PT Jatimjaya Perkasa (JJP) memperkuat komitmennya dalam menjaga ekosistem gambut sekaligus mencegah kebakaran lahan dan kebun (Karlabun) melalui Program Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG).
Program yang berlangsung pada 4–13 Agustus 2026 itu menyasar tujuh desa, yakni Pedamaran, Suak Temenggung, Rokan Baru, Karya Mulyo Sari, Teluk Bano II, Sungai Besar, dan Sungai Panji-Panji.
Dalam pelaksanaannya, PT JJP menggandeng Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove (BPEGM) Wilayah Sumatera sebagai fasilitator. Program tersebut diarahkan untuk membangun tata kelola gambut yang berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai aktor utama.
Program DMPG bertumpu pada tiga pendekatan, yakni R1 atau rewetting melalui pembasahan kembali gambut, R2 atau revegetasi dengan pengembangan tanaman yang sesuai karakteristik gambut, serta R3 berupa revitalisasi mata pencaharian masyarakat melalui kegiatan ekonomi yang ramah gambut.
Untuk tahap awal, PT JJP memfokuskan kegiatan pada aspek R1 dan R3.
Rangkaian program sebelumnya diawali dengan tahap pra-kondisi dan survei lapangan terhadap 78 titik indikatif lokasi pembangunan sekat kanal (canal blocking) yang merupakan rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada Mei–Juni 2026.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penguatan kapasitas Masyarakat Peduli Api (MPA) melalui pelatihan dan apel siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Agenda tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran selama musim kemarau.
Tahapan berikutnya berupa sosialisasi serta pemetaan partisipatif Program DMPG. Dalam forum tersebut, masyarakat dan pemangku kepentingan desa dilibatkan untuk memetakan kondisi wilayah sekaligus mengidentifikasi kebutuhan pengelolaan gambut.
Kegiatan diikuti Penghulu, Ketua BPKep, kepala dusun, ketua RT/RW, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kelompok MPA, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, serta BPEGM Wilayah Sumatera.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut dinilai penting agar pengelolaan gambut tidak hanya menjadi tanggung jawab perusahaan atau pemerintah, tetapi juga menjadi gerakan bersama masyarakat di tingkat desa.
Sebagai bagian dari penguatan kesiapsiagaan, PT JJP juga menyerahkan bantuan mesin pompa air kepada kelompok MPA. Sarana tersebut diharapkan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam melakukan deteksi dini, penanganan cepat, dan pengendalian potensi kebakaran di kawasan gambut dan lahan masyarakat.
Datuk Penghulu Rokan Baru, Kuswadi, SE, menyambut positif pelaksanaan Program DMPG. Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem gambut.
Menurut dia, pengelolaan gambut yang baik juga menjadi salah satu langkah penting untuk mengantisipasi kekeringan dan kebakaran lahan, khususnya saat musim kemarau.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Bidang Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Hadi. Ia menilai kolaborasi multipihak diperlukan untuk menjaga keberlanjutan ekosistem gambut.
“Kolaborasi multipihak sangat penting untuk menjaga ekosistem gambut. Informasi dan pelaporan kegiatan juga perlu dilakukan secara berkala,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan MPA Sungai Besar, Junaidi Sitorus, menegaskan bahwa tugas MPA tidak sebatas melakukan pemadaman ketika kebakaran terjadi.
“Peran MPA bukan hanya dalam proses memadamkan api, tetapi yang paling utama adalah memastikan kawasan gambut terlindungi dari ancaman kebakaran lahan dan kebun,” katanya.
Dari BPEGM Wilayah Sumatera, Gifari Maulana, mengingatkan agar Program DMPG dijalankan secara konsisten sesuai ketentuan yang berlaku. Ia juga menekankan pentingnya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dalam setiap kegiatan lapangan.
Sementara itu, Askep SSL PT Jatimjaya Perkasa, Ahmad Taufiq Daulay, mengatakan, Program DMPG merupakan bentuk upaya bersama dalam menjaga ekosistem gambut dan menekan risiko kebakaran.
Ia berharap sinergi antara perusahaan, pemerintah, masyarakat, MPA, dan pemangku kepentingan lainnya, ditambah penerapan program 3R serta dukungan sarana pompa air, dapat semakin memperkuat kapasitas masyarakat.
“Dengan sinergi para pihak, kami berharap kawasan gambut dapat terjaga, aman dari kebakaran, sekaligus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya. (Zul).
