Tanjung
Pura.Metro Sumut
Kehebohan
terjadi di Dusun Pangkal Pasar, Desa Pantai Cermin, Kec Tanjung Pura, Kab
Langkat. Mariamah (22), wanita yang baru 4 hari naik pelaminan, dikabarkan
meninggal, Kematian si pengantin wanita yang begitu
mendadak, menimbulkan beragam opini di tengah-tengah masyarakat. Ada yang
mengatakan akibat santet. Sebagian menyebut, arwah korban sedang terkurung di
alam gaib hingga tubuhnya terbujur kaku, dan banyak lagi cerita miring
mengomentari keganjilan ini.
Informasi yang dihimpun Media ini, Cerita warga sekitar 71 hari yang lalu ayah
Mariamah menghadap sang pencipta, juga mendadak. Tapi itu belum segeger saat
Mariamah yang dikabarkan meninggal dunia, hidup kembali selang beberapa jam.
Malam tahlillan pertama, mendadak pula ditunda atas permintaan keluarga.
Spontan fenomena ini mengundang perhatian. Rumah duka langsung didatangi banyak
warga dan keluarga yang penasaran.
Menurut warga, alasan keluarga yang mengaku Mariamah masih hidup, karena
tubuhnya kembali hangat. Sebab biasanya, jasad orang meninggal akan terasa
dingin, bahkan bisa bagai es.
Selain itu, tangan Mariamah tidak kaku. Saat satu persatu jari tangan Mariamah
ditarik suaminya, Heru (25), masih terdengar suara berdetak layaknya orang yang
masih sehat. Inilah yang menguatkan keyakinan keluarga, termasuk soal raut
korban yang hanya terlihat seperti orang tidur pulas. Ketika kelopak matanya
pun bisa dibuka.
Menurut M Nuh (45), abang ipar Mariamah, kejadian ini berawal dari resepsi
pernikahan Mariamah dan Heru, Saat itu kondisi manten wanita sudah terlihat
lemah, tidak seperti biasanya.
Awalnya keluarga mengangap Mariamah terlalu letih. Lalu pada Selasa, Mariamah
mengeluh sakit di dada, napasnya sesak. Suaminya lantas membawa Mariamah ke RS
Tanjung Pura.
Sesak
napas Mariamah kian mengkhawatirkan. Mariamah langsung dirujuk ke RSU H Adam
Malik Medan guna rawatan medis yang lebih lagi, Pihak RSU H Adam Malik,
memvonis Mariamah mengidap asma dan perlu segera dioperasi. Mendengar operasi
dengan cara dibor untuk menarik lendir, membuat keluarga menolak. Mariamah
kembali diboyong kerumah.
Sementara Mariamah lalu diobati non medis. Paranormal pertama mengatakan,
Mariamah terkena kiriman jahat seseorang yang dikenal polong angin. Untuk itu,
orang pintar inipun menyarankan agar keluarga mencari tenaga yang lebih handal
lagi.
Keluarga curiga dan menyimpulkan, penyakit kiriman itu akibat iri seseorang
dengan pernikahan Mariamah. Lalu seluruh paranormal yang dikenal keluarga,
langsung dimintai tolong.
Tidak tangung-tangung, paranormal dari lintas darat dan lautpun diturunkan.
Setidaknya, ada 20 orang pintar ditambah 2 Kiai diterjunkan mengobati Mariamah.
Tapi terawangan masing-masing, pendapatnya berbeda-beda. Namun semuanya
mengklaim, Mariamah belum meninggal.
Hanya saja, semua upaya paranormal ini belum membuahkan hasil guna menarik
kembali roh Mariamah. Kedatangan 2 mantri yang mengklaim Mariamah telah tiada,
bertentangan dengan para orang pintar itu yang menyebut, Mariamah mati suri.
Meskipun secara ilmu medis menyebut Mariamah telah tiada, tapi pihak keluarga
tetap bertahan dengan keyakinannya. Mariamah dikabarkan hidup kembali. Hal itu
seperti disebutkan Herman, salah seorang anggota keluarga, ‘Hidup kembalinya’
Mariamah, Kamis sore tersebut, semakin menambah rumit persoalan pemakaman yang
sempat direncanakan akan digelar usai Sholat Jumat, bahkan terpaksa dibatalkan
meski jenajahnya telah dimandikan.
Batalnya prosesi pemakaman itu, setelah kedatangan beberapa orang pintar asal
Kota Medan. Paranormal yang datang mengendarai Toyota Kijang ini, minta tempo
setengah jam untuk ritual dan meminta didatangkan 7 Khalifah.
Akibatnya, peti jenajah yang telah disiapkan, terpaksa digeser ke samping rumah,”
Kalau sama tujuh khalifah yang didatangkan ini, berarti lebih tiga puluh orang
sudah yang mengobati korban ” Kata Herman yang mengaku terus mengikuti berbagai
prosesi yang dilakukan sejak kemarin.
Lanjut Herman, 7 Khalifah dan paranormal tadi terlihat duduk bersila
mengelilingi jasad Mariamah. Tak terdengar suara apapun dari mereka. Suasana
begitu hening diwarnai mulut komat-kamit para ahli supranatural itu.
Sementara di luar rumah, para pentakjiah dan keluarga besar rumah ini menanti
dengan harap-harap cemas. Selang beberapa menit kemudian, para Khalifah dan
orang pintar tadi terlihat keluar dari dalam rumah.
H Sofyan, salah seorang yang dilibatkan dalam ritual itu mengatakan, tak ada
lagi sambutan dari korban,” Tak ada sambutan dari almarhumah ” Ujar pria
bertubuh tinggi tegap mengenakan pakain serba putih itu tanpa mau merinci
sambutan seperti apa yang dimaksud.
“ Kalau jam sepuluh tadi pagi, korban masih menyambut saat dipanggil. Tapi
setelah jam sebelas, sudah tidak ada lagi. Jadi semua ini memang sudah kehendak
Allah ” Tukas H Sofyan.
Usai ritual, barulah pihak keluarga menerima kematian Mariamah. Persis pukul
17.00 wib, jasad Mariamah langsung dibawa ke tempat pemakaman umum (TPU)
setempat untuk disemayamkan.
Heru suami Mariamah terlihat begitu syok, Walaupun kabar ini mengehohkan warga
Kota Tanjung Pura, tapi tak seorangpun petugas dari kepolisian setempat
terlihat di rumah duka untuk mengantisipasi segala hal-hal yang tidak
diinginkan.(Red).