Kejaksaan Negeri (Kejari) Rokan Hilir melalui bidang intelijen meninjau proyek pembangunan jalan rigid beton di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Kubu Babussalam, Rabu (28/10/2026).
Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan pekerjaan sekaligus mendorong pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai dengan perencanaan dan ketentuan yang berlaku.
Dalam peninjauan tersebut, perwakilan Kejari Rokan Hilir, Agung Wicaksono, menyampaikan bahwa progres pekerjaan saat ini telah melampaui target sekitar 40 persen.
“Peninjauan ini dilakukan untuk mengecek sejauh mana pekerjaan berjalan. Sampai saat ini, progres pekerjaan sudah 40 persen di atas target," ujarnya.
Agung Wicaksono menyampaikan, kedepan, kejaksaan dan masyarakat dapat mendukung pembangunan jalan yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) hingga selesai.
Agung mengatakan, Kejari Rokan Hilir telah menerima dokumen perencanaan hingga dokumen kontrak proyek. Berdasarkan dokumen tersebut, desain perkerasan jalan memang direncanakan tanpa menggunakan wiremesh.
“Dari pihak kejaksaan, kami sudah menerima dokumen perencanaan sampai dokumen kontrak. Memang dalam dokumen perencanaan tidak menggunakan wiremesh. Menurut informasi yang kami terima, desain tersebut telah direkomendasikan oleh balai di tingkat provinsi dengan mempertimbangkan kondisi medan di Kubu Babussalam serta ketersediaan dan kesesuaian bahan baku,” ujarnya seperti di kutip dari media Poros Nusantara.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUTR Rokan Hilir, Halim, pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK), serta sejumlah staf dari dinas terkait.
Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Ferry Kurniawan ST saat di konfirmasi Wartawan Posmetro Rohil, mengatakan pihaknya mendampingi Kejari Rokan Hilir untuk melihat langsung perkembangan pembangunan jalan rigid beton Jalan Jendral Sudirman, Keecamatan Kubu Babussalam.
“Pada hari ini, kami mendampingi pihak Kejaksaan Negeri Rokan Hilir meninjau proyek pembangunan jalan rigid di Kubu Babussalam, alhamdulilah progres pengerjaan sudah mencapai 40 persen," akunya.
Terkait pro dan kontra penggunaan wiremesh di media sosial, kata Ferry, perencanaan proyek ini memang didesain tanpa wiremesh dan telah mendapat persetujuan dari balai di tingkat provinsi, dengan mempertimbangkan kondisi medan di Kubu Babussalam.
Terkait keretakan atau patahnya beton yang menjadi persoalan di media sosial, PPTK menjelaskan bahwa salah satu penyebab keretakan atau patahnya jalan rigid, meskipun belum dilalui kendaraan, dapat berupa guncangan akibat lalu lintas kendaraan di sekitar lokasi pekerjaan.
"Kalau untuk patah beton itu, banyak faktor penyebabnya, salah satunya goncangan kendaraan yang melintas. Ini juga menjadi faktor patahnya benton itu, terkait matrial yang di gunakan sudah sesuai," pungkasnya. (Zul).
