Sragen.Metro Sumut
Bukan rahasia umumladi tentang adanya
ritual mencari pesugihan dilakukan orang di Gunung Kemukus, Sragen, Jawa
Tengah. Untuk mendapatkan pesugihan itu, konon harus berhubungan seks dengan
pasangan tidak sah, Sabtu.(27/09/2014).
Informasi yang dihimpun Media ini, Ritual
mesum ini banyak dilakukan oleh orang-orang yang mencari jalan pintas untuk
menjadi kaya, digunung ini ratusan warga dari berbagai wilayah di Jawa terutama
datang berduyun-duyun ke Gunung Kemukus ini. Mereka bertujuan untuk mencari
pasangan melakukan ritual pesugihan itu. Bagaimana sebenarnya ritual ini bisa
menjadi semacam tata cara dan menjadi semacam tradisi yang sesat.
Suwito (45) salah satu warga
setempat yang dekat dengan gunung kemukus mengatakan tempat ritual ini berada
digunung Kemukus tepatnya terletak di Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang,
Kabupaten Sragen, 30 km sebelah utara Kota Solo. Untuk mencapai daerah ini
tidak terlalu sulit, dari Solo bisa naik bus jurusan Purwodadi dan turun di
Belawan, dari situ di sebelah kiri jalan akan ditemukan pintu gerbang yang
bertuliskan,“ Daerah Wisata Gunung Kemukus dari gerbang
tersebut kita bisa naik ojek atau berjalan kaki menuju tempat penyeberangan
dengan perahu “ Katanya.
Witi menambahkan, gunung Kemukus
identik sebagai kawasan wisata seks karena ditempat ini orang bisa sesuka hati
mengkonsumsi seks bebas dengan alasan untuk menjalani laku ritual ziarahnya,
itulah syarat kalau mereka ingin kaya dan berhasil, dalam suatu aturan yang
tidak resmi diwajibkan bahwa setiap peziarah harus berziarah ke makam Pangeran
Samudro sebanyak 7 kali yang biasanya dilakukan pada malam Jumat Pon dan Jumat
Kliwon atau pada hari-hari dan bulan yang diyakhini baik, melakukan hubungan
seksual dengan seseorang yang bukan suami atau istrinya . Tapi jika ingin
membawa pasangan sendiri pun tidak jadi masalah “ Tambahnya.
Acara ritual seks digunung Kemukus
ini ada yang menganggap hanya sebuah legenda rakyat daerah. Zaman dulu
dikisahkan tentang seorang Pangeran dari Kerajaan Majapahit yang bernama
Pangeran Samudro, bangsawan ini berasal dari kerajaan Majapahit tapi ada juga
yang menyebutnya berasal dari zaman Kerajaan Pajang “ Tegasnya.
Menurut cerita, Pangeran Samudro
ini jatuh cinta kepada ibunya sendiri yaitu Dewi Ontrowulan. Ayahanda Pangeran
Samudro yang mengetahui hubungan anak-ibu tersebut menjadi murka dan kemudian
mengusir Pangeran Samudro, setelah diusir oleh ayahnya, Pangeran Samudro
melakukan perjalanan hingga akhirnya sampai ke Gunung Kemukus, tak lama
kemudian sang ibunda menyusul anaknya ke Gunung Kemukus untuk melepaskan
kerinduan.
Singkat cerita, ibu dan anak yang
tengah dilanda asmara ini melepas kerinduan setelah sekian lama tidak bertemu.
Namun, sebelum sempat ibu dan anak ini melalukan hubungan intim, penduduk
sekitar memergoki mereka berdua yang kemudian merajamnya secara beramai-ramai
hingga keduanya meninggal dunia.
Keduanya kemudian dikubur dalam
satu liang lahat digunung itu juga. Menurut cerita lainnya, sebelum
menghembuskan napasnya yang terakhir Pangeran Samudro sempat meninggalkan
sebuah pesan yaitu kepada siapa saja yang dapat melanjutkan hubungan
suami-istrinya yang tidak sempat terlaksana itu akan terkabul semua
permintaannya,“ Baiklah aku menyerah, tapi dengarlah sumpahku. Siapa yang mau
meniru perbuatanku, itulah yang menebus dosaku dan aku akan membantunya dalam
bentuk apapun”. Begitulah isi sumpah yang dilontarkan Pangeran Samudro sebelum
akhirnya wafat.
Dari cerita legenda tentang Pangeran
Samudro ini lah ritual digunung Kemukus seolah menjadi ajang pesta seks untuk
meminta kekayaan. Jika berhasil, kedua pasangan yang bukan sah sebagai suami
istri ini harus bertemu kembali untuk melakukan selamatan dan syukuran di
Gunung Kemukus.
Jika ingkar, maka kedua pasangan
yang telah berjanji di makam Pangeran Samudro ini, akan jatuh miskin kembali.
Bahkan, menurut mitos dan kepercayaan warga mereka atau titisan kedua pasangan
yang melakukan ritual mesum berdua itu akan mengalami celaka.(Lisa).
