Medan Marelan,Metro Sumut News
Memperingati tahun baru Islam
1435 H, masyarakat Medan Marelan di Kampung Gerindra mengelar pagelaran wayang
kulit seni dan budaya bersama Dalang Ki Joko Santoso dari Pematang Siantar yang
turut dihadiri Surianto alias Butong Caleg DPRD Kota Medan no urut 1 Partai
Gerindra, Walikota pilihan rakyat Drs Rahudman Harahap MM, tokoh masyarakat,
tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh budaya Jawa (IKWJ Marelan), Camat Medan
Marelan Dedy Jaminsyah Putra Harahap, Lurah Paya Pasir SB Nasution, Lurah
Rengas Pulau H.Danel Nst,Lurah Terjun H.azwar,Lurah Labuhan Deli Marsita, Ketua
Forum Abang Becak Medan Utara Syamsiar serta ribuan warga Medan Marelan di
halaman Sekretariat PAC Partai Gerindra Jalan Paluh Nibung Lingkungan 1
Kelurahan Paya Pasir Medan Marelan, Sabtu malam (29/11/2013).
Acara Kegiatan ini penuh makna serta kembali menggalakkan seni budaya bangsa
Indonesia ini bertemakan, mari membangun dan percepatan guna menjalin ukhuwah
islamiyah serta menjalin tali silaturahmi untuk kebersamaan.

Affan Siregar, mewakili ketua panitia pelaksana kegiatan mengatakan acara dilaksanakan dalam rangka memeriahkan
tahun baru islam 1435 H serta memberikan hiburan kesenian tradisional wayang
kulit bagi masyarakat.Sebagai panitia mengucapkan terima kasih bagi semua yang
berhadir dalam acara pegelaran wayang kulit. Mengingat Surianto yang tak asing
lagi sebagai putra terbaik di daerah ini yang sosoknya sangat berkepedulian
sosial yang tinggi pada masyarakat,"Surianto yang akrab dipanggil butong
sosok yang merakyat berjiwa sosial tinggi kepada masyarakat, sehingga perlu
kita hantarkan beliau menjadi wakil kita di DPRD Kota Medan, terbukti kegiatan
acara dalam rangka memeriahkan 1 Muharram (Suroan) ini berkat kepedulian beliau
pada masyarakat" Ungkap Affan.
Dalam kesempatan ini hadir juga sosok Bapak Walikota Kota Medan pilihan rakyat
Drs.Rahudman Harahap, sebab selama beliau menjabat paling banyak memberi
perhatian dan berkunjung ke Marelan ini sampai saat ini.
Perlu disampaikan, paguyuban jawa turut memberikan doa kepada Bapak Rahudman,
seluruh warga Jawa di Marelan mendukung kembali beliau untuk menjabat kembali
menjadi Walikota Medan, kami yakin kota Medan ini kembali bersemangat dipimpin
Bapak Rahudman, kita juga mendoakan untuk 2 priode mendatang dapat kita
sandingkan Pak Rahudman dengan Bung Surianto dalam memimpin kota Medan kelak,
insyallah, ajak Affan mengakhiri.
Dalam sambutannya, Walikota Medan pilihan rakyat, Drs Rahudman Harahap MM
mengatakan, saya mengucapkan terima kasih pada bung Surianto yang pada kegiatan
ini mampu mempersatukan masyarakat, saya percaya dengan Surianto selaku tokoh
pemuda dan masyarakat di Medan Marelan yang telah banyak berbuat bagi
masyarakat.
Masyarakat di Marelan ini harus kompak sehingga nantinya beliau dapat duduk
menjadi perwakilan kita di DPRD Kota Medan.Marelan ini luar biasa, meski saya
secara Dejure non aktif sebagai Walikota Medan namun perhatian saya pada
masyarakat di Marelan tetap tak terlupakan.
"Mudah-mudahan berkat doa masyarakat kota Medan, proses hukum yang sedang
saya jalani dapat cepat selesai di tahun depan, saya tetap bersyukur dengan apa
yang saya alami dan jalani, saya menyadari sejak non aktifnya saya banyak
program yang telah dicanangkan berjalan stagnan diantaranya belum terwujudnya
pasar inpres Marelan, pasar Jawa Belawan, Islamic Center, Pajak Sutomo serta
pembangunan lainnya.
Untuk itu diharapkan mari kita menhadapi pemilu tahun 2014 ini tanpa golput,
mari kita menyalurkan pilihan kita secara bertanggung jawab. mari kita jaga
kondisi Marelan ini tetap kompak hingga melahirkan situasi yang kondusif demi
menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Kita bersyukur hidup dan tinggal di kota Medan ini sebab, paling hanya masalah
lampu jalan dan listrik mati yang dihadapi akantetapi itu tak seberat apa yang
saat ini sedang dihadapi saudara kita yang ada di sekitar Gunung Sinabung
senantiasa dihantui ketakutan letusan gunung Sinabung, meski begitu kita juga
telah menyalurkan sejumlah bantuan kesana guna turut meringankan beban derita
yang dialami saudara kita disana.ujar Rahudman disambut tepuk tangan meriah
masyarakat Kampung Gerindra.
Sedangkan Tausyiah dibawakan Ustad Helmi yang intinya beliau berpesan agar
dalam Tahun Baru Islam ini senantiasa mencontoh akhlak mulia Nabi Muhammad SAW
yang seumur hidupnya mengabdikan dirinya bagi umatnya. Dengan logat khas Jawa
yang kocak tersebut Ustad Helmi juga menganjurkan agar kita tak melupakan
sholat lima waktu baik di waktu sehat maupun sakit, kalau tak bisa berdiri
harus duduk, tak bisa duduk berbaring, tak bisa berbaring digerakkan dalam
hati, tapi kalau tak bisa semuanya, ya tinggal disholatkan,"kata Ustad
Helmi langsung disambut gelak tawa.
Lebih lanjut dikatakan, dalam memilih pemimpin lihatlah apa yang dikeluarkannya
atau apa yang diperbuatnya bukan memandang siapa dia, tak memandang dia
pejabat, berpangkat dan konglomerat, melainkan apa yang dikeluarkannya.Seperti
seekor bebek meski kesehariannya tak lepas dari becek dan lumpur namun ia mampu
mengeluarkan telur yang bermanfaat bagi komsusmsi orang lain, tapi meski dia
seorang pejabat, berpangkat dan konglomerat bisa yang dihasilkannya hanya telek
apa ada orang yang mau, ih jijik aku,ucap Ustad Helmi kembali mengundang gelak
tawa.
Ustad Helmi juga mengajak masyarakat untuk menghargai seorang Ibu, jadilah
seperti ibu karena kata bila dibalikkan menjadi Ubi, nah Ubi itu selalu
bermanfaat mau dipakan atau diolah menjadi apa saja, contohnya Ubi bilah tak
dikupas hanya dibakar saja menjadi ubi bakar, bila di rebus jadi ubi rebus,
kalau dia dibusukkan ditambah sedikit ragi maka jadi tape serta mau diapakan
saja tetap ada manfaatnya.
Begitu juga dengan kita harus bersemangat menjalani hidup ini dengan mensyukuri
apa yang telah diberikan Allah SWT kepada kita, sesungguhnya bila kamu
bersyukur maka akan ditambahkan nikmat namun bila kufur maka sesungguhnya azab
Allah itu sangat pedih, untuk itu mari kita selalu bersyukur serta menjaga
kebersihan lingkungan kita masing-masing apalagi kebersihan itu bagian dari
iman. pesan Ustad Helmi mengakhiri.(Hamnas)