Sulut.Metro Sumut
Meski rentang waktu Pilkada Serentak kurang lebih
masih sebulan lagi (15 Februari 2017), namun Polda Sulawesi Utara telah
mengirimkan pasukan tambahan (BKO) ke Bolaang Mongondow, guna membantu proses
pentahapan Pilkada yang sementara berjalan.
Informasi yang dihimpun Media ini, Pengiriman pasukan
tambahan sebanyak 125 orang tersebut dilepas oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Drs
Bambang Waskito di Mapolda Sulut, melalui Apel Pergeseran Pasukan (Serpas),
Kamis (12/01/2017), yang dihadiri juga oleh Pejabat Utama Polda Sulut.
Dalam arahannya, Kapolda mengingatkan kepada seluruh
anggota agar jaga kesehatan karena waktunya cukup panjang dan dibarengi dengan
olahraga untuk menjaga kebugaran fisik.
Kesiapan pengamanan, menurut Kapolda, harus betul-betul
dioptimalkan. Mengingat daerah Bolaang Mongondow merupakan daerah perbatasan.
Untuk itu, ia tegaskan agar tingkatkan kewaspadaan.
Ancaman Pilkada yang juga bisa menimbulkan kerawanan
masalah adalah saat pencoblosan dan penghitungan suara. “Jadi seluruh rangkaian
kegiatan Pilkada harus terus dipantau dan diwaspadai,” tegas Kapolda.
Arah demokrasi, katanya, mendidik masyarakat
berdemokrasi yang sehat. Untuk itu jangan ada yang main-main dengan uang atau
melakukan serangan fajar,” Mudah-mudahan ini di sana tidak terjadi apa-apa,
tidak terjadi serangan fajar. Kalau toh ada tolong ditangkap, itu tugas kalian
di sana “ Pesan Kapolda kepada seluruh anggota BKO.
Irjen Pol Bambang Waskito menegaskan agar seluruh
anggota BKO betul-betul melaksanakan tugas dengan baik. “Ikuti prosedur yang
benar, aturan yang benar. Tidak ada peluru tajam untuk pengamanan,” jelasnya.
“Mudah-mudahan pelaksanaan Pilkada berjalan dengan
baik sesuai dengan aturan yang ada. Polisi tidak boleh berpolitik. Tapi
mengetahui politik, boleh! Polisi harus tegas,” pungkas Kapolda.
Selain wilayah Bolaang Mongondow, Pilkada Serentak di
Sulut juga dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sangihe. (Humas Polda Sulut).
