Dugaan skandal anggaran perawatan di PT Prima Indonesia Logistik (PIL) Belawan kembali mengguncang publik di Indonesia. Dugaan korupsi dengan nilai fantastis menyeruak ke permukaan, memicu gelombang kemarahan sekaligus kecurigaan luas dari masyarakat. Di tengah tekanan ekonomi dan kebutuhan hidup yang terus meningkat, kabar ini terasa seperti tamparan keras bagi kepercayaan publik. Jumat (31/07/2026).
Isu ini tidak hanya menyangkut angka-angka dalam laporan keuangan negara, tetapi juga menyentuh aspek moral dan integritas pengelolaan kekuasaan. Uang yang seharusnya digunakan untuk perawatan alat berat logistik, infrastruktur depo kontainer, suku cadang & Perbaikan Mesin, dan standarisasi K3 & Keamanan, justru diduga mengalir ke kantong-kantong pribadi melalui skema yang terstruktur.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini dari beberapa sumber, tentang aset dan pemeliharaan alat meliputi perawatan peralatan penunjang seperti Reach Stacker, Forklift, Side Loader, Head Truck, dan Chassis yang ditempatkan di area operasional dan depo.
Selanjutnya, proyek pekerjaan terkait kegiatan pemeliharaan dan pelayanan logistik, pengelolaan depo peti kemas, serta optimalisasi fasilitas lapangan di lingkungan Pelabuhan Belawan.
Salah satu narasumber yang namanya minta diinsialkan MD (46) kepada media mengatakan, permasalahan yang sering terjadi di PT Prima Indonesia Logistik meliputi kerusakan alat berat, kendala sistem dan cuaca, serta hambatan pada pemanfaatan aset dan sumber daya manusia, dan kendala operasional. Kendala operasional dan alat berat," Kerusakan alat berat, sering terjadi gangguan atau kerusakan pada alat seperti gantry crane, liber, dan reach stacker (kalmar/linde) saat proses bongkar muat kontainer dari lapangan penumpukan (container yard) ke atas truk trailer " Katanya, Kamis (30/07/2026).
Lanjutnya, Rendahnya utilisasi alat, adanya kesenjangan antara ketersediaan alat (availability) yang tinggi dengan tingkat pemakaian yang rendah, sehingga memicu tingginya waktu menganggur (idle time) pada aset operasional," Faktor cuaca, kondisi cuaca buruk seperti hujan lebat atau banjir di area depo sering kali menghambat dan menunda kelancaran aktivitas bongkar muat " Ucapnya.
Selain itu ia menjelaskan, Kendala Sistem dan Administrasi, seperti gangguan teknologi, pemadaman listrik berdurasi lama yang mengganggu operasional sistem informasi manajemen berbasis web untuk bongkar muat kontainer," Proses manual, pemeriksaan dokumen dan penginputan data yang terkadang masih dikerjakan secara manual, memicu risiko keterlambatan pemrosesan data impor " Jelasnya.
Selanjutnya, tentang aspek manajemen dan sumber daya manusia yaitu, Adaptasi digital, pimpinan dan staf masih dalam tahap beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital, serta keterbatasan manajemen pengetahuan (knowledge management) dalam memaksimalkan fasilitas teknologi baru.
" Kinerja SDM, kurangnya optimalisasi kinerja pegawai serta potensi pelanggaran aturan keselamatan kerja (Health, Safety, Security, and Environment / HSSE) yang memerlukan evaluasi berkala " Tutupnya.
Sementara Humas PT Prima Indonesia Logistik (PIL) Belawan Awi R, saat dikonfirmasi terkait hal ini melalui whatsappnya, belum memberikan penjelasan dan keterangan resmi, sampai berita ini diterbitkan.
Situasi ini semakin memanas ketika sejumlah indikasi awal mengarah pada keterlibatan berbagai pihak, termasuk pejabat dan pelaku usaha. Publik pun mulai bertanya: sejauh mana praktik ini berlangsung, dan siapa saja yang terlibat dalam pusaran skandal ini?
Dugaan korupsi dalam skandal anggaran negara biasanya melibatkan nilai yang sangat besar, Anggaran yang dialokasikan untuk proyek strategis atau program sosial menjadi sasaran empuk karena kompleksitas pengelolaannya. (Tim).
