Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rokan Hilir memastikan SDN 004 Teluk Nilap tidak menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara sepihak. Sekolah tersebut telah menyampaikan pemberitahuan kepada Disdik terkait penerapan PJJ selama proyek revitalisasi gedung sekolah berlangsung.
Kepastian itu disampaikan Kasi Sarana dan Prasarana Disdik Rohil, Budi, saat dikonfirmasi wartawan Posmetro Rohil, Sabtu (26/9/2026).
Menurut Budi, Kepala SDN 004 Teluk Nilap, Baharudin, telah mengirimkan surat pemberitahuan mengenai pelaksanaan proses belajar mengajar dengan metode PJJ selama pekerjaan revitalisasi berlangsung.
“Sudah ada surat pemberitahuan dari Kepala Sekolah SDN 004 Teluk Nilap terkait proses belajar mengajar siswa menggunakan metode Pembelajaran Jarak Jauh,” kata Budi.
Diterangkan Budi, SDN 004 Teluk Nilap saat ini tengah menjalani program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari APBN 2026. Kondisi lokasi pembangunan dinilai memiliki risiko terhadap keselamatan siswa karena aktivitas pekerjaan masih berlangsung.
“Sekarang sedang proses pengerjaan revitalisasi. Banyak puing-puing bekas bangunan lama dan material baru, sehingga sangat rawan bagi keselamatan siswa, siswa tidak diliburkan tapi mengambil metode Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ,” ujarnya
Ketua Komite SDN 004 Teluk Nilap, Adi Sunarto, membenarkan bahwa sebelum pekerjaan dimulai telah dilakukan pembahasan mengenai pola pelaksanaan revitalisasi dan proses belajar mengajar selama pembangunan.
“Material bekas bangunan sekolah lama masih menggunung di halaman sekolah. Kalau seluruh siswa masuk bersamaan, tentu ada risiko keselamatan dan pengawasan oleh majelis guru juga menjadi lebih sulit. Karena itu metode PJJ dinilai menjadi bagian dari pengaturan pembelajaran selama pembangunan,” ujarnya.
Kepala SDN 004 Teluk Nilap, Baharudin, membantah sekolah meliburkan siswa. Ia menegaskan, kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan pola yang disesuaikan dengan kondisi pembangunan sekolah.
“SDN 004 Teluk Nilap tidak pernah meliburkan siswa. Siswa tetap diberikan soal dan pekerjaan rumah dengan metode PJJ. Sebelum PJJ dilaksanakan, kami sudah bersurat ke Disdik Rohil dan memberitahukan Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kecamatan Kubu Babussalam,” kata Baharudin.
Diuraikan Baharudin, keputusan tersebut diambil karena seluruh bagian sekolah tengah menjadi lokasi pekerjaan revitalisasi. Material bangunan, meja dan kursi siswa juga harus dipindahkan agar pekerjaan dapat berlangsung.
Baharudin menjelaskan, pekerjaan revitalisasi mencakup penggantian atap seng, keramik, plafon, asbes, instalasi listrik, pengecatan hingga pembangunan tiga unit Ruang Kelas Baru (RKB).
“Semua lokal direhab. Sebagian besar meja dan kursi siswa terpaksa dikeluarkan karena tukang masih melakukan pekerjaan di dalam ruang kelas,” katanya.
Masih kata Baharudin, total anggaran revitalisasi SDN 004 Teluk Nilap mencapai Rp1.848.175.511 yang bersumber dari APBN 2026. Program tersebut mencakup sekitar 20 item pekerjaan, antara lain ruang kelas, ruang administrasi, ruang kepala sekolah, WC, tiga unit RKB baru, pagar dan sejumlah pekerjaan pendukung lainnya.
Hingga kini, progres pekerjaan disebut baru mencapai sekitar 40 persen.
Dengan jumlah siswa sekitar 400 orang, sekolah menerapkan pola pembelajaran bergantian. Siswa kelas I hingga kelas III mengikuti pembelajaran tatap muka selama satu pekan, sementara siswa kelas IV hingga kelas VI menjalani PJJ. Pekan berikutnya pola tersebut ditukar.
“Kalau seluruh siswa masuk bersamaan, dengan jumlah sekitar 400 orang, tentu sulit dikontrol karena pekerjaan revitalisasi masih berjalan. Pola ini kami lakukan semata-mata untuk menjaga keselamatan siswa dan memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung,” pungkasnya. (Zul).
