Ditpolair Polda Sumut Berhasil Amankan Perompak Lautan Yang menggunakan Senjata Airsofgun
Gerak Cepat, Koramil Gandusari Bantu Bersihkan Material Akibat Bencana Tanah Longsor Di Wilayah Binaan
Eco Enzyme Masuk Dalam Peraturan Daerah Sumatra Utara
Pemerintah Targetkan Produksi 2 Juta Motor Listrik Pada 2025
Dirreskrimsus Polda Sulsel Pantau Peredaran Obat Sirup Di Rumah Sakit Dan Apotik, Di Makasar
Kemendagri Lakukan asistensi Dan Supervisi Pusat Dengan Daerah Dalam Rangka Penanggulangan Bencana Banjir
Setukpa Polri Peduli Percepat Penurunan Stunting Di Sukabumi
IKA USU Jakarta Siap Menuju Munas IKA 21-22 Oktober 2022
Kemendagri Lakukan Asistensi Dalam Penguatan Tim Penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) Di Daerah Otonomi Baru
Jum'at Barokah, Senyum Bahagia Para Petugas Penyapu Jalan, Abang Becak Dan Asongan Saat Mendapat Rezeki Dari Personil Sat Samapta Polrestabes Medan
Antisipasi Penyebaran PMK, Babinsa Koramil Doko Cek Dan Pantau Hewan Ternak Di Wilayah Binaannya
Jenguk Anak Panit Intelkam Polsek Medan Helvetia Sedang Sakit, Ini Yang Di Ucapkan Kasat Samapta Polrestabes Medan
Satgas TMMD Ke 115 Kodim 0311/Pessel Gelar Penyuluhan Keluarga Berencana
Kemendagri Susun SE Mendagri Penggunaan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai Untuk Kendaraan Dinas
Gelar Patroli Dini Hari, Sat Samapta Polrestabes Medan Amankan Sejumlah Kendaraan Roda Dua Yang Tidak Lengkap
Tingkatkan Profesionalisme Babinsa, Kodim Bojonegoro Gelar Katpuan Apkowil Tersebar
Kanit Binmas Polsek Galang Jenguk Anak Panit Yanmin Intelkam Polsek Medan Helvetia Yang Sedang Sakit
Tinjau Banjir Aceh Utara, Menteri Basuki Fokuskan Penanganan Tanggul Jebol Dengan Geobag Dan Bronjong
Menteri Basuki didampingi Anggota Komisi V DPR RI Ruslan M. Daud dan Pj. Gubernur Aceh Achmad Marzuki meninjau penanganan banjir di Kab. Aceh Utara dan Kab. Bener Meriah, Provinsi Aceh, Selasa (18/10/2022)
Peninjauan dilakukan untuk mengambil langkah perbaikan infrastruktur yang rusak akibat banjir/luapan air Sungai Krueng Keureuto dan Krueng Pirak.
Menteri Basuki menyampaikan, Kementerian PUPR akan segera menangani tanggul sungai yang jebol dan sudah memobilisasi 12 alat berat dari Bendungan Keureuto.
"Saat ini tengah dilakukan perbaikan tanggul jebol melalui pemasangan geobag/jumbo bag dan bronjong yang ditimbun tanah sebagai tanggul yang kuat menahan air," kata Menteri Basuki.
Terdapat 4 tanggul sungai jebol yang perlu segera dikerjakan, yaitu Tanggul Sungai Krueng Pasee Desa Madan (100 m), Sungai Krueng Keureuto Desa Mancang (150 m), Sungai Krueng Peuto Desa Meunasah (120 m), dan Sungai Krueng Peuto Desa Trieng (100 m). Selain itu, terdapat juga 18 titik tanggul dengan kondisi kritis.
Selain penanganan tanggul, Kementerian PUPR juga akan mempercepat konstruksi Bendungan Keureuto untuk mengurangi risiko banjir di Aceh Utara. (Rita).
Baru Setahun Merger, Pelindo Regional 1 Berkomitmen Untuk Terus Tingkatkan Kinerja
Lanjut Khairul Ulya, Setahun merger ini yaitu dimulai pada 2021-2022, Pelindo Regional 1 telah melakukan berbagai program yang bertujuan untuk mendukung peningkatan kinerja perusahaan yang berfokus pada standarisasi layanan," Secara bertahap Pelindo mulai melakukan serah operasi dengan subholding yang ada yakni, Subholding Pelindo Multi Terminal (SPMT), Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP), Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) serta anak perusahaan SPMT, PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT) " Ucapnya.
Khairul Ulya menjelaskan, Melalui serah operasi ini terjadi beberapa perubahan kinerja seperti Pelabuhan Utama Belawan yang setelah diserahoperasikan kepada SPMT mengalami peningkatan kinerja yang cukup signifikan," Misalnya untuk curah kering yang ketika ditangani Regional 1 Belawan, Kinerjanya hanya 5000 ton per hari, namun setelah dikelola oleh subholding, kini meningkat hingga 10.000 ton perhari " Jelasnya.
Khairul Ulya menambahkan, Bahwa pasca merger Pelindo ini juga sedang memasuki masa transisi yang berfokus pada perubahan-perubahan, Salah satunya adalah penetapan dedicated terminal yang telah diimplementasikan di Pelabuhan Utama Belawan yakni, Peningkatan kemampuan pengoperasian fasilitas pelabuhan dari fasilitas untuk melayani barang umum (general cargo/multipurpose) menjadi melayani angkutan khusus curah kering, Yang terdiri dari food and feed, bungkil dan Batubara (terminal curah kering), kemudian untuk melayani kendaraan dan roro (car terminal), Serta untuk melayani angkutan curah cair (terminal curah cair) " Tambahnya.
Sementara Departemen Head Hukum dan Humas Regional 1 Fadillah Haryono mengatakan bahwa Implementasi dari perubahan-perubahan yang ada pasca merger ini tidak lepas dari komitmen dan kerja keras dari berbagai pihak, Baik dari internal perusahaan, stakeholder maupun masayarakat dan lingkungan. Untuk meningkatkan komitmen bersama, Pelindo Regional 1," Juga telah menjalankan beberapa program TJSL yang salah satunya baru-baru ini melakukan penanaman 2.000 pohon endemik buah-buahan, Program pustaka keliling dan peresmian Bank Sampah Belawan pada Jumat (16/9/2022) lalu " Katanya.
Lanjut Fadillah Haryono, Dalam perjalanan satu tahun merger ini, Kegiatan-kegiatan operasional pada Pelindo Regional 1 tidak terlepas dari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan seperti hal-hal yang terkait dengan keamanan dan keselamatan kerja serta lingkungan, Baik untuk pegawai, masyarakat sekitar dan para pengguna jasa " Ucapnya.
Fadillah Haryono menjelaskan, Untuk itu Pelindo Regional 1 tetap berkomitmen yang tinggi untuk terus memberikan layanan yang berkualitas dan terbaik serta terus melakukan evaluasi secara menyeluruh dan penguatan monitoring pelaksanaan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ada, Baik terhadap pencegahan maupun penanggulangan permasalahan keamanan dan keselamatan kerja serta lingkungan " Jelasnya. (Hamnas/Dedy Syahputra).