Latest Products

Kasus Korupsi RP 7,8 M Dinas Perikan Rokan Hilir

Order Detail


Rokan Hilir,Metro Sumut News
Amrizal Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir (Rohil) Propinsi Riau dihukum satu tahun penjara oleh Majelis Hakim Tipikor Pekanbaru beberapa waktu yang lalu. Menyusul anak buahnya, Tri Jonsuardi selaku Penyuluh Perikanan Tenaga Kontrak (PPTK) yang dijatuhi hukuman satu tahun penjara oleh Majelis Hakim, karena terbukti melakukan korupsi.

Informasi yang dihimpun Media ini selain dijatuhi hukuman penjara,Majelis Hakim yang diketuai oleh Masrizal, terdakwa Tri Jonsuardi juga diwajibkan membayar denda Rp50 juta dengan subsider 3 bulan penjara, kalau denda tidak dibayar “ Katanya.

Sementara didalam amar putusannya mengatakan, terdakwa Tri Jonsuardi terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi, proyek pengadaan kapal patroli cepat (KPC) Sembilang di Dinas Perikanan Kelautan kabupaten Rokan hilil tahun 2006 senilai Rp7,8 miliar lebih secara bersama-sama," Oleh karena itu, terdakwa terbukti melanggar pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 junto Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP," kata Masrizal dalam persidangan, Riau, Selasa (27/8).
Putusan yang diambil pihaknya, dinilai sudah sesuai dengan keterangan para saksi dan fakta persidangan. "Selain itu, putusan ini kami ambil juga sudah mempertimbangkan hal yang memberatkan dan hal yang meringankan " Ungkapnya.

Hukuman yang diberikan Majelis Hakim tersebut lebih ringan 6 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Wayan Riana. JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 1 tahun dan 6 bulan penjara, serta denda Rp50 juta subsider 6 bulan penjara.

Seperti diketahui, kasus tersebut berawal saat Amrizal selaku Kepala Dinas di Diskanlut Rohil, bersama dengan Tri jonsuardi (penuntutan terpisah) selaku PPTK, dan Ngurah Ayu Happy Susilawati selaku Direktur PT Krida Kreasi Tirtasarana (DPO) dan kontraktor, telah berkorporasi memperkaya diri sediri, dalam proyek pengadaan kapal pengawas di Diskanlut.

Terdakwa Amrizal selaku Pengguna Anggaran (PA) dan terdakwa Trijonsuardi, selaku PPTK melaksanakan kegiatan proyek pengadaan kapal pengawas dengan nama KPC Sembilang, yang dianggarkan tahun 2006 lalu senilai Rp7,8 miliar, tidak sesuai dengan spesifikasi. Sehingga negara telah dirugikan sebesar Rp1.399.378.400.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Riau. Karena, KPC yang dipesan dari galangan kapal di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), berukuran 5 X 20 meter, dengan kontruksi menggunakan fiberglass dengan peralatan radio, radar serta fasilitas alat pendingin yang tergolong canggih dan mewah itu, tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, kapal patroli ini dinyatakan tidak layak berlayar.(RED)

Peserta Dunia Lain Lawang Sewu Meninggal

Order Detail


Semarang,Metro Sumut News
Episode Dunia lain lawang sewu dilakukan di Lawang Sewu dekat semarang, Jawa Tengah. Lawang sewu dalam bahasa jawa artinya 1000 pintu. Lawang sewu merupakan kantor administrasi belanda dan juga merupakan tempat penyiksaan para tahanan pada saat penjajahan belanda di Indonesia. Saat ini Lawang sewu adalah museum dan merupakan tempat yang sangat besar dengan banyak sekali pintu.

Pada acara ini, seorang yang berani menghabiskan malam di tempat yang ditentukan untuk uji nyali akan mendapatkan hadiah. Lama waktu yang biasa di pakai adalah mulai dari jam 12 malam sampai dengan jam 5 pagi. Namun jika peserta uji nyali nya tidak bersedia lagi, maka boleh saja melambaikan tangan untuk membatalkan uji nyali tersebut.

Ada sebuah legenda yang mengatakan bahwa jika terihat seorang hantu wanita, maka orang yang melihat hantu tersebut akan meninggal dunai. hal ini dikarenakan hantu wanita itu akan mengikutinya dan terus menghantuinya sampai dia meninggal. Hantu wanita itu akan berkata : "Mas, tolong mas.... " berulang-ulang.

Episode ini adalah episode yang paling fenomenal karena pada episode ini terlihat seorang kuntilanak yang sangat jelas pada menit ke 4:00 sampai ke 5.20 ada penampakan yang sangat jelas di bagian pintu.

Setelah beberapa hari kemudian (lebih kurang satu minggu), kontestan yang diuji nyali itu meninggal dunia karena sakit tiba-tiba.

Acara ini (tepatnya Episode ini) berhasil meraih penghargaan dalam Penghargaan TV Asia sebagai acara realitas terbaik. Dan acara ini tidak dilanjutkan lagi karena kejadian ini. dan Akhirnya, sang pembawa acara, Harry Pantja sendiri akhirnya juga dapat giliran kerasukan makhluk halus yang selama ini menjadi sasaran kegiatannya.

nb: Coba anda perhatikan pada menit ke 07.08 ada penampakan di tangga bagian atas yang sangat jelas. ntah itu adalah kru ataukah memang penampakan lain.

Cerita Peserta Dunia Lain Lawang Sewu Meninggal

Begini ceritanya , si peserta nya itu kan ikut acara uji nyali yang di salah satu tvswasta, nah trus pas dia test uji nyalinya kan ada penampakan tuh yg tertangkap kamera, langsung si pesertanya menyerah gara2 dia ngeliat penampakan neng ‘kunti’. nah agan2 kan tw sendiri di lawang sewu tuh tempat yang paling serem . setelah si peserta pulang ke rumah dan selesai test uji nyali nya. ternyata selama 3 hari tuh badan dia banyak yang mau masuk(penunggu2 lawang sewu) karna badan si peserta ga kuat, akhirnya si peserta meninggal.

Seratus Anggota DPRD Sumut Reses Dapil Jemput Aspirasi

Order Detail



Medan,Metro Sumut News
Seratus anggota DPRD Sumut melakukan kegiatan reses ke kabupaten/kota sesuai dapem (daerah pemilihan) masing-masing, guna menjemput aspirasi masyarakat/konstituen di daerah-daerah, terhitung mulai Selasa 3 Desember 2013 sampai Sabtu 7 Desember 2013 dalam rangka meningkatkan pembangunan daerah dan masyarakat Sumatera Utara. "Tujuan utama reses adalah menjumpai rakyat khususnya masyarakat konstituen di pelosok daerah pemilihan.Kita akan menjumpai rakyat dan mencari tahu keinginan serta kebutuhan-kebutuhan daerah mereka. Kita akan bertatap muka langsung menerima aspirasi, mendengar keluhan dan mencari solusi atas persoalan-persoalan yang terjadi di tengah-tengah kehidupannya ,"ujar Ketua Tim Reses XI DPRD Sumut Binjai Langkat,Rauddin Purba beserta rombongan kepada wartawan hari pertama bertugas melaksanakan reses di dapil XI yakni Binjai-Langkat, Selasa (3/12) diruang Sekda Pemko Binjai .

Disebutkan reses merupakan tugas anggota dewan yang dilaksanakan 3 kali dalam 1 tahun. Jadi bila 5 hari ke depan anggota dewan tidak bekerja di gedung DPRD SU, semata-mata karena turun ke lapangan mencari tahu aspirasi rakyat. Hasil temuan dari daerah menjadi masukan bagi anggota dewan untuk ditindaklanjuti dan menegaskan dasar hukum pelaksanaan reses diatur dalam Permendagri.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Binjai, H Elyuzar Siregar SH M Hum,Pemerintah Kota Binjai saat menerima kunjungan Tim reses XI DPRD Sumut mengharapkan Pemprovsu dan DPRD Sumut untuk ikut membantu mengupayakan penyelesaian jalan tol Medan-Binjai, yang hingga kini terkesan mengambang disamping BDB (Bantuan Daerah Bawahan) dan DBH (Dana Bagi Hasil) yang belum dibayarkan Pemprovsu.

"Dana bantuan daerah bawahan (BDB) yang dikucurkan Pemprovsu dipotong hingga 30 persen, sehingga mengakibatkan sejumlah pekerjaan atau pembangunan di Kota Binjai dibatalkan.Itulah, setelah semua program dibuat, ternyata ada pemangkasan anggaran dilakukan Pemprovsu terhadap dana BDB Kota Binjai sehingga terjadai perubahan pekerjaan dalam sektor pembangunan di Kota Binjai", ungkap Elyuzar.

Dijelaskan dia, sebelumnya Pemko Binjai menerima dana BDB sebesar Rp 92 miliar, kemudian dipangkas 30 persen menjadi Rp 62 miliar. Hal ini tentunya sangat berpengaruh terhadap sejumlah item pekerjaan yang sudah dianggarkan melalui dana bantuan tersebut.

Ketua Tim Reses XI DPRD Sumut, Rauddin Purba menandaskan, pihaknya akan memperjuangkan penambahan BDB. "Kita ingin Binjai dan Langkat jadi prioritas penerimaan BDB dalam jumlah memadai, agar pembangunan dapat merata sampai ke desa-desa," kata politisi PKS ini.

Saat melakukan pertemuan dengan Pelaksana tugas (Plt) Sekda Langkat dr. H. Indra Salahuddin M. Kes, MM ,dalam paparannya melalui sambutan tertulis dari Bupati Langkat,H Ngogesa Sitepu di hadapan anggota reses mengatakan Pemerintah Kabupaten Langkat menitik beratkan usulan pembenahan sejumlah infrastruktur jalan jembatan, maupun sarana irigasi bagi mendukung akses transportasi dan kesiapan Langkat sebagai lumbung pangan di Sumatera Utara.

"Untuk tahun anggaran 2013 ini Kabupaten Langkat mendapatkan alokasi dana Bsntuan Daerah Bawahan (BDB) berkisar Rp 112 miliar,dan dialokasikan untuk 23 kecamata," ujar Indra yang didampingi sejumlah SKPD terkait.

Di antaranya, Asisten Adm. Pemerintahan Abdul Karim, Kadis PU Bambang Irawadi, Kadis Pertanian Basrah Daulay, Plt. Kadis Kesehatan dr. Gunawan, Plt. Kepala Bappeda Mulyono, Plt. Kepala BPKAD Syahrizal dan Kabag Humas Syahrizal beserta unsur perwakilan dari Dinas Dikjar dan Badan LH.

Disampaikan berdasarkan skala prioritas dari hasil Musrenbang Kabupaten terdapat 7 bidang yang menjadi fokus perhatian Pemkab Langkat meliputi pertanian, kesehatan, infrastruktur dan pengembangan wilayah, agama-hukum-pemerintah dan kelembagaan, pengentasan kemiskinan dan pengangguran, pendidikan dan ekonomi kerakyatan.

Dari 7 bidang tersebut, secara garis besar pembenahan sejumlah infrastruktur jalan jembatan Propinsi diantaranya, jalan menuju Bukit Lawang Bahorok, jembatan Teluk Bakung di Tanjung Pura serta sarana irigasi untuk mendukung 30.000 areal pertanian tadah hujan di Langkat. " Mendukung Sumut sebagai lumbung pangan, juga perlu dilakukan perhatian terhadap irigasi agar petani tidak mengalih fungsikan lahannya," papar Sekda dan sangat mengapresiasi kunjungan tim reses XI DPRD Sumut.

Anggota tim reses Dapil XI,Nurul Azhar Lubis meminta agar Pemkab Langkat lebih menguatkan komunikasi dan koordinasi, sehingga permasalahan kebutuhan di daerah segera dapat diketahui pihaknya untuk kemudian dicari solusi.

"Kita sepakat pembangunan di Kabupaten Langkat tidak akan mampu semata mengandalkan APBD daerah, dan oleh karenanya kehadiran kami untuk memberikan peluang bagi tersedianya alokasi APBD Propinsi di daerah ini," ujar Nurul yang merupakan putra asli kelahiran Tanjung Pura Kabupaten Langkat.

Hal senada disampaikan anggota lainnya, Yan Syahrin yang juga ketua fraksi Partai Gerindra DPRD Sumut itu mengatakan, kedatangan tim reses ke Langkat juga untuk melihat dari dekat daerah pemilihannya,ingin mmengetahui pembangunan daerah,tingkat prekonomian dan kesejahteaan mmasyarakat,serta menampung seluruh aspirasi dimasyarakat.

Lebih jauh lagi dia menambahkan, melalui agenda reses, anggota DPRDSU dapat mengetahui apa-apa saja aspirasi warga untuk diteruskan ke sidang paripurna. Selanjutnya dijadikan rekomendasi kepada pihak eksekutif dalam pengambilan kebijakan percepatan pembangunan daerah.

Namun hal paling penting dari reses, wakil rakyat harus memberi perhatian ke dapilnya serta terjun mendengar keluhan masyarakat secara langsung, sehingga tidak ada lagi anggapan warga kalau anggota DPRD Sumut melupakan rakyat dari daerah pemilihanya.(Mashuri Lubis)

Jalan Penghubung Kabupaten Bagaikan Kobangan Kerbau

Order Detail


Kubu Babusalam,Metro Sumut News
Jalan akses satu-satunya untuk menghubungkan jalan ke Kabupaten Rohil rusak parah bagaikan kobangan kerbau, kondisi jalan di Desa Teluk Nilap Kecamatan Kubu Babusalam rusak parah dan sakit bila dilihat mata, setiap warga yang akan melintasi jalan tersebut harus menunggu cuaca panas baru bisa dilewati warga.

Pairin salah satu warga Kecamatan Kubu yang hendak melintasi jalan tersebut  saat ditemui wartawan ini mengatakan jalan di Desa Teul Nilap Kecamatan Kubu Babusalam rusak parah dan sudah puluhan tahun  jalan tersebut tidak pernah disentuh yang namanya pengaspalan atau dibangun, padahal APBD untuk pembangunan jalan tersebut ada dari tahun ke tahun,” Jalan di Desa Teluk Nilap Kecamatan Kubu Babusalam kondisinya rusak parah dan tidak bisa dilewati sewaktu hari hujan bang, sudah puluhan tahun jalan ini begini saja dan belum pernah adanya diaspal bang, padahal kita dengar dari Pemerintah APBD untuk pembangunan pengaspalan jalan disetiap Daerah sudah Pemerintah Pusat Kucurkan Bang, kenapa sampai puluhan tahun jalan di Desa Teul Nilap Kecamatan Kubu Babusalam Kabupaten Rohil sampai sekarang belum juga disentuh namanya aspal bang “ Ungkap Pairin.

Dari amatan wartawan ini, kondisi jalan di Desa Teuk Nilap Kecamatan Kubu Babusalam rusak parah dan belum pernah disentuh oleh pengaspalan, jalan tersebut adalah tumpuhan warga untuk menjalankan roda-roda perekonomian mereka sehari-hari.(Rusman)

Syahbandar Belum Bisa Memastikan Apa Yang Menjadi Penyebanya.

Order Detail


Belawan,Metro Sumut News
Kapal pengangkut Semen Curah sebanyak 7046 Ton, bernama Swadaya Lestari, tampak nyaris terbalik ke kiri (Sisi Laut).

 Informasi yang yang dihimpun media ini dilokasi dermaga Suprin Gabion Belawan (10/12/2013) kapal tersebut mengangkut semen curah (semen yang akan dimuat kedalam sak_red), lalu kapal bersandar didermaga yang berdekatan dengan depo Semen Padang Gabion, tidak tau mengapa tiba-tiba kapal tersebut oleng kesisi kiri dan nyaris tumbang kearah laut, padahal sebelumnya belum pernah ada peristiwa kapal miring dan nyaris terbalik kelaut disini “ Ungkap seorang buruh pelabuhan  bernama Coster Sianipar.

Sondang Simanjuntak SE, Koordiantor Ploting PPSA (Pusat Pelayanan Satu Atap) saat ditemui mengatakan Kapal tersebut sandar didermaga Superin Gabion Belawan tanggal 4 Desember 2013 pukul 15.30 Wib dengan bermuatan semen curah sebanyak 7046 Ton berasal dari Pelabuhan Teluk Bayur Padang "sewaktu kapal tersebut dipandu dari lampu satu unutk bersandar didermaga Suprin Gabion semua berjalan dengan lancar dan baik, namun tiba-tiba kita mendapat informasi pada tanggal 6 Desember 2013 mengatakan bahwa kapal Swadaya Lestari yang sedang membongkar semen curah tersebut miring kekiri ke arah laut, jadi bukan tidak mungkin disitu ada kesalahan prosedur pembongkaran muatan, jadi kalau ada tudingan yang mengatakan kapal tersebut kandas atau terjadi pendangkalan di dermaga tersebut  itu tidak benar, sebab bagaiman mana mungkin kapal tersebut awalnya bisa bersandar didermaga itu kalau dermaga disana terjadi pendangkalan"Kata Sondang.

Ketika disinggung terkait kapal pengangkut semen curah yang nyaris terbalik tersebut akan ditarik, Sondang kembali menjelaskan kalau hal itu adalah domennya pihak Syahbandar Pelabuhan Belawan, sebab kami disini hanya sebagai penyedia jasa fasilitas dermaga saja “ Tegasnya.

Ditempat terpisah, Munasir Kasubag Umum Syahbandar Utama Pelabuhan Belawan, saat ditemui diruang kerjanya mengatakan, sampai saat ini kita (Syahbandar) belum dapat memastikan apa yang menjadi penyebab kapal bermuatan semen curah tersebut seperti itu, bisa saja mungkin lambung kapal bocor sehingga semennya membeku atau kesalahan prosedur pembokaran muatan, sebab anggota kita sudah turun kelokasi unutk mengecek dan mencari tau apa yang menjadi penyebabnya,” berdasarkan laporan dari anggota yang turun kesana mengatakan bahwa bongkaran semennya juga belum habis, sebab sistem pembongkaran semen curah disana (depo semen padang) memakai sistem penyedotan dari kapal kedalam depo, kami akan tetap mencari tahu apa yang menjadi penyebab kapal tersebut miring agar kita dapat mencari solusinya sebab kita tidak mau menduga-duga apa motifnya agar tidak menimbulkan  spekulasi nantinya “ Ujar Kasubag Umum tersebut. (Hamnas)  

Portal Resmi Media Online Media Metro Sumut, Penerbit : PT Chrissa Cakra Wijayakesuma (CCW), SIUP-PM : No.01451/1.824.271, NPWP : 21.057.287.1-013.000, SK.Menkum HAM RI : AHU-94803.AH.01.01.Tahun 2008.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. metrosumut.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger