Medan.Metro
Sumut
Walikota
Medan Drs HT Dzulmi Eldin S MSi diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Kota
Medan Ikhwan Habibi Daulay,SH.M.Hum, secara resmi membuka bimtek analisis beban
kerja (ABK) pada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilingkungan Pemko
Medan, Senin (6/11), di Hotel Garuda Plaza.
Melalui
bimtek ini, diharapkan nantinya seluruh analis OPD dapat membuat laporan hasil
anjab dan ABK di masing-masing OPD sesuai sistematika pelaporan dengan
menyertakan rekomendasi penataan keorganisasian baik dari aspek kelembagaan,
ketatalaksanaan, kediklatan maupun kepegawaian.
Ikhwan
Habibi saat membacakan sambutan Walikota mengatakan tuntutan masyarakat
terhadap pelayanan publik saat ini semakin tinggi, namun profesionalisme yang
diharapkan belum sepenuhnya terwujud. Salah satu yang menjadi penyebab utama
ialah distribusi pegawai pada suatu unit kerja atau satuan kerja yang belum
mengacu pada kebutuhan organisasi yang sebenarnya, dalam arti belum didasarkan
pada beban kerja yang ada.
Selain
itu, lanjut Ikhwan, menumpuknya pegawai di satu unit kerja dan kurangnya
pegawai yang lain merupakan contoh nyata dari permasalahan tersebut, untuk
itulah salah satu langkah awal yang penting dalam melakukan reformasi birokrasi
adalah dengan melaksanakan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
"Analisis
jabatan dan analisis beban kerja dilakukan dengan pertimbangan bahwa sumber
daya manusia merupakan aset yang harus dikelola dengan baik agar visi, misi dan
tujuan serta sasaran kerja dapat tercapai."kata Ikhwan.
Analisis
beban kerja (ABK), lanjut Ikhwan lagi, merupakan suatu teknik untuk menentukan
jumlah dan jenis pekerjaan suatu unit organisasi yang dilakukan secara
sistematis menggunakan teknik analisis jabatan atau teknik manajemen lainnya. Penyusunan
analisis beban kerja ini merupakan upaya
pemerintah untuk memberikan pedoman yang baik dalam rangka meningkatkan
kemampuan aparatur dalam melaksanakan program analisis beban kerja pada
masing-masing unit kerja, sehingga diharapkan dapat mengefektifkan dan
mengefisienkan pelaksanaan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan
publik.
"Analisis
beban kerja ini bertujuan untuk mengukur dan menghitung beban kerja dalam
rangka efisiensi dan efektifitas pelaksanaan tugas serta meningkatkan organisasi
yang profesional, transparan, proporsional, serta rasional."jelas Ikhwan.
Mengingat
pentingnya analisis beban kerja ini, Ikhwan meminta kepada para peserta bimtek
agar mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, sebab ini menyangkut
kinerja sebagai aparatur pemerintah dalam melayani masyarakat.
"Saya
minta kita semua serius dan bersungguh-sungguh mengikuti setiap materi yang
diberikan, karena semua ini menyangkut kinerja kita sebagai aparatur pemerintah
yang memiliki tugas pokok membangun dan melayani masyarakat."pesan Ikhwan.
Sebelumnya
Kepala Bagian organisasi dan tatalaksana (ortala) setda kota medan Drs.Albon
Sidahuruk, selaku ketua penyelenggara
bimtek mengatakan bimtek ini bertujuan untuk lebih meningkatkan pemahaman
peserta tentang penyusunan Analisis Beban Kerja (ABK) sekaligus pemuktahiran
data analisis beban kerja yang telah disusun oleh seluruh organisasi perangkat
daerah karena adanya perubahan struktur dan nomenklatur terbaru di lingkungan
Pemko Medan.
"Berdasarkan
analisis ini nantinya diharapkan dapat menetapkan jumlah jam kerja orang yang
dibutuhkan untuk mengerjakan suatu pekerjaan dalam waktu tertentu, sehingga
dapat ditentukan jumlah pegawai yang bertanggungjawab atas suatu
pekerjaan."harap albon.
Bimtek
ini sendiri menghadirkan narasumber dari Badan Kepegawaian Negara Republik
Indonesia.(Sumber : Dinas Kominfo Kota Medan).
