Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, mendapat penanganan lintas sektor.
Selama tujuh hari, terhitung sejak tanggal 2–8 Juni 2026, tim pemadam kebakaran PT Jatimjaya Perkasa (JJP) bersama pemerintah, TNI-Polri, Manggala Agni dan masyarakat berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas.
PT JJP mengambil peran cukup besar dalam operasi tersebut. Meski lokasi kebakaran berada di luar wilayah IUP dan HGU perusahaan, JJP tetap mengerahkan personel, peralatan pemadam, logistik hingga satu unit excavator untuk membantu proses pengendalian Karhutla.
Sebanyak 20 personel pemadam kebakaran PT JJP diterjunkan ke lokasi dan dibagi dalam dua shift. Perusahaan juga menyiagakan lima unit mesin pompa Robin fullset, 20 roll selang buang serta lima unit nozzle untuk mendukung proses pemadaman.
Tak hanya mengandalkan peralatan pemadam, PT JJP juga mengerahkan excavator untuk membuat parit isolasi di sepanjang batas perkebunan masyarakat. Sekat tersebut berfungsi sebagai pembatas pergerakan api sekaligus membantu menyediakan sumber air untuk mendukung upaya pemadaman.
Langkah itu dilakukan sebagai bagian dari upaya mencegah kobaran api merembet ke wilayah operasional perusahaan.
Operasi penanganan Karhutla tersebut melibatkan tim Damkar PT JJP, Manggala Agni Pekanbaru dan Dumai, BPBD Kabupaten Rokan Hilir, Koramil Kecamatan Pekaitan, Polsek Pekaitan, Pemerintah Kepenghuluan Sungai Besar serta masyarakat.
Keterlibatan banyak unsur dinilai menjadi kunci dalam mempercepat penanganan kebakaran sekaligus mencegah meluasnya areal terdampak.
Camat Pekaitan Agus Winawan menyampaikan apresiasi terhadap dukungan PT JJP dalam penanganan Karhutla, terutama pengerahan alat berat untuk pembuatan sekat isolasi.
Apresiasi juga datang dari Penghulu Sungai Besar Antok Sutomo, S.Sos. Ia menilai dukungan personel, peralatan, logistik dan excavator yang diberikan perusahaan sangat membantu proses penanganan kebakaran di wilayahnya.
“Terima kasih kepada tim pemadam, peralatan, logistik dan excavator yang diterjunkan dalam aktivitas pemadaman api di desa kami. Dukungan ini sangat membantu dalam penanganan Karhutla di Kepenghuluan Sungai Besar,” ujarnya.
Group Estate Manager (GEM) PT Jatimjaya Perkasa, Raju Wardana, mengatakan pekerjaan belum berhenti setelah api berhasil dikendalikan. Pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Menurut dia, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan respons cepat serta koordinasi dan kolaborasi antara perusahaan, pemerintah, aparat keamanan dan masyarakat.
“Upaya ini menjadi bagian dari sinergi perusahaan, pemerintah, TNI-Polri dan masyarakat dalam mencegah serta menangani Karhutla. PT JJP berkomitmen untuk berkolaborasi dengan seluruh pihak untuk mendukung pencegahan dan penanganan Karhutla di sekitar wilayah operasional perusahaan," ujarnya.
GEM PT JJP menegaskan, keterlibatan perusahaan PT Jatim dalam penanganan Karhutla merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap perlindungan lingkungan, dan keselamatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
“Perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, kami akan terus berkolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla,” pungkasnya. (Zul).
