Jakarta.Metro
Sumut
Rumah
Sakit Harapan Bunda Di Jakarta Timur menjadi salah satu dari 14 rumah sakit atau
fasilitas pelayanan kesehatan yang disebut-sebut menerima vaksin palsu. Hal
itu berdasarkan pernyataan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek di hadapan anggota
DPR. Jumat (15/07/2016).
Keterangan
itu sontak menggegerkan keluarga pasien yang pernah berobat di rumah sakit tersebut.
RS Harapan Bunda yang berada di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur ini
pun langsung diserbu puluhan keluarga pasien.
Informasi
yang dihimpun Media ini, Satu persatu pasien mendatangi RS Harapan Bunda sejak
pukul 17.30 WIB. Kedatangan keluarga pasien semakin banyak selepas Maghrib atau
sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka ramai-ramai ingin mengkonfirmasi kebenaran
berita tentang penggunaan vaksin palsu di RS tersebut,” Ini datang mau
konfirmasi sekalian berobat. Dulu anak saya vaksin di sini lengkap selama 2,5
tahun. Sekarang usianya sudah empat tahun " Kata Sri (40) di RS Harapan
Bunda di Jakarta Timur.
Lanjut
Sri, Tidak pernah merasa curiga karena tidak ada dampak yang aneh pada anaknya
usai diberikan vaksin sekitar empat tahun yang lalu. Kendati, dia tetap ingin
menerima penjelasan langsung dari pihak rumah sakit, Tidak ada keluhan sih
waktu itu tapi kan pingin tahu aja, Biar semuanya jelas “ Ucapnya.
Sementara
Upi (40) juga tengah mengantre menunggu penjelasan dari pihak rumah sakit
mengenai penggunaan vaksin palsu. Ia menunggu sang suami yang tengah mengadu diruang
Hospital Service Controller,” Ini lagi didata, siapa saja nama pasien dan dokter
yang nanganin. Anak saya di sini, udah divaksin lengkap. Tapi kan nggak tahu,
apakah yang dipakai palsu apa enggak “ Ungkap Upi
Upi
menjelaskan Sang suami sempat curiga dengan kualitas vaksin yang diberikan di
RS Harapan Bunda. Sebab, kekebalan tubuh anaknya yang kedua berbeda dengan anak
yang pertama,” Pantesan kata suami saya, ini anak kok beda banget sama
kakaknya. Tapi waktu itu saya mikirnya mungkin faktor cuaca “ Jelasnya.
Para
Ibu lainnya juga mengeluhkan hal yang sama. Saat itu anaknya divaksin campak.
Alih-alih bebas dari virus tersebut, sang anak malah terkena campak usai menerima
vaksin di RS Harapan Bunda,” Padahal sebelumnya nggak pernah kena campak. Itu
udah dua tahun lalu. Saya dulu nggak kepikiran bakal ada vaksin palsu “ Tutur
ibu paruh baya yang namanya tidak mau ditulis.
Sejumlah
keluarga pasien yang pernah disuntik vaksin di RS Harapan Bunda Jakarta Timur
terus berdatangan, Mereka menuntut tanggung jawab pihak rumah sakit mengenai
kabar penggunaan vaksin palsu.(Melvy).

0 comments:
Posting Komentar