Para mafia BBM selalu berusaha mencari cara untuk mengelabui, bahkan hukum itu dianggap tidak begitu penting bagi para Mafia, Kendati Pemerintah sudah melakukan pembatasan penggunaan penyelewengan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.
Namun masih ada cara, Gudang penampung BBM ilegal berkedok parkir mobil diduga dikelola Ramos di Jalan Alumunium Raya, Tanjung Mulia Hilir, Medan Deli, melakukan penyelewengan BBM jenis solar subsidi, dengan cara menimbun dan menampung hasil kencing dari mobil box engkel tersebut. Senin (27/07/2026).
Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya .mengatakan, area tersebut sudah lama dijadikan tempat parkir mobil sekaligus tempat penimbunan BBM, hasil “kencingan” minyak solar dari mobil box engkel," Tempat itu sudah lama menjadi lokasi parkir mobil. Selain itu, di sana juga digunakan untuk aktivitas ‘kencingan’ dari mobil box engkel, coba saja Abang tunggu, sebentar lagi mobil box engkel masuk, dan Abang lihat ke dalam, disedot dari tangki mobil box engkel " Katanya, Minggu (26/07/2026).
Hasil investigasi tim media ini dilokasi, terlihat mobil box engkel berwarna hitam masuk ke gudang tersebut, setelah setengah jam lebih mobil box keluar dari gudang itu.
Sementara Kapolsek Medan Labuhan dan Kasat Reskrim saat dikonfirmasi melalui whatsappnya terkait hal ini, belum memberikan penjelasan dan keterangan resmi, sampai berita ini diturunkan.
Kasus ini menjadi perhatian publik mengingat BBM bersubsidi merupakan komoditas strategis yang mendapat dukungan anggaran negara untuk membantu masyarakat. Setiap bentuk penyimpangan dalam rantai distribusi berpotensi menyebabkan kerugian negara, mengurangi kuota bagi masyarakat yang berhak, serta memicu kelangkaan di lapangan.
Publik dan masyarakat berharap, Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan, mampu memberikan kejelasan atas dugaan penyelewengan yang terjadi digudang penampungan BBM berkedok parkir mobil milik Ramos di Jalan Alumunium Raya, Tanjung Mulia Hilir, sekaligus menjadi peringatan bagi pemilik usaha yang mencoba mengambil keuntungan dari distribusi BBM bersubsidi, yang sejatinya diperuntukkan bagi kepentingan masyarakat luas
BBM yang diturunkan oleh supir bos x engkel dengan cara "kencing" tersebut, dibeli oleh penadah lebih murah daripada harga dijual di SPBU.
Warga sekitar menyayangkan lambatnya tindakan dari aparat berwenang terhadap kegiatan ilegal yang telah berlangsung cukup lama ini.
Diharapkan aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan tindakan hukum untuk mencegah kerugian negara dan menegakkan keadilan. (Hamnas).
