Wentira.Metro Sumut
Wentira merupakan lokasi yang berada
di Kebun Kopi (lintas Trans-Sulawesi). Wentira sendiri menurut beberapa
kesaksian orang-orang yang mengaku pernah kesana mengatakan kalau Wentira
merupakan suatu kota yang sangat teramat indah dengan ciri khas warna kuning.
Namun yang sebenarnya sesuai dengan yang saya lihat langsung. Minggu
(10/05/2015)
Informasi yang dihimpun Media ini, Wentira
sebenarnya hanya daerah berhutan lebat, jauh dari mana-mana, di antara
Palu-Parigi, dilintas jalan yang disebut orang sebagai Trans-Sulawesi.
Pohon-pohon raksasa tumbuh di pinggir jalan, dengan bentuk batang besar, putih,
cenderung lurus, menjulang sangat tinggi seakan ingin menggapai langit. Batang
pohon itu begitu lurus, dan baru di bagian sangat atas di ketinggian, tumbuh dahan
dan cabangnya dengan daun-daun yang menjadi sangat kecil-kecil kalau dilihat
dari bawah. Konon, tak ada seorang pun berani menebang pohon seperti
itu.Sebenarnya banyak sekali kesaksian-kesaksian dari orang-orant yang mengaku
pernah jalan-jalan ke Wentira, misalnya salah satu contoh yang paling terbaru
yang saya dengar adalah ada seseorang yang memesan sebuah mobil BMW i series
warna kuning dengan memberikan alamat “WENTIRA”.Dan hebohnya, yang memesan itu
adalah “seorang pria tua” tanpa adakeanehan sama sekali menurut sales promotion
perusahaan tersebut.lalu setelah di mobil tersebut di antar, ternyata tempat
yang mereka datangi hanyalah hutan lebat.Banyak juga warga di sekitar Wentira
mengatakan, apabila ada kendaraan lewat daerah tersebut harus membunyikan
klakson 3X agar perjalanan mereka lancar sampai tujuan.
Ada juga cerita yang lebih para dari kisah wentira : Suatu hari di Pulau
kalimantan ada sebuah tebing yang penuh dengan sarang burung walet tetapi tak
seorang pun yang bisa memanjatnya, pada suatu ketika ada seorang pemuda dengan
santai memanjat tebing itu meski tampa pengaman, melihat aksi dari pemuda itu
warga serompak terkejut ketika turun para warga datang bertanya kepada pemuda
itu karna wajahnya agak asing di mata warga, ketika para penduduk bertanya dari
mana dia berasal, lalu pemuda itu menjawab dengan lantang ” saya dari Kota
Wentira Palu” tak lama kemudian pemuda itu hilang di kerumunan warga, (Cerita
Pak Sappam SekolahQ), dari cerita di atas warga wentira juga sering berkelana
dan mengembangkan kotanya dan menurut perkiraan kami Wentira telah berkembang
sampai di Mamuju (sul-bar), Mekongga (sul-tra) dan bisa saja sampai di
Kalimantan Walaupun cerita ini seperti tak mungkin, namun saya sarankan agar
kalian jalan-jalan untuk melihat langsung lokasi dari Wentira ini Cerita
mengenai keberadaa komunitas “jin” Uwentira beredar cukup santer di kalangan
masyarakat Palu. Mendengar kata Uwentira atau Wentira, mereka merujuk pada
cerita, kisah maupun mitos soal keberadaan komunitas yang tak kasat mata ini.
Hanya sedikit orang yang bisa melihatnya bahkan bisa berkomunikasi dengan warga
Uwentira yang sering muncul bahkan di pasar-pasar di Palu dan sekitarnya.
Kawasan Wentira ini oleh kalangan paranormal di Indonesia, memang dikenal
sebagai salah satu wilayah paling angker di seluruh pelosok nusantara Demi
menjawab rasa penasaran banyak pengunjung, saya ingin membagikan cerita 3 teman
saya berikut ini. Kebetulan mereka saya kenal karena bertemu langsung.
1. Cerita Sulwan Dase
To Wentira (ditulis Uwentira), demikian masyarakat Palu menyebut komunitas ini.
Terletak disebuah kawasan yang bernama Wentira. Orang Toraja kuno menyebutnya
To Wae Ntira. Menurut beberapa kawan menceritakan pengalaman mereka saat
bertemu dgn orang2 To Wentira. Katanya, kita seolah-olah terombang-ambing
diantara dunia nyata dan dunia maya, rasionalitas, dan supranatural. Bingung
bercampur takjub. Antara percaya dan tidak percaya. Menurut mereka yang pernah
ke “Kota Wentira”, kota itu sangat modern, dgn peradabana yang sangat luar biasa.
Semua jenis kendaraan ada disana (termasuk MRT). Masyarakatnya makmur dan serba
berada. Yang menjadi persoalan adalah, pintu masuk ke kota tsb. Hampir tak satu
orang pun bisa menjelaskn secara pasti lokasi jalan masuk. beberapa menjelaskna
bhw pintu masuk dgn kendaraan roda dua dan mobil adalah melalui sebuah jembatan
beratap. Jembatan ini sebenarnya menjembatani sebuah sungai yg membentang.
Secara logika, bila kita masuk ke ujung satu pastilah bisa tiba di ujung
satunya. Namun keanehan terjadi. Kadang2 ketika sebuah mobil memasuki ujung
jembatan, mobil itu tdk pernah lagi keluar di ujung satunya. Beberapa hari
kemudian, barlah pengendara mobil itu bercerita bhw mereka baru saja pulang
dari Kota Wentira, di mana segala sesuatunya ada disana. Wow…persoalannya, di
bagian mana dari jembatan itu yg menjadi pintu masuknya? Sebab mobil tsb ketika
memasuki jembatan, menghilang begitu saja dari pandangan mata….Sewaktu saya
bertanya kepada beberap kawan yg pernah kesana, mengatakan, tempat itu sangat
luar biasa. Namun tdk ada lagi yg berani kesana…
2. Cerita LES Kala’tiku
Saya ingat suatu kejadian aneh yang saya dengar dari bapak saya sendiri. Waktu
itu Bapak mempunyai proyek di daerah lokasi wentira. niatnya sih jalan2 di
jembatan itu tapi pas memasuki mulut jembatan menurut teman proyeknya mobil
truk yang pakai teman saya dan supirnya tiba2 hilang seakan2 di telan oleh
jembatan itu. terus terang ini tidak masuk di akal tapi kenyataan terjadi. tapi
sayang teman kantor sya ini tidak mau menceritakannya pak jadi jujur saya juga
jadi penasaran dengan cerita teman saya yang katanya kota itu luar biasa
modern. yah antara kenyataan dan fiksi….jadi bingung
3. Kesaksian PS Patandung
To wentira menurut orang Kaili (Suku asli di Sulteng) ada di sekitar kebun kopi
( Jl poros tawaeli – Toboli ) di jalan poros tersebut ada satu jembatan yang
masih ada sampai sekarang. Konon katanya, masih buatan Belanda. Di sampingnya
ada satu jembatan jembatan beton yang digunakan konon tahun 1980-an setiap
kendaraan yg lewat wajib memberi kode lampu atau setidaknya klakson sebagai
tanda permisi mau lewat.
Saya sudah beberapa kali melewati kawasan Kebun Kopi yang disebut-sebut dua
teman terakhir ini. Kawasan ini dikenal cukup berat, menanjak dengan kemiringan
tajam. Belum lagi sering terjadi longsong. Jembatan itu masih ada, dan bahkan
sekarang ada sebuah tugu berwarna kuning bertuliskan NGAPA UWENTIRA. Ngapa
dalam bahasa Kaili berarti Kampung,Negeri atau Kota. Uwentira berarti tidak
kasat mata. Jadi NGAPA UWENTIA berarti Kota UWENTIRA.
Bagaimana ciri-ciri fisik warga Uwentira, apakah bedanya dengan manusia
seperti kita?
Kisah Wentira : Kisah berikut agaknya sejalan dengan cerita yang saya dapatkan
dari beberapa sumber di Palu maupun di luar Palu. Warga Wentira tidak punya
garis pemisah diatas tengah bibir, seperti layaknya manusia normal.
Menurut keyakinan masyarakat setempat, yang disebut kawasan Wentira atau
Uwentira adalah wilayah yang sekarang dikenal sebagai kawasan kebun kopi, di
jalan Trans Sulawesi poros Sulawesi Selatan – Sulawesi Tengah. Di sekitar sana
tidak ada pemukiman penduduk hanya pohon-pohon yang menjulang tinggi berwarna
keputih-putihan ditandai dengan sebuah jembatan yang konon hanya orang yang
mampu melihat hal-hal gaib-lah yang bisa melihat kalau ternyata jembatan itu juga
merupakan pintu gerbang untuk masuk ke Kerajaan mistis Wentira.
Seseorang, dengan identitas seleb_celebes memposting cerita ini di sebuah
forum. Berikut kisahnya.
Untuk masuk ke Wentira, tidak boleh sembarangan, hanya yang dikehendaki dan
diizinkan oleh penghuni Wentira yang boleh masuk. Nah, paman teman saya ini
termasuk orang yang diizinkan, karena dia melakukan ritual-ritual ditemani oleh
orang2 pintar di sekitar daerah itu. Sementara kalau orang yang dikehendaki
biasanya orang yang katanya kalau lewat tidak permisi (kulo nowon) dulu, lewat
dengan sombongnya, dan biasanya yang seperti ini tidak pernah lagi kembali
keluar. Pernah ada kejadian mobil melintas di tengah jembatan tetapi sebelum
sampai diujung jembatan sudah keburu menghilang, kata penduduk skitar masuk
kedalam Wentira.
Menurut cerita paman teman saya itu alam di dalam Wentira didominasi warna
kuning keemasan dimana penghuninya hidup sangat sejahtera dan tidak ada yang
miskin, kehidupan disana laiknya kehidupan normal, semua ada baik gedung,
kendaraan dll tapi semuanya serba mewah.
Menurut cerita orang-orang di sekitar pegunungan Sulawesi Tengah yang katanya
juga masuk kedalam area Wentira, kadang-kadang ada penghuni Wentira yang keluar
untuk berbelanja di pasar-pasar tradisional, ciri-cirinya yang utama adalah
tidak ada garis pemisah diatas tengah bibir seperti layaknya manusia normal,
kalau mereka muncul tetap dilayani tetapi tidak ada yang berani mengganggu.(Ikbal).