Medan.Metro
Sumut
Pencapaian
Provinsi Sumut (Provsu) masuk lima besar nasional sebagai penyumbang produksi
padi patut mendapat apresiasi. Namun dengan kondisi Sumut yang dinilai cukup
potensial diharapkan mampu menembus tiga besar atau sejajar dengan Provinsi
Jawa Tengah. Harapan ini disampaikan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian
Pertanian RI Dr Ir Sumarjo Gatot Iriyanto saat Rapat Koordinasi (Rakor)
Pembahasan Data Statistik Pertanian (SP) Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) di
Hotel Soechi Medan Rabu (01/11/2017).
Tidak
hanya padi, Gatot Iriyanto juga memberi tantangan kepada Provinsi Sumut untuk
mendongkrak posisinya masuk ketiga besar dalam hal produksi Jagung. Saat ini
lanjut Gatot, Sumut masih berada diposisi sembilan dibawah provinsi yang
luasnya jauh dari Provinsi Sumut yakni Gorontalo.
"Kalau
mau dinaikan targetnya untuk produksi padi setidaknya dinaikan sejajar dengan
Jawa Tengah. Kalau jagung Bapak harus pasang mengalahi Lampung atau naik di
peringkat ketiga. Bapak harus peringkat ketiga, ini sekarang sembilan. Mosok
Sumut kalau sama Gorontalo,"tantang Gatot.
Hadir
dalam kegiatan tersebut Gubernur Sumut Dr Ir H Tengku Erry Nuradi MSi, Direktur
Serelia Dirjen Tanaman Pangan Kementan RI Dr Ali Jamil, Kapus Datin Kementan RI
Dr Ir Suwandi MSi, Kepala BPS Provsu Dr Syekh Suhaimi, Kadis Tanaman Pangan dan
Hortikultura Azhar, Kadis Pertanian Kabupaten se Sumut, Mantri Tani dan petugas
data pertanian Kabupaten Kota se Sumut.
Dikatakan
Gatot, selain Padi dan Kedelai, Sumut harus terus mendorong produksi Jagung
karena dinilai sangat potensial. Gatot pun tak segan-segan memberi masukan agar
Gubernur Sumut memerintahkan Kepala Dinas Kehutanan dan Dinas Perkebunan untuk
ikutserta membantu perluasan lahan tanam Jagung.
"Jagung
ini potensinya cukup besar. Bapak panggil saja kepala Dinas Kehutanan dan
Kepala Dinas Perkebunan. Pertama, Perhutanan Sosial, itu luasnya banyak sekali
di Sumut. Itu Dinas kehutanan Provisi tau datanya dimana. Bapak Panggil saja
bapak kadisnya, kasih pointernya Bapak Gubernur tinggal tunjuk-tunjuk. Itu
kejar-itu kejar. Jagung ini dasyat pak. Tidak pernah turun harganya. Sangat
luar biasa. Kami tidak membuka impor, nol impor,"terang Gatot.
Dalam
kesempatan tersebut Gatot cukup mengapresiasi program Provsu yang mendorong
pertanian digital dengan pemberian bantuan alat komunikasi HP Android kepada
petugas data pertanian di Sumut.
"Saya
bangga pertanian di sumut sudah masuk pertanian digital. Dengan membantu
telepon android berati Bapak mendukung kita menuju pertanian digital jadi bukan
pertanian primitif. Pak Gub saya mohon sekali komitmennya terus ditingkatkan.
Saya berjaji all out, padi dan jagung diselelsaikan dengan baik. Kalau kedelai juga
diselesaikan dengan baik kami tidak segan-segan menggelontorkan dana. Karena
kami stanbay budget,"ujarnya.
Menyambut
tantangan yang diberikan Ditjen Tanaman Pangan, Gubernur Sumut Erry Nuradi
mengajak semua pihak termasuk kepala cabang dinas (KCD)/ mantri tani dan
petugas data dinas pertanian Kabupaten Kota se Sumut berbenah diri untuk
meningkatkan konstribusi terhadap peningkatan produksi padi, jagung dan kedelai
di Provinsi Sumut.
"Kita
harus kerjakeras dan semangat serta mau dan mampu berbuat yang lebih baik.
Untuk itu jika selama ini kontribusi Sumut terhadap pencapaian produksi beras
nasional baru mencapai 5,82%, saya berharap kedepan mampu ditingkatkan minimal
7 atau 8%,"ujar Gubsu.
Dikatakan
Gubsu untuk mewujudkan komitmen Sumut Paten, kebersamaan, koordinasi, sinergi
dan intergrasi antar SKPD terutama dinas tanaman pangan dan hortikultura, dinas
pertanian kabupaten kota, kecamatan sampai ke tingkat desa terus dibangun.
"Kemudian
saya berharap kepada seluruh jajaran pemerintah Kabupaten Kota untuk selalu
bersinerji dalam melaksanakan upaya-upaya peningkatan produksi tanaman pangan
dan hortikultura antara menjaga harmonisasi percepatan tanam yang selama ini
telah berjalan baik pada masa tanam berikutnya, optimalkan alat dan mesin
pertanian, optimalkan pemanfaatan lahan kosong atau lahan tidur, melaksanakan
tumpang sari padi ladang, jagung dan kedelai lahan perkebunan, perlindungan
lahan pertanian berkelanjutan dalam rangka mencegah ahli fungsi lahan
pertanians esuai Perda 3 Tahun 2015,"harap Gubsu.
Dibeberkan
Gubsu, produksi padi di Sumatera Utara dua tahun terakhir ini cukup
menggembirakan dan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Pada tahun 2016
sebesar 4,6 juta ton meningkat 564.962 ton atau 14% dari tahun 2015. Sedangkan
pada tahun 2017 berdasarkan ARAM-2 yang dilaksanakan pada 25 Oktober 2017 di
Yogyakarta Sumatera Utara menempati posisi teratas dalam hal peningkatan
produksi pada dengan penambahan produksi sebanyak 508.880 ton atau 11,04% pada
tahun 2017. Penambahan ini menjadi Sumut menempati peringkat ke-5 tingkat
nasional dalam hal produksi padi dengan peningkatan produksi sebesar 5,1 juta
ton atau 11,04% dibandingkan tahun 2016. Dengan peningkatan ini Sumatera Utara
menggeser Provinsi Sumatera Selatan yang selama ini menduduki posisi ke lima.
Atas pencapaian ini Produksi padi Sumut surplus 1,4 juta ton beras dan surplus
ini untuk memenuhi kebutuhan selama 9 bulan kedepan.
Peningkatan
produksi juga terjadi pada produksi Jagung yaitu mencapai 1,7 juta ton naik
sebesar 10,08% dibandingkan tahun 2016. Produksi ini diperoleh dari dari luas
panen 272.873 Ha dan produktivitas 62,83 KW/HA. Produksi ini dapat mencukupi
kebutuhan pakan ternak yaotu sebesar 1,4 juta ton pipilan kering (PK) dan
kebutuhan konsumsi sebesar 85 ribu ton PK serta masih tersedia untuk cadangan
sebesar 218 ribu ton pipilan kering.
Pada
tanaman kedelai Provinsi Sumut juga mengalami peningkatan yang signifikan yaitu
sebesar 8.419 ton biji kering atau naik 66,32% dibandingkan tahun 2016.
Produksi ini diperoleh dari luas panen seluas 6505 Ha dan produktivitas 12,94
KW/Ha.
Keberhasilan
ini lanjut Gubsu tak lepas dari dukungan dari pemerintah pusat dalam hal ini
Kementerian Pertanian khususnya Ditjen Tanaman Pangan melalui Upaya Khusus
(Upsus) Padi, Jagung, Kedelai (Pajale) di Provinsi Sumut.
"Untuk
itu kami mengucapkan terimakasih kepada Ditjen Tanaman Pangan Kementan atas
alokasi dana yang cukup besar ke Pemerintah Provinsi Sumut dalam rangka
peningkatan produksi tanaman pangan yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan
petani di Sumut,"ujar Gubsu menambahkan.
Sementara
itu Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provsu Azhar menambahi untuk
mendukung Upsus Pajale di Sumut, Provsu telah
mengalokasikan kegiatan melalui dana APBD Tahun 2017 sebesar Rp169
miliar yang diperuntukan untuk pengembangan sarana dan prasarana operasional
KCD/Mantri tani, penyuluh lapangan berupa kenderaan roda dua sebanyak 135 unit,
benih padi 160 ton, Hand Traktor 204 unit, Hans Sprayer 2000 unit. Disamping
itu untuk memudahkan dan arus pelaporan LTT Pemprovsu menyediakan sarana
pelaporan secara online yang dapat mengakses seluruh KDC, penyeluh, PBT, dan
POPT-PHP dengan memberikan HP Android sebanyak 4000 unit. (Humas Provsu)-(Riva).
