BUMDes Sungai Baung Rantau Panjang Kiri Bantah Anggaran BUMDes Tak Transparan
Adanya pemberitaan miring mengenai ketidak transparan penggunaan anggaran Dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Sungai Baung, Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam (Kuba), Kabupaten Rokan Hilir dibantah langsung direktur BUMDes, Marful Haqi melalui Sekretarisnya, M.Mabrur, Kamis (22/1/2026) siang sekitar pukul 14.55 WIB di Rantau Panjang Kiri.
M.Mabrur mengatakan, Anggaran BUMDes Sungai Baung yang mengelola program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun 2025 Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri bergerak dibidang hewani jenis penggemukan lembu jantan.
"Anggaran BUMDes kita buka secara transparan, dan terang benderang melalui musyawarah mufakat di forum yang difasilitasi pemerintah Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri," ujarnya.
Lanjut M.Mabrur, dalam menentukan program ketahanan pangan bidang hewani jenis lembu berdasarkan musyawarah yang melibatkan, tokoh masyarakat, prangkat Kepenghuluan, Badan Persyaratan Kepenghuluan (BPKep), Babinsa, dan pendamping Desa.
"Jadi, apa yang dituduhkan dalam pemberitaan disalah satu media online mengatakan, penggunaan anggaran BUMDes Rantau Panjang Kiri tidak transparan, itu jelas tidak benar, sama sekali tidak berdasar," ujarnya.
Diuraikan M.Mabrur, anggaran dana BUMDes Tahun 2025, Rp 183,678 (seratus delapan puluh tiga juta enam ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah), dan ditambah anggaran BUMDes Tahun 2021 Rp 36.700.000 (tiga puluh enam juta tujuh ratus ribu rupiah) dengan total secara keseluruhan anggaran yang dikelola BUMDes Sungai Baung, Rp 220.378.000 (dua ratus dua puluh juta tiga ratus tujuh puluh delapan ribu rupiah).
"Total seluruh anggaran itu sudah kita sampaikan secara terbuka transparan melalui musyawarah, anggaran itu digunakan untuk pembelian 9 ekor lembu jantan untuk penggemukan, upah pekerja, pembuatan kandang, vitamin, dan pangan lembu, kemudian operasional pengurus serta pajak," ujarnya.
Diuraikan M.Mabrur, tudingan aliran anggaran BUMDes ada mengalir ke-BPKep sama sekali tidak benar dan terlalu tendensius. Bahakan, saat ini ketahanan pangan Rantau Panjang Kiri sudah terealisasi dengan baik, dan sudah berjalan 50 persen.
"Tuduhan Itu tidak benar, terkesan terlalu mengada-ada, saat ini program ketahanan pangan Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri Tahun 2025 sudah berjalan dengan baik, tinggal satu tahap lagi untuk sampai tahap penggemukan, insya Allah lebaran Idul Adha 2026 ini sudah bisa kita dijual," pungkasnya. (Nasruddin).


Post a Comment