.

Kini warga pun terjebak di Jembatan Barelang, Mereka harus menunggu bila kondisi benar-benar sudah kondusif.(Melvy/Redaksi/Tim Batam)



Sekitar 370 Balita Meninggal, Buang BAB Sembarangan

Order Detail
Jakarta.Metro Sumut
Hasil Data WHO/UNICEF Joint Monitoring Program (JMP, 2014) mengungkapkan, sebanyak 55 juta penduduk Indonesia masih memiliki prilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS). Angka ini merupakan jumlah tertinggi kedua di dunia, setelah India.

Informasi yang dihimpun Media ini, berdasarkan data Levels & Trends in Child Mortality tahun 2014 diketahui, 370 balita Indonesia sebagian besar meninggal setiap harinya, karena penyakit yang ditimbulan akibat BABS. Penyakit itu antara lain diare, pneumonia, muntaber dan masih banyak lagi.

Bertepatan dengan World Toilet Day yang jatuh pada hari Rabu, 19 November 2014, UNICEF mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk memerangi isu ini dengan mengadakan kampanye bertajuk Tinju Tinja, yang dilakukan melalui berbagai sarana komunikasi,“ BABS adalah masalah yang sangat serius dan bukan hanya mempengaruhi mereka yang tidak memiliki toilet, namun juga mereka yang mempunyai toilet. Siapa pun bisa terjangkit penyakit dari kotoran yang terekspos udara ” Kata Dr. Aidan Cronin, Ketua Program Water, Sanitation and Hygiene (WASH) UNICEF Indonesia, pada acara Peluncuran Kampanye Tinju Tinja Untuk Memerangi Buang Air Besar Sembarangan di Indonesia di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/11).
Ia menambahkan, dengan kampanye ini, UNICEF mengharapkan semua orang untuk berperan aktif menyuarakan bahaya yang ditimbulkan oleh BABS,“ Masalah sanitasi adalah salah satu masalah global yang berhubungan erat dengan pendidikan, perkembangan ekonomi hingga kesehatan. Kampanye ini dilakukan untuk memastikan semua anak akan lahir di lingkungan yang tidak akan membuat pertumbuhan fisik mereka terganggu ” Tambah Aidan.

Sementara Duta Kampanye Tinju Tinja, Melanie Subono juga mengatakan pentingnya merubah pola pikir masyarakat Indonesia mengenai BABS,“ Banyak orang yang beranggapan bahwa BABS adalah bagian dari tradisi dan kebudayaan. Ini mengerikan. Tapi mungkin mereka berpendapat seperti itu karena ketidaktahuan ” Ungkap musisi sekaligus aktivis Indonesia itu.

Menurut Melanie, kampanye ini penting untuk disosialisasikan terutama lewat media social,“ Orang perlu tahu bahwa ini fakta. Banyak yang meninggal karena BABS. Saya harap kita bisa bergerak sama-sama untuk Indonesia yang lebih bersih dan sehat ” Tegasnya.

Tahun ini, World Toilet Day jatuh bertepatan dengan peringatan Konvensi Hak-Hak Anak yang ke-25 ditanggal 20 November. Anak-anak memiliki hak untuk bertumbuh secara sehat dan terlindung dari berbagai penyakit. Salah satu cara untuk mewujudkannya adalah dengan mengakhiri perilaku BABS ini.(Melvy).



Lagi Asyik Nyabu, Profesor Dan Dua Wanita Ditangkap Polisi

Order Detail
Makassar.Metro Sumut
Lagi asyik nyabu dua wanita muda, Nilam Ummi Qalbi dan Ainun Naqyah, terancam pemecatan dari kampusnya, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Makassar (STIEM) Bongaya, Keduanya, tertangkap pihak kepolisian, karena diduga terlibat pesta sabu-sabu bersama Profesor Musakkir, di Hotel Grand Malibu, Makassar.

Informasi yang dihimpun Media ini, dari sejumlah pihak di STIEM Bongaya, keduanya ternyata masuk kategori mahasiswa pemalas, karena jarang mengikuti proses belajar mengajar. Nilam Ummi Qalbi merupakan mahasiswa semester tiga jurusan manajemen.

Sementara Ainun Naqyah, semester satu juga jurusan manajemen, Aldiansyah (21), yang mengaku teman dekat Nilam mengatakan tidak menyangka yang bersama salah seorang guru besar Universitas Hasanuddin dalam sebuah penggerebekan itu adalah temannya, Ia mendengar kabar Nilam ditangkap polisi karena pesta sabu dari media massa,“ Nilam ini memang teman clubbing saya kalau berada di D’Liquid “ Kata Aldiansyah.

Lanjutnya, Dalam kesehariannya Nilam biasa nongkrong ditempat hiburan malam, apalagi kalau ladies nite pada Kamis malam dan Sabtu malam,“ Saya kenal tahun lalu, saat ada acara di Palopo. Selain suka clubbing, dia juga biasa isap rokok ” Ungkap Aldiansyah warga Kabupaten Gowa ini.

Menurut Asisten Wakil Ketua III Bagian Kemahasiswaan STIEM Bongaya, Abdul Mansyur Mus tidak membantah dua mahasiswinya ditangkap polisi, Ia mengatakan Nilam merupakan mahasiswi jurusan Manajemen angkatan 2013, Sedangkan Ainun juga jurusan Manajemen angkatan 2014,“ Apabila memang terbukti dan dinyatakan tersangka, maka pihak kampus akan langsung mengambil langkah tegas, Yang terberat kedua mahasiswi tersebut bisa di-DO (drop out, red) ” kata Mansyur.(Ilham)


Kenaikan Harga BBM, Pertokoan Di Medan Sepi

Order Detail
Medan.Metro Sumut
Menjelang kenaikan bahan bakar minyak di Medan hari ini, Senin, 26 Maret 2012, Isu yang beredar akan terjadi unjuk rasa besar-besaran yang akan dilakukan ribuan demonstran anti kenaikan bahan bakar mynyak, menyebabkan sejumlah pusat perbelanjaan dan kantor Pemerintah lengang. Polisi dibantu TNI-AD yang menjaga obyek vital dan kantor Pemerintahan mengingatkan sejumlah warga kota kepada peristiwa unjuk rasa Mei 1998, Selasa (18/11/2014).

Informasi yang dihimpun Media ini, hampir seluruh ruangan dari lantai satu hingga lantai sepuluh (ruangan kerja gubernur) lengang, Tidak terlihat aktifitas kerja dan kesibukan pegawai seperti biasanya di awal pecan," Kami memang khawatir akan terjadi kerusuhan seperti peristiwa Mei 1998 masa lalu, Kami pun terpaksa masuk kerja untuk menyelesaikan tugas secepatnya agar bisa pulang " kata Kepala Sub-bagian Humas Kantor Gubernur Sumatera Utara Dian Tito.

Pihak Kepolisian  yang dibantu anggota TNI-AD dari Kodam I/Bukit Barisan terlihat berjaga mulai dari pintu masuk Kantor Gubenur hingga sekeliling Kantor Gubernur di Jalan Diponegoro, terlihat dua mobil penghalau massa siaga dihalaman utama kantor Gubernur, tidak jauh dari mobil penghalau massa, pasukan Brigade Mobil dibantu Gegana siaga disekitar pusat perbelanjaan Sogo, yang letaknya sekitar 50 meter dari kantor gubernur.

Sementara suasana lengang juga terlihat disekitar Lapangan Merdeka Medan sebagai titik nol Kota Medan, sekitar 1 kilometer dari kantor Gubernur. Di lapangan ini, ratusan aktivis serikat buruh sudah mulai terlihat berkelompok-kelompok menunggu demonstran lain dating," Kami akan pakai halaman kantor Gubernur sebagai tempat unjuk rasa, tuntutan kami satu yakni Pemerintah dan DPR membatalkan rencana kenaikan bahan bakar, jika Pemerintah masih ngotot menaikkan harga BBM, kami akan terus menekan Pemerintah dengan berbagai cara " Tegas Tongam Siregar  koordinator krisis center aksi tolak kenaikan BBM di Medan itu.

Ditempat terpisah, salah seorang karyawati Bank disekitar Lapangan Merdeka mengaku resah," Seperti akan terjadi kerusuhan,  Saya khawatir anak saya yang sedang sekolah. Mudah-mudahan tidak terjadi kerusuhan seperti tahun 1998, ya " katanya.

Nurdin Lubis Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap unjuk rasa berlangsung damai, Meski yang memutuskan naik tidaknya BBM adalah pemerintah pusat dan DPR, Pemerintah Sumut, kata Nurdin, juga akan bersikap soal usulan kenaikan BBM," Mudah-mudahan unjuk rasa hari ini dan seterusnya damai, Pemerintah Provinsi Sumut tentunya akan menyampaikan kondisi ini kepada pemerintah pusat "  Ungkap Nurdin Lubis Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.(Hamnas)




Pak Polisi Terpaksa Ngamuk Bubarkan Mahasiswa Dan Wartawan

Order Detail
Jakarta.Metro Sumut

Aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya mengamuk membubarkan aksi mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) yang memblokade Jalan raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Mereka menembakkan gas air mata, kembang api dan menyemprotkan gas air mata ke arah mahasiswa yang memprotes kenaikan harga BBM, Selasa (18/11/2014).

Informasi yang dihimpun Media ini, amarah aparat kepolisian itu juga ditujukan kepada wartawan, Tanpa bisa membedakan mahasiswa dan wartawan, polisi dengan membabi buta juga menembakkan gas air mata ke arah para pewarta. Padahal, dari jarak 300-an meter, para jurnalis sudah menunjukkan kartu identitas dan perangkat peliputan, seperti kamera dan kamera video," Peace, peace, kami wartawan " Teriak para jurnalis yang tetap diabaikan aparat didepan Kampus IISIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Teriak salah satu aparat yang membawa tongkat dan tameng sambil mengejar, tidak hanya menembakkan gas air mata dan kembang api, aparat juga bahkan mengejar para pewarta ke arah permukiman warga. Beberapa wartawan akhirnya terpaksa meminta perlindungan warga sekitar.

Sementara aparat kepolisian memenuhi janjinya untuk menambah personel demi membubarkan aksi mahasiswa IISIP yang memblokade Jalan raya Lenteng Agung, Jakarta Selatan,dDengan membawa tiga ratusan pasukan, mereka membubarkan mahasiswa yang memprotes keputusan Pemerintah menaikkan harga BBM.

Hasil amatan dila[angan, polisi yang membawa sebuah mobil water cannon langsung menyemprotkan air ke arah mahasiswa yang sedang berkerumun di tengah jalan dengan membakar ban bekas, tidak hanya itu, gas air matta pun membuat mahasiswa kocar-kacir, meski demikian perlawanan tetap dilakukan mahasiswa yang berjumlah sekitar 50-an orang,mereka membalas dengan lemparan batu ke arah petugas kepolisian.(Melvy)

Suami Bacok Istri yang Sedang Hamil 4 Bulan

Order Detail


Palembang.Metro Sumut
Istri sedang hamil empat bulan malah diperlakukan tidak manusiawi. Tangan kiri Eliyana (30 tahun) dibacok hingga patah oleh Gunawan, Senin (10/11/2014).

Informasi yang dihimpun Media ini, Peristiwa itu terjadi Jumat 7 November 2014. Ketika itu, Eliyana tengah menghadiri acara tahlilan di rumah mertuanya. Entah kenapa, Gunawan yang sedang mabuk berat setelah menenggak minuman beralkohol, datang dan memaksa Eliyana pulang.

Eliyana pun mengikuti perintah suaminya. Namun, Gunawan tiba-tiba langsung menebaskan parang ke Eliyana. Sabetan itu mengenai dahi dan tangan kiri dan kakinya.

Nyawa ibu empat anak itu pun selamat, setelah melarikan diri lewat pintu jendela ruang tengah rumah," Saya langsung teriak minta tolong. Warga berdatangan dan saya di bawa ke rumah sakit. Saya tidak tahu suami saya itu lari ke mana. Terakhir saya dapat informasi dia kabur ke Batam " Kata Eliyana.

Warga Kelurahan Silaberanti, Kecamatan SU I, Palembang itu baru bisa melaporkan kejadian mengerikan ini ke Polresta Palembang setelah dirawat empat hari di rumah sakit.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang, Komisaris Suryadi, ketika dikonfirmasi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Laporan dengan nomor LP/ B-2874/ XI/ 2014/ Sumsel/ Resta langsung ditindaklanjuti," Sekarang kami sedang mencari keberadaan pelaku " Kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang Komisaris Suryadi.(Sam).
Portal Resmi Media Online Media Metro Sumut, Penerbit : PT Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW), SIUP-PM : No.01451/1.824.271, NPWP : 21.057.287.1-013.000, SK.Menkum HAM RI : AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. metrosumut.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger