Krisis Infrastruktur Jalan, Masyarakat SP 5 Minta Bupati Rohil Turun Tangan


Rokan Hilir.Metro Sumut
Jeritan 2000-an jiwa masyarakat SP 5, Kepenghuluan Sungai Besar, Kecamatan Pekaitan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau dalam mendapatkan pembangunan infrastruktur jalan, dan sarana gedung pendidikan diabaikan Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir.


Pasalnya, kerisauan masyarakat untuk mendapatkan infastruktur jalan yang baik sudah berlangsung puluhan tahun. Namun, Pemkab Rohil sama sekali diduga buta dan tuli terhadap keluhan masyarakat disana.

Masyarakat terpaksa melakukan penggalangan dana secara swadaya dalam perbaikan jalan, sarana ibadah, dan pendidikan dari hasil potongan panen kebun  sawit milik masyarakat per kilo gram di potong Rp 50 perak.

Padahal, di SP 5 terdapat 4 wilayah RT, dua RW, dan dua Dusun dengan dihuni sebanyak 400 Kepala Keluarga. Akses jalan disana yang belum mendukung membuat masyarakat kesulitan dalam mengeluarkan hasil pertanian mreka, begitu juga anak-anak yang sedang menuntut ilmu di bangku SDN 011 Sungai Besar, dan sekolah filial SMPN 3 Pekaitan.

Kondisi jalan di SP 5 sangat memprihatikan, kerusakan jalan di perparah lagi ketika memasuki musim penghujan, jalan menjadi becek, dan licin saat dilintasi. Tak hanya Pemkab Rohil, perusahan beroperasi disekitar SP 5 PT Jatim Jaya Perkasa sama sekali tak pernah peduli dalam perbaikan jalan.

Tokoh masyarakat SP 5, Fendi kepada Wartawan, Selasa (20/1/2026) mengaku, dimana dulunya SP 5 masih hutan masyarakat berupaya membuat jalan dari gambangan batang kayu  hingga saat ini belum pernah mendapat pembangunan infrastruktur Jalan dari Pemkab Rokan Hilir.

"Yang tau kami setiap kampanye pemilihan Bupati pasti mencari suara di sini (SP 5 red) setalah duduk lupa, Pilkada baru-baru ini pasangan Bupati terpilih H.Bistamam dan Jhony Charles menang telak di SP 5 mencapai 1000 lebih suara, harapan kami suara yang kami berikan bisa diwujudkan dengan pembangunan di daerah kami," ujarnya   

Lanjut Fendi, masyarakat di SP 5 cukup getol sekali membantu pemerintah dengan adanya penggalangan dana swadaya dari hasil panen buah sawit milik masyarakat.

"Bukan hanya krisis infrastruktur jalan, tapi kami di SP 5 ini butuh fasilitas pendidikan, kutipan swadaya dari hasil panen sawit masyarakat Rp 50 perak per kilo gram, kami gunakan dengan rincian Rp 15 perak untuk pembangunan Masjid, Rp 15 perak untuk Gereja, dan 20 perak lagi perbaikan jalan, dan untuk gaji guru PAUD, bahkan kami membangun gedung  MDA Al-Ikhlas secara swadaya dengan anggaran  Rp 285 juta," akunya. 

Masyarakat meminta Bupati Rohil, H.Bistamam, Anggota DPRD Rohil, dan Dinas PUTR Rohil agar segera turun tangan dengan cara meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan di SP 5, dan fasilitas Pendidikan yang masih minim.

"Kami minta pak Bupati bisa turun ke daerah kami, lihat langsung kondisi masyarakat disini, anak-anak kami  kesulitan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak, untung ada gedung MDA yang dibangun swadaya, bisalah anak kami yang bersekolah di SMPN 3 Pekaitan di sekolah Filial menumpang di gedung MAD ini," akunya.

Fendi menegaskan, jika memang Pemkab Rohil tak mampu membangun infrastruktur Jalan dan fasilitas pendidikan maupun rumah ibadah di SP 5 sebaiknya Pemkab Rohil  serahkan saja jalan SP 5 kepada masyarakat.

"Hampir sudah 16 tahun kami masyarakat disini memperbaiki jalan melalui dana swadaya, per tahun perbaikan jalan yang kami keluarkan mencapai Rp 1,5 Milar, berapa banyak sudah habis uang masyarakat, kalau memang Pemkab Rohil tak mampu serahkan langsung kepada kami, biar kami membangun jalan pula kami dianak tirikan, masyarakat disini juga ingin merasakan membangun," cetusnya dengan rasa kekecewaan terhadap Pemkab Rohil.

Sementara itu Ketua  RW 04, Winardi Barus, didampingi ketua RT 07, Iwan membenarkan terkait keluhan masyarakat yang sangat membutuhkan pembangunan  infastruktur Jalan, dan sarana pendidikan di wilayah SP 5.

"Tanpa ada kutipan swadaya masyarakat untuk perbaikan infrastruktur jalan, saran pendidikan dan rumah ibadah, kami di SP 5 ini bisa terisolir betul, tapi yang namanya perbaikan swadaya tidak bisa sebagus yang dibangun pemerintah, dari itu kami sangat berharap adanya pembangunan infrastruktur jalan dan sarana pendidikan di SP 5 ini," pungkasnya. (Rusman Wapemred).



Tidak ada komentar