Muara Enim.Metro Sumut
Rencana korban inisial RSA (16), pelajar SMAN 1
Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, ingin
menjadi polisi terancam gagal. Kamis (13/04/2017).
Pasalnya korban sekarat, setelah ditabrak truk batu
bara di Desa Tanjung Raman, Kabupaten Muara Enim, Selasa (11/04/2017).
“Semalam dia ini (korban), sempat numpang tidur
semalam, karena mau melengkapi berkas untuk masuk Polisi di Polres Muara Enim,”
ujar FE (16).
Menurut FE yang juga pelajar SMAN 1 Penukal, korban
bersama dirinya sama-sama ingin mendaftar menjadi Polisi di Polres Muara Enim.
Karena masih suasana UNBK, jadi korban RSA dan IB
memilih menginap di tempatnya kemarin (Senin) pulang dari UNBK.
Dan kebetulan dirinya tes UNBK kebagian pada session
II (pagi), sehingga usai tes ia langsung ke Kab. Muara Enim mengurus
berkas-berkas tersebut, sedangkan korban untuk jadwal tes UNBK-nya pada session
III (siang).
Jadi mereka (korban), memilih mengurus berkas-berkas
dulu, dan siangnya baru pulang untuk ikut tes UNBK.
“Dia itu (korban), hari ini, cuma mengantar dan
melengkapi berkas saja, setelah itu langsung pulang, sebab siang nanti mau tes
UNBK,” kata FE sambil menangis.
Akibat kecelakaan tersebut, korban RSA menderita patah
tangan kiri, patah tulang paha kanan dan memar, sedangkan korban IB (15),
menderita luka bagian kepala atas, dan tidak sadarkan diri.(Humas Polda
Sumsel/Polres Muara Enim).
