Dugaan manipulasi laporan keuangan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN), PT Kawasan Industri Medan (KIM), Diduga telah membongkar fakta bahwa praktik tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) baru sekadar formalitas. Kamis (23/07/2026).
Pengawasan berlapis dari berbagai lembaga dan seabrek aturan GCG tidak ada artinya, jika pejabatnya bermental ABS (Asal Bapak Senang) dan korup. Pejabat BUMN yang bermental ABS akan melakukan segala cara untuk menyenangkan “bosnya.” Salah satunya dengan memanipulasi laporan keuangan atau membuat laporan keuangan palsu.
Laporan keuangan dipoles sedemikian rupa agar terlihat bagus, padahal faktanya buruk.Tindakan tak berakhlak itu dipastikan bakal mewariskan tumpukan masalah kepada pejabat penggantinya.
Berdasarkan laporan Keuangan publikasi PT KIM konsolidasian, ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kondisi riilnya, Jenis Pekerjaan :
1.Perbaikan Penerangan Jalan, 24/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.562,520,000.
2.Pembuatan dan Perbaikan Lampu Penerangan Jalan Sebanyak 67 Titik, 28/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.718,853,000.
3.Pekerjaan Jaringan Air Limbah Sepanjang 1,264 M, 30/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.1.323.620.000.
4.Pekerjaan Jaringan Air Limbah Sepanjang 802,40 M, 31/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.696.968.000.
5.Pergantian Jaringan Air Limbah Sepanjang 584 M, 33/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.510.544.000.
6.Pembuatan Air Mancur Taman Labirin, 20/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.539.982.000.
7.Perbaikan Jalan Aspal Dengan Hotmix, 15/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.2.613.806.000.
8.Perbaikan Jalan Dengan Aspal Hotmix Seluas 5,957 M, 08/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.2.763.168.000.
9.Pelebaran Jalan Beton, Pembuatan Parit Jalan dan Trotoar, 03/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.346.733.000.
10.Pembuatan Parit Jalan Dan Pembersihan Koker, 10/SPMK/DIR/KIM/VIII/2019, Nilai Pekerjaan Rp.161.280.000
Diduga adanya manipulasi dalam jenis pekerjaan tersebut, dan ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak sesuai dengan kondisi riilnya atau diduga fiktif.
Sementara Tim Media ini, mengkonfirmasi kepada Humas PT Kawasan Industri Medan Nico melalui whatsappnya, pada Kamis (23/07), terkait hal ini," saya sudah sampaikan dan jelaskan di awal komunikasi kita pak" Jawabnya.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini, Salah satu penyebab terjadinya korupsi pada tubuh BUMN ialah besarnya beban kerja perusahaan-perusahaan konstruksi milik negara itu. Bagaimana tidak, selain harus menghasilkan untung dari proyek investasi milik sendiri, perusahaan BUMN konstruksi juga diwajibkan menggarap proyek infrastruktur dari pemerintah.
Dengan kondisi modal kerja (ekuitas) terbatas, manajemen perusahaan BUMN pun mau tak mau harus mencari sumber pembiayaan alternatif. Cara yang paling banyak dilakukan adalah dengan skema utang, baik utang langsung kepada perbankan maupun melalui penerbitan surat utang (obligasi).
Dengan adanya kasus dugaan manipulasi pekerjaan tersebut, bakal meninggalkan “bom waktu,” yang siap meledak kapan saja. (Tim/Red).
