Riau.Metro
Sumut
Ratusan
tahanan yang melarikan diri saat kerusuhan terjadi di Rumah Tahanan (Rutan)
Sialang Bungkuk, satu persatu kembali diamankan oleh pihak kepolisian. Sejauh
ini polisi telah mengamankan sebanyak 171 orang tahanan. Sabtu (06/05/2017).
Kabid
Humas Polda Riau, Kombes Pol Guntur Aryo Tedjo, SIK, MM menjelaskan, hingga
pukul 20.40 WIB tahanan yang kabur tersebut sudah kembali sebanyak 171 tahanan.“Namun
jumlah ini selalu bergerak naik atau bertambah karena laporan dari setiap
jajaran Polres di Polda Riau selalu melaporkan perkembangan penangkapan tahanan
namun belum dapat diantar ke Rutan,” ujarnya.
Lanjut
Kabid Humas menjelaskan, ratusan tahanan tersebut diamankan petugas dari
berbagai tempat, dan ada juga masyarakat yang menangkap dan mengantarnya ke
Rutan Sialang Bungkuk Kecamatan Tenayan Raya.
Sejauh
ini Kata Kabid Humas, dilokasi Rutan tersebut kini sudah terlihat mulai tenang
dan dapat dikendalikan. Dan untuk menghindari hal yang tdak diinginkan di
lokasi Rutan, dikerahkan 3 SSK pasukan dari Brimob Polda Riau dan 1 SSK dari
TNI AD untuk memperkuat pasukan Polri.
Dalam
keterangan yang didapat bahwa Rutan ini hanya mampu menampung sebanyak 361
tahanan, Namun warga binaan mencapai 1.800 orang lebih. Diduga hal ini
menyebabkan pemicu kerusuhan karena emosi warga binaan menjadi labil, gampang
tersulut dan mudah marah.
Kondisi
yang hanya bisa tidur sambil duduk mengakibatkan warga binaan protes namun
tidak mendapat penyelesaian terkait rutan yang sudah over kapasitas ini.
Sementara
itu Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnanin, dalam keterangannya kepada pers pada
hari Jumat (05/05/2017) sekira pukul 20.30 WIB menyatakan, bahwa masih banyak
hal-hal krusial lainnya yang menyebabkan terjadi kerusuhan di Rutan.“Para
tahanan ingin beribadah namun fasilitas beribadah sangat minim sehingga napi
merasa tidak nyaman dalam beribadah. Ini juga membuat kekecewaan yang akhirnya
terakumulasi” ujar Zulkarnain.
Zulkarnain
juga menepis sinyalemen bahwa ada napi yang lari dengan membawa anak anak
sebagai sandera “Saya tidak pernah menerima laporan dari anak buah saya. Jadi
tidak ada itu sandera-sanderaan. Itu Hoax” tegas Zulkarnain.
Sejauh
ini, banyak penghuni Rutan yang telah kembali, baik diantar keluarga, ditangkap
warga termasuk dari hasil razia di setiap Polsek dan Polres di jajaran Polda
Riau.(Humas Polda Riau).
