Latest Products
Tampilkan postingan dengan label deliserdang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label deliserdang. Tampilkan semua postingan

Babinsa Koramil Beringin Ajak Warga Tidak Terpapar Narkoba

Order Detail


DELISERDANG |
Kegiatan serbuan teritorial, rabu bersih narkoba dilakukan oleh personel TNI Babinsa Koramil 23/Beringin  dengan mendatangi langsung warga di Dusun II Desa Pantai Labu Pekan Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deliserdang, Rabu (18/11/2020).

Babinsa Serda H. Manullang melaksanakan kegiatan sosialisasi tentang penyalahgunaan narkoba dengan warga. Babinsa TNI Koramil Beringin ini mengimbau kepada warga, agar selalu peka terhadap peredaran narkotika di wilayahnya karena sangat berbahaya bagi masa depan khususnya generasi muda.

"Saat ini peredaran narkoba sudah sangat meresahkan masyarakat dan harus ada peran penting masyarakat untuk membantu mencegah peredaran narkoba dimulai dari diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitar, kita jangan sampai terpapar pengaruh narkoba ini, bahkan kalau perlu bila melihat atau mendengar informasi ada pelaku pelaku penyalahgunaan narkoba, berikan informasi pada penegak hukum agar cepat diberantas," ucap Serda H Manulang.

Pada kesempatan ini, selain menyampaikan sosialisasi tentang bahaya narkoba yang dapat merusak moral dan mental masyarakat, Babinsa Koramil Beringin  Serda H Manulang  juga mengingatkan warga apabila beraktifitas, agar melaksanakan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak serta menghindari kerumunan. Agar kita terhindar dari mewabahnya pandemi corona Virus-19 saat ini. (wan)

Jaminan Kredit Ditahan, Nasabah Ngamuk di BRI Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa

Order Detail

 


DELISERDANG | 
Keributan terjadi antara nasabah Bank BRI Simpang Kayu Besar Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang dengan pegawai kantor BRI, Selasa (10/11/2020).

Informasi dihimpun, keributan berawal saat dua orang yang mengaku nasabah BRI meminta pengembalian jaminan kredit berupa surat tanah rumah dan kartu Jamsostek. Namun pihak Bank sepertinya tak memberikan jaminan yang diminta hingga nasabah mengamuk dan memaksa pihak Bank mengembalikan jaminan kredit mereka.

Dua orang nasabah yang melakukan aksi protes itu adalah Martua Turnip warga Dusun IV Desa Ujung Serdang Kecamatan Tanjung Morawa Deliserdang dan Ngatimin (57) warga Desa Kualanamu Kecamatan Beringin, Deliserdang .keduanya didampingi kerabat mereka Jepana Naibaho pengurus DPD LSM VOSY Sumut .

Menurut Martua Turnip, ia marah karena pihak Bank menahan surat tanah dan rumahnya yang sebelumnya dijadikan jaminan pinjaman kredit.

" Saya pinjam uang 30 juta rupiah sejak tahun 2016 lalu dan sudah lunas beberapa kemarin. Saya sudah datang bolak balik menunggu sejak pagi tapi tidak juga dikembalikan surat tanah saya ,selalu saja alasan pimpinan tidak ada , kalau tak dikembalikan hari ini saya akan ribut terus," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ngatimin karyawan Perkebunan Nusantara II. Dia juga meminjam uang 30 juta dengan jaminan surat karyawan PTPN II dan Kartu Jamsostek.

" Kartu Jamsostek saya ditahan. Meski kredit saya sudah lunas empat bulan yang lalu ,saya sudah bolak balik datang dan menanyakan jaminan saya untuk dikembalikan ,tapi tidak tau sampai sekarang tak juga dikembalikan ,saya perlu buat urus surat surat jelang pensiun kerja ," keluh Ngatimin .

Keributan tak terhindarkan hingga menjadi tontonan para nasabah BRI yang ada dikantor tersebut , keributan mereda saat petugas pengamanan kantor dan karyawan BRI akhirnya memberikan jaminan yang diminta nasabah BRI tersebut.

Terkait hal ini, petugas customer servis BRI mengatakan kalau mereka tidak ada menahan jaminan. Alasannya hanya karena  pimpinan  mereka tidak ada.

" Bapak siapa? Kami tidak ada menahan jaminan itu ,pimpinan tidak ada dikantor," ucap Karyawan Customer Servis .

Lembaga Swadaya Masyarakat VOSY (Voice Of Society)  Sumut Jepana  R Naibaho, menyikapi hal ini. "Apa alasan BRI menahan jaminan masyarakat yang sudah lunas? Itukan namanya mempersulit masyarakat. Surat surat jaminan itu tentunya dokumen berharga yang dibutuhkan oleh masyarakat .kalau di tahan tahan apa alasannya .BRI mestinya mengutamakan pelayanan publik yang baik, cepat dan nyaman bagi masyarakat bukan sebaliknya.

" Kita menyesalkan hal ini terjadi dan diharapkan kedepan BRI bisa menempatkan pejabat pejabat yang memiliki dedikasi melayani masyarakat bukan menyulitkan masyarakat ,ada yang mencurigakan dengan penyaluran kredit di BRI unit simpang kayu besar ini ," ucap Japana.

Setelah satu jam terjadi keributan , akhirnya pihak BRI mengembalikan surat tanah jaminan milik Martua Turnip dan Kartu Jamsostek milik Ngatemin .( Wan)





Aneh! Bocah Ini 21 Hari Tak Bangun-bangun. Dua Rumah Sakit Tak Temukan Penyakit

Order Detail
Kondisi Gilang membingungkan warga
Lubuk Pakam |Gilang Tama Alfarizi (4,5) Warga Dusun Mesjid II Desa Sekip Kecamatan Lubuk Pakam Deliserdang Sumatera Utara mengidap penyakit  aneh. Bocah laki laki ini tertidur sudah 21 hari sejak tanggal 25 November 2018 lalu.

Meski sudah dibawa oleh orang tuanya ke rumahnya sakit Umum Deliserdang hingga dirujuk ke Rumah Sakit Adamalik Medan yang memiliki fasilitas dan dokter lebih lengkap namun Gilang tak juga bisa terbangun dari tidurnya.

Oleh karena tak menemukan penyakit apa yang diderita Gilang kedua orang tuanya dibantu pihak Kecamatan Lubuk Pakam dan Aparatur Desa Sekip membawa pulang anaknya yang sudah 18 hari dirawat di rumah sakit.

Puluhan warga sekitar rumah korban berdatangan ke rumahnya korban untuk melihat keadaannya. kondisi Korban yang tak diketahui penyakit dan penyebabnya ini membuat bingung warga.

warga juga sangat heran baru kali ini ada penyakit yang seperti dialami Gilang. kedua orang tua korban Sandi Sahputra (25) dan istri Prili Mahdania (24) sangat sedih melihat kondisi  korban mereka bingung melihat kondisi anak satu satunya itu.

Menurut Ibu korban Prili Mahdania, anaknya tidak pernah mengalami sakit sebelumnya.

"Kejadian berawal saat akan dibangunkan pagi pagi 21 hari yang lalu, Gilang tak mau bangun. Hingga tiga hari tak juga bangun dari tidurnya. Kami bawa ke rumah sakit umum Deliserdang namun tak juga bangun. Lalu pihak RSUD merujuk korban ke RSU Adam Malik Medan selama 18 hari di rumah sakit berbagai pemeriksaan medis dilakukan oleh dokter namun mereka tak juga menemukan penyakit apa yang dialami anak saya. Kami bawa pulang karena Dokter semua tidak tau penyakit anak saya. dokter bilang kondisi fisik Gilang baik baik saja," pungkasnya.

Ibu korban tak henti hentinya menangisi kondisi anaknya, dan pihak keluarga, tetangga, pemerintahan Desa dan Kecamatan juga berdatangan memberikan support pada keluarga korban.

Camat Lubuk Pakam Khairul didampingi Kepala Desa Sekip Sumardi saat di konfirmasi di rumah korban, Jumat sore (14/12/2018) mengatakan kalau peristiwa ini sangat membingungkan warga belum pernah ada kejadian seperti ini dialami warga di daerah itu.

"Kami membantu pihak keluarga untuk mengontrol kondisi korban, penyakit yang dialami korban ini tidak pernah terjadi setau kami di daerah ini, korban tertidur selama 23 hari tidak bangun bangun dan tidak makan dan minum tapi sudah dibawa ke dokter dua rumah sakit besar, tidak ditemukan ada penyakitnya," pungkas Khairul.

Kini korban hanya terbaring dengan bantuan alat infus untuk memasukkan cairan pengganti makanan dan minuman selama korban belum sadarkan diri dari tidur lelapnya.(Wan)
Portal Resmi Media Online Media Metro Sumut, Penerbit : PT Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW), SIUP-PM : No.01451/1.824.271, NPWP : 21.057.287.1-013.000, SK.Menkum HAM RI : AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. metrosumut.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger